Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Redwood Amerika, Pohon Raksasa yang Usianya Sangat Panjang

5 Fakta Redwood Amerika, Pohon Raksasa yang Usianya Sangat Panjang
Jalan membelah hutan redwood (pexels.com/Brig Dunsmore)
Intinya Sih
  • Redwood Amerika dikenal sebagai pohon tertinggi di dunia dengan tinggi lebih dari 350 kaki dan usia mencapai ribuan tahun, menjadikannya simbol ketahanan alam yang luar biasa.
  • Pohon ini tumbuh alami di jalur pesisir sempit California hingga Oregon, bergantung pada kabut pesisir yang menjaga kelembapan tanah dan menjadi sumber air penting bagi ekosistemnya.
  • Akar redwood saling terhubung untuk menopang batang raksasa, sementara hutan redwood menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna yang hidup dari lantai hutan hingga kanopi tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Redwood Amerika termasuk pohon yang paling mudah memunculkan rasa kagum karena ukuran batangnya dapat menjulang jauh di atas pepohonan lain. Pohon ini dikenal sebagai coast redwood atau Sequoia sempervirens, jenis redwood yang tumbuh alami di wilayah pesisir Pasifik Amerika Serikat. Keberadaannya membuat hutan redwood menjadi salah satu lanskap alam paling khas di bagian barat Amerika Utara.

Keunikan redwood tidak hanya terletak pada tinggi dan usia panjangnya. Pohon ini juga memperlihatkan hubungan erat antara kabut pesisir, akar yang saling terhubung, dan kehidupan lain yang tumbuh di dalam hutan. Dari ukuran raksasa hingga ekosistem kanopinya, berikut lima fakta redwood Amerika yang menarik untuk diketahui.

1. Redwood termasuk pohon tertinggi di dunia

Batang redwood
Batang redwood (pexels.com/Mike Krejci)

Menurut National Park Service, coast redwood memiliki batang lurus berwarna cokelat kemerahan yang dapat mencapai tinggi lebih dari 350 kaki. Ukuran tersebut membuat redwood dikenal sebagai pohon tertinggi di dunia. Dari permukaan tanah, pohon dewasa bahkan dapat memiliki diameter lebih dari 20 kaki.

National Park Service juga menjelaskan bahwa beberapa redwood tertua sudah menjadi bibit sekitar dua ribu tahun lalu. Usia sepanjang itu menunjukkan bahwa redwood dapat bertahan melewati perubahan lingkungan dalam rentang waktu yang sangat panjang. Kombinasi tinggi luar biasa dan usia tua inilah yang membuat redwood sering dipandang sebagai pohon raksasa yang istimewa.

2. Habitat alaminya berada di jalur pesisir yang sempit

Kabut di atas hutan redwood
Kabut di atas hutan redwood (unsplash.com/Dan Meyers)

Dilansir dari USDA Forest Service, sebaran alami redwood membentang dari dua rumpun di Sungai Chetco, Oregon barat daya, hingga Salmon Creek Canyon di Monterey County, California. Jalur ini membentuk sabuk pesisir yang panjangnya sekitar 724 kilometer. Lebarnya tidak terlalu besar karena umumnya hanya sekitar 8 sampai 56 kilometer dari pantai.

USDA Forest Service menjelaskan bahwa wilayah redwood memiliki iklim lembap. Suhu tahunannya bervariasi antara 10 hingga 16 derajat, sedangkan curah hujannya banyak terjadi pada musim dingin. Kabut musim panas bahkan disebut lebih penting dalam membatasi sebaran redwood karena membantu mengurangi kehilangan air dan menambah kelembapan tanah.

3. Kabut menjadi sumber air penting bagi redwood

Kabut dan cahaya di hutan redwood
Kabut dan cahaya di hutan redwood (unsplash.com/Zetong Li)

Menurut National Park Service, redwood dapat menyerap air dari kabut melalui bagian kanopinya. Pada musim panas yang kering, kabut dapat menyumbang hampir 40 persen dari pengambilan air redwood. Kelembapan dari kabut juga menetes ke lantai hutan dan membantu menjaga lingkungan sekitarnya tetap basah.

Melansir Save the Redwoods League, kabut pesisir terbentuk ketika air laut dingin bertemu udara hangat dan lembap di atas Samudra Pasifik. Kabut kemudian bergerak ke daratan dan tertangkap oleh tajuk redwood seperti jaring alami. Sebagian air diserap oleh daun, sedangkan sisanya jatuh ke tanah dan dapat dimanfaatkan oleh akar pohon.

4. Akarnya dangkal tetapi saling menopang

Lantai hutan, pakis, dan pangkal redwood
Lantai hutan, pakis, dan pangkal redwood (pexels.com/MICHAEL MCGARRY)

National Park Service menjelaskan bahwa redwood dewasa tidak memiliki akar tunggang. Akarnya hanya tumbuh sekitar 3 sampai 4 meter ke dalam tanah. Setelah itu, akar menyebar mendatar sejauh 20 sampai 27 meter dari batang.

Akar yang melebar membuat redwood dapat terhubung dengan akar redwood lain di dalam satu tegakan hutan. Jalinan akar tersebut membantu pohon tetap stabil meski batangnya sangat tinggi. Fakta ini menunjukkan bahwa ketahanan redwood tidak hanya berasal dari batang besar, tetapi juga dari struktur akar yang saling menopang di bawah permukaan tanah.

5. Hutan redwood menjadi rumah bagi banyak kehidupan

Ekosistem redwood
Ekosistem redwood (pexels.com/Robert So)

Dilansir dari National Park Service, hutan redwood tua dihuni berbagai tumbuhan dan hewan. Di bawah naungan pohon raksasa, terdapat pakis, semak, rhododendron, Douglas fir, western hemlock, tanoak, dan madrone. Kanopi redwood yang teduh dan lembap juga menjadi tempat bersarang burung terancam seperti spotted owl dan marbled murrelet.

National Park Service menjelaskan bahwa bahan organik yang tertahan di cabang redwood dapat terurai dan membentuk tanah di atas pohon. Dari tanah kanopi itu, dapat tumbuh hamparan pakis, semak, hingga pohon kecil ratusan kaki di atas permukaan tanah. Kondisi ini membuat redwood bukan hanya pohon besar, melainkan bagian dari ekosistem vertikal yang rumit.

Redwood Amerika memperlihatkan bagaimana satu jenis pohon dapat menyimpan banyak fakta besar sekaligus. Tingginya luar biasa, usianya sangat panjang, habitatnya bergantung pada iklim pesisir, dan hutannya menopang banyak kehidupan. Dari kabut sampai akar yang saling terhubung, redwood menunjukkan hubungan erat antara pohon, air, dan ekosistem hutan tua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More