Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Kastil Muiden, Kastil Bersejarah yang Hampir Dihancurkan

5 Fakta Kastil Muiden, Kastil Bersejarah yang Hampir Dihancurkan
kastil muiden di Belanda (commons.wikimedia.org/MrsBrown)
Intinya Sih
  • Kastil Muiden dibangun sekitar tahun 1280 oleh Floris V di lokasi strategis Sungai Vecht untuk mengawasi perdagangan dan memperkuat pertahanan wilayah Holland.
  • Setelah sempat hancur pasca kematian Floris V, kastil ini dibangun kembali oleh Albrecht dari Bayern dan kemudian menjadi pusat sastra serta budaya pada abad ke-17 di bawah Pieter Corneliszoon Hooft.
  • Hampir dibongkar pada abad ke-19, Kastil Muiden diselamatkan Raja Willem I dan kini berfungsi sebagai salah satu museum nasional tertua yang melestarikan sejarah Belanda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Belanda dikenal dengan kanal-kanalnya yang indah, kota-kota bersejarah, dan bangunan kuno yang masih terawat hingga kini. Di antara berbagai peninggalan bersejarah tersebut, Kastil Muiden atau Muiderslot menjadi salah satu kastil abad pertengahan paling terkenal di negara itu. Dengan parit yang mengelilingi bangunan, menara-menara kokoh, dan jembatan angkat khas benteng kuno, kastil ini tampak seperti bangunan yang keluar dari kisah dongeng.

Namun, perjalanan Kastil Muiden tidak selalu berjalan mulus. Bangunan yang telah berdiri selama berabad-abad ini pernah mengalami kehancuran, masa kemunduran, hingga hampir dibongkar pada abad ke-19. Yuk, kita telusuri 5 fakta menarik Kastil Muiden, kastil bersejarah yang hampir dihancurkan ini!

1. Dibangun oleh floris v pada abad ke-13

Kastil Muiden di Belanda
kastil muiden di Belanda (commons.wikimedia.org/Wesselspoelder76)

Kastil Muiden dibangun sekitar tahun 1280 oleh Floris V, penguasa County of Holland. Dilansir castles.nl, lokasinya dipilih secara strategis di muara Sungai Vecht yang mengalir menuju Zuiderzee, wilayah yang kini menjadi IJsselmeer. Dari tempat tersebut, penguasa dapat mengawasi jalur perdagangan sekaligus memungut pajak dari kapal yang melintas.

Selain fungsi ekonominya, kastil juga memiliki peran militer yang penting. Benteng ini membantu melindungi wilayah Holland dari ancaman luar dan memperkuat kendali Floris V atas kawasan sekitarnya. Karena itulah Kastil Muiden menjadi salah satu proyek pertahanan terpenting pada masanya.

2. Pernah dihancurkan dan dibangun kembali

Kastil Muiden di Belanda
kastil muiden di Belanda (commons.wikimedia.org/Agnes Monkelbaan)

Tidak lama setelah kematian Floris V pada tahun 1296, kastil asli mengalami kehancuran. Konflik politik yang terjadi setelah wafatnya sang penguasa menyebabkan bangunan tersebut dibongkar. Akibatnya, sebagian besar struktur awal kastil tidak bertahan hingga masa berikutnya.

Dilansir The Dutch Historian, pada akhir abad ke-14, kastil dibangun kembali di atas fondasi yang sama oleh Albrecht dari Bayern. Bentuk bangunan hasil rekonstruksi inilah yang sebagian besar masih dapat dilihat saat ini. Karena itu, Kastil Muiden menjadi contoh menarik bagaimana sebuah benteng abad pertengahan dapat bangkit kembali setelah mengalami kehancuran.

3. Pernah menjadi pusat sastra dan budaya

Kastil Muiden di Belanda
kastil muiden di Belanda (commons.wikimedia.org/Someone Not Awful)

Pada abad ke-17, Kastil Muiden menjadi kediaman Pieter Corneliszoon Hooft, seorang penyair, sejarawan, dan tokoh sastra terkenal di Belanda. Britannica menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinannya, kastil berkembang menjadi tempat berkumpulnya para intelektual, seniman, dan cendekiawan. Kelompok tersebut kemudian dikenal dengan nama Muiderkring.

Pertemuan-pertemuan yang berlangsung di kastil memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sastra dan budaya Belanda pada masa itu. Kehadiran para tokoh penting menjadikan Kastil Muiden lebih dari sekadar benteng pertahanan. Kastil ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan intelektual selama Zaman Keemasan Belanda.

4. Hampir dibongkar pada abad ke-19

Kastil Muiden di Belanda
kastil muiden di Belanda (commons.wikimedia.org/Tim Schroder)

Memasuki abad ke-19, kondisi Kastil Muiden mengalami kemunduran akibat kurangnya perawatan. Bangunan yang pernah menjadi simbol kekuasaan dan budaya tersebut mulai rusak dan kehilangan fungsi pentingnya. Bahkan sempat muncul rencana untuk merobohkan kastil karena dianggap tidak lagi berguna.

Untungnya, rencana tersebut tidak pernah terwujud. Dilansir castles.nl, Raja Willem I mengambil langkah untuk menyelamatkan bangunan bersejarah ini dan mendukung upaya restorasi. Keputusan tersebut menjadi titik balik yang memungkinkan Kastil Muiden tetap bertahan hingga sekarang.

5. Menjadi salah satu museum nasional pertama di Belanda

Kastil Muiden di Belanda
kastil muiden di Belanda (commons.wikimedia.org/Sandermuts)

Setelah dipugar, Kastil Muiden memperoleh fungsi baru sebagai museum nasional. Pada tahun 1878, bangunan ini resmi dibuka untuk publik sehingga masyarakat dapat mempelajari sejarah dan warisan budaya yang dimilikinya. Langkah tersebut menjadikan Kastil Muiden sebagai salah satu museum nasional tertua di Belanda.

Saat ini, pengunjung dapat menjelajahi berbagai ruangan kastil, koleksi sejarah, serta taman yang direkonstruksi berdasarkan desain abad ke-17. Berbagai pameran dan kegiatan edukatif juga rutin diselenggarakan untuk memperkenalkan sejarah Belanda kepada generasi baru. Peran ini membuat Kastil Muiden tetap relevan di era modern.

Kastil Muiden merupakan salah satu peninggalan abad pertengahan paling berharga di Belanda. Dari benteng pertahanan yang dibangun pada abad ke-13 hingga museum yang ramai dikunjungi saat ini, kastil ini telah melewati berbagai peristiwa penting dalam sejarah. Kisahnya yang nyaris berakhir dengan pembongkaran menjadikan Kastil Muiden contoh nyata bagaimana pelestarian dapat menyelamatkan warisan budaya untuk generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More