Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Pine Siskin, Punya Pola Migrasi Acak yang Melintasi Benua
Burung Pine Siskin (commons.wikimedia.org/ShenandoahNPS)
  • Pine Siskin adalah burung kecil pengembara yang berpindah mengikuti ketersediaan biji pinus dan mampu bertahan di suhu ekstrem berkat tembolok elastis penyimpan cadangan makanan.
  • Burung ini memiliki metabolisme super efisien, dapat meningkatkan laju metabolisme hingga lima kali lipat saat suhu turun drastis, serta menyimpan lemak tubuh lebih banyak untuk energi tambahan.
  • Pola migrasi Pine Siskin bersifat acak atau irrupsi, sering melintasi benua tanpa rute tetap, sementara perilaku makan dan bersarangnya menunjukkan adaptasi tinggi terhadap lingkungan dingin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Burung bercorak lurik cokelat ini kerap tampak biasa jika dilihat sekilas. Padahal, Pine Siskin (Spinus pinus) memiliki pola hidup yang cukup unik untuk ukuran burung kecil dengan berat sekitar 15 gram. Spesies ini dikenal sebagai burung pengembara yang berpindah-pindah mengikuti ketersediaan biji pohon pinus di kawasan hutan.

Pine Siskin juga memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik di lingkungan bersuhu rendah. Dalam kondisi tertentu, mereka dapat muncul dalam jumlah besar di suatu wilayah, lalu berpindah ke tempat lain dalam waktu singkat untuk mencari sumber makanan. Penasaran? Berikut lima fakta menarik tentang burung Pine Siskin.

1. Memiliki tembolok yang elastis sebagai tempat penyimpanan

Burung Pine Siskin (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service - Midwest Region)

Burung ini memiliki kantong khusus di area kerongkongan yang fungsinya menyerupai tempat penyimpanan darurat. Dilansir laman All About Birds, Pine Siskin mampu menyimpan cadangan biji-bijian hingga 10 persen dari total massa tubuhnya di dalam bagian esofagus yang disebut tembolok atau crop.

Cadangan makanan dalam jumlah besar tersebut menghasilkan energi yang cukup untuk membuat mereka bertahan selama 5 hingga 6 jam di malam hari dengan suhu di bawah nol derajat. Strategi ini sangat krusial agar mereka tidak kehabisan tenaga saat cuaca sedang ekstrem. Kapasitas kantong ini memastikan mereka tetap memiliki bahan bakar meskipun tidak sedang mencari makan secara aktif.

2. Ahli metabolisme yang tahan suhu beku

Burung Pine Siskin (commons.wikimedia.org/Rhododendrites)

Ketahanan tubuh Pine Siskin dalam melawan hawa dingin sangat luar biasa karena mereka bisa mengatur suhu internal mereka secara mandiri. Masih dari laman All About Birds, spesies ini mampu meningkatkan laju metabolisme hingga 40 persen dibandingkan dengan burung penyanyi lain dengan ukuran yang sama.

Bahkan saat suhu turun drastis hingga mencapai -70 derajat Celsius, mereka sanggup memacu metabolisme hingga lima kali lipat selama beberapa jam untuk tetap hangat. Selain itu, burung ini mengumpulkan lemak tubuh 50 persen lebih banyak daripada kerabat dekatnya agar memiliki cadangan energi yang memadai.

3. Pola migrasi yang tidak terduga atau irruptive

Burung Pine Siskin (commons.wikimedia.org/lwolfartist)

Jadwal terbang burung ini sangat unik dan tidak mengikuti rute migrasi tradisional karena pergerakan mereka yang disebut sebagai irrupsi. Masih dari laman All About Birds, data dari proyek pemantauan menunjukkan bahwa pergerakan burung ini bisa sangat acak, mulai dari terbang melintasi benua dari barat ke timur hingga bergerak dari utara ke selatan.

Setelah melakukan penerbangan irruptive besar-besaran, beberapa individu terkadang memilih menetap di dekat sumber makanan yang stabil dan berkembang biak jauh di luar wilayah aslinya. Pelacakan burung ini juga sangat menantang, terbukti dari data tahun 1960 hingga 2011 yang menunjukkan bahwa dari 675.000 Pine Siskin yang dipasangi gelang identitas, hanya kurang dari 2.000 burung yang berhasil ditemukan kembali. Hal ini kontras dengan burung yang lebih besar, seperti angsa, yang lebih mudah dilacak lokasinya.

4. Punya teknik makan akrobatik

Burung Pine Siskin (commons.wikimedia.org/Rhododendrites)

Cara Pine Siskin mencari makan sangat lincah karena mereka aktif berpindah di antara pepohonan, semak, hingga tanaman liar. Dilansir laman Audubon, burung ini sangat mahir beratraksi dengan bergelantungan terbalik demi menjangkau biji-bijian yang sulit diraih. Meskipun makanan utamanya adalah biji pohon seperti spruce atau birch, mereka juga mengonsumsi tunas, nektar, hingga serangga seperti ulat dan kutu daun.

Kebiasaan unik lainnya adalah ketertarikan mereka pada garam. Mereka biasanya mencari makan dalam kelompok besar, bahkan selama musim bersarang, dan sering terlihat berbaur dengan kelompok burung goldfinch saat musim dingin tiba. Ketertarikan terhadap garam ini membuat Pine Siskin kerap mendatangi area yang tidak biasa, seperti tanah yang kaya mineral atau sisa garam di permukaan jalan.

5. Keunikan dalam proses bersarang dan perawatan telur

Burung Pine Siskin (commons.wikimedia.org/Matt MacGillivray)

Pine Siskin memiliki metode perlindungan yang sangat ketat terhadap telurnya agar tidak rusak oleh cuaca dingin. Masih dari laman Audubon, burung betina akan terus berada di dalam sarang selama masa inkubasi yang berlangsung sekitar 13 hari, sementara sang jantan bertugas menyuplai makanan sepenuhnya. Sarang mereka dibangun dengan sangat rapi menggunakan ranting, rumput, dan potongan kulit kayu, lalu dilapisi dengan lumut serta bulu hewan sebagai isolator panas.

Lokasi sarang biasanya tersembunyi dengan baik di dahan horizontal pohon konifer yang tinggi. Setelah telur menetas, sang betina tetap menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mendekap anak-anaknya agar tetap hangat sampai mereka cukup kuat untuk meninggalkan sarang pada usia dua minggu.

Itulah fakta unik mengenai Pine Siskin yang memiliki kemampuan bertahan hidup sangat tinggi di alam liar. Burung ini memiliki cara cerdik untuk bertahan, mulai dari menyimpan cadangan makanan di leher hingga mengatur suhu tubuhnya sendiri agar tidak mati kedinginan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team