balok aerogel berukuran 2 inci (commons.wikimedia/Rich Kaszeta)
Aerogel dimanfaatkan dalam dunia penerbangan. Dilansir dari NASA, tim Glenn tengah mengerjakan proyek NASA yang disebut Hypersonic Inflatable Aerodynamic Decelerator (HIAD). HIAD merupakan kendaraan yang masuk kembali ke atmosfer yang dapat mengembang, dilipat, dan disimpan di dalam kendaraan peluncur.
Sebelum memasuki atmosfer, HIAD dikembangkan dan menjadi kaku. Ini membantu pesawat ruang angkasa melambat, turun dengan aman, dan mendarat di Bumi, Mars, atau planet lain yang memiliki atmosfer. HIAD memungkinkan massa yang lebih besar dibawa melalui atmosfer dengan lebih lambat dan aman, serta mengurangi panas yang diterima kendaraan. HIAD ditutupi oleh Sistem Perlindungan Termal Fleksibel yang menggunakan aerogel sebagai isolator untuk melindungi muatan.
Sistem Perlindungan Termal Fleksibel menggunakan selimut isolasi aerogel dasar, yang dibuat oleh Aspen Aerogels. Peluncuran uji coba selanjutnya mencakup aerogel berbasis polimer film tipis baru sebagai peningkatan dibandingkan dengan isolasi dasar.
Tidak hanya itu, para insinyur NASA juga menggunakan salah satu material padat teringan di dunia untuk membangun antena yang dapat ditanamkan ke dalam badan pesawat, menciptakan solusi komunikasi yang lebih aerodinamis dan andal untuk drone dan pilihan transportasi udara masa depan lainnya.
Dikembangkan oleh NASA, antena aerogel ultra-ringan ini dirancang untuk memungkinkan komunikasi satelit di tempat-tempat dengan keterbatasan daya dan ruang. Aerogel ini terbuat dari plastik fleksibel berkinerja tinggi yang dikenal sebagai polimer. Desainnya memiliki kandungan udara yang tinggi (95%) dan menawarkan kombinasi bobot ringan dan kekuatan. Plastik ini dikenal karena sangat ringan dan kuat, bahkan plastik aerogel telah dimanfaatkan oleh NASA dalam urusan penerbangan.