Meski berada di bawah air selama bertahun-tahun, jejak keberadaan kota-kota tersebut masih dapat ditemukan hingga kini. Reruntuhan bangunan dan berbagai peninggalan yang tersisa membantu para peneliti mengungkap kisah di balik tenggelamnya kota-kota tersebut. Yuk, simak lima kota kuno yang tenggelam berikut ini.
5 Kota Kuno yang Tenggelam, Jejak Peradabannya Masih Bisa Ditemukan

- Lima kota kuno seperti Pavlopetri, Thonis-Heracleion, Port Royal, Shicheng, dan Dwarka pernah tenggelam akibat bencana alam atau aktivitas manusia namun masih menyimpan jejak peradaban penting.
- Penemuan reruntuhan dan artefak dari kota-kota tersebut membantu arkeolog memahami kehidupan masa lalu, mulai dari perdagangan Mesir kuno hingga tata kota Zaman Perunggu di Yunani.
- Meski terendam selama berabad-abad, peninggalan seperti bangunan, patung, dan struktur bawah laut tetap utuh sehingga menjadi sumber penelitian sejarah dan daya tarik arkeologi dunia.
Sejumlah kota kuno di berbagai belahan dunia pernah menjadi pusat kehidupan masyarakat pada masanya. Namun, akibat bencana alam, perubahan lingkungan, maupun faktor lainnya, beberapa di antaranya akhirnya tenggelam dan menghilang dari permukaan.
1. Pavlopetri

Pavlopetri merupakan kota kuno yang berada di lepas pantai Laconia, Yunani. Kota ini diperkirakan telah berusia sekitar 5.000 tahun dan sering disebut sebagai salah satu kota bawah laut tertua yang pernah ditemukan. Keberadaannya memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat pada masa awal peradaban di kawasan Mediterania.
Meski telah lama berada di bawah air, tata kota Pavlopetri masih dapat dikenali dengan cukup jelas. Para peneliti menemukan jejak jalan, bangunan, serta susunan permukiman yang menunjukkan bahwa kota ini pernah menjadi tempat tinggal yang terorganisasi dengan baik. Karena berasal dari periode Zaman Perunggu, Pavlopetri menjadi salah satu situs penting yang membantu para arkeolog memahami kehidupan dan perkembangan peradaban pada masa tersebut.
2. Thonis-Heracleion

Sebelum Alexandria berkembang menjadi kota pelabuhan utama Mesir, Thonis-Heracleion lebih dulu memegang peran penting sebagai gerbang perdagangan dari Laut Mediterania. Kapal-kapal yang datang dari berbagai wilayah singgah di kota ini untuk membawa dan menukar berbagai komoditas. Berkat letaknya yang strategis, Thonis-Heracleion tumbuh menjadi salah satu pusat perdagangan yang ramai pada masanya.
Namun, kota ini akhirnya tenggelam akibat kombinasi gempa bumi, banjir, dan penurunan tanah. Setelah menghilang selama berabad-abad, Thonis-Heracleion nyaris terlupakan dari sejarah hingga ditemukan kembali oleh arkeolog bawah laut pada awal tahun 2000-an. Penemuan berbagai artefak, seperti patung raksasa, reruntuhan kuil, dan prasasti kuno, membantu mengungkap kembali kisah kota pelabuhan yang pernah berjaya di Mesir kuno.
3. Port Royal

Pada abad ke-17, Port Royal di Jamaika dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan paling makmur di Karibia. Letaknya yang strategis membuat kota ini menjadi pusat perdagangan yang ramai sekaligus tempat berkumpulnya para bajak laut. Berkat aktivitas perdagangan yang berkembang pesat, Port Royal tumbuh menjadi salah satu kota terkaya di kawasan tersebut.
Namun, kejayaan itu berakhir pada tahun 1692 ketika gempa bumi besar mengguncang kota ini. Guncangan tersebut menyebabkan banyak bangunan runtuh dan sebagian wilayah Port Royal tenggelam ke laut dalam waktu singkat. Bencana ini menewaskan ribuan orang dan mengubah kota yang semula ramai menjadi porak-poranda. Hingga kini, peristiwa tersebut masih dikenang sebagai salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah Karibia.
4. Shicheng

Shicheng merupakan kota kuno di Tiongkok yang telah ada sejak masa Dinasti Han Timur. Selama berabad-abad, kota ini berkembang sebagai pusat politik, ekonomi, dan budaya di wilayah tersebut. Namun, berbeda dengan kota-kota lain yang tenggelam akibat bencana alam, Shicheng sengaja ditenggelamkan oleh pemerintah Tiongkok pada tahun 1959 saat pembangunan waduk untuk proyek pembangkit listrik tenaga air.
Kini, Shicheng berada di dasar Danau Qiandao atau Danau Seribu Pulau. Meski telah terendam selama puluhan tahun, banyak bangunan, gerbang, dan ukiran batu di kota ini masih bertahan dalam kondisi yang cukup baik. Karena keutuhan peninggalannya yang mengagumkan, Shicheng sering dijuluki sebagai "Atlantis dari Timur" dan menjadi salah satu kota tenggelam paling terkenal di dunia.
5. Dwarka

Dwarka merupakan kota yang sering dikaitkan dengan kisah Dewa Krishna dalam tradisi Hindu. Selama berabad-abad, kisah tentang kota ini terus diceritakan dalam berbagai naskah dan tradisi Hindu. Ketertarikan terhadap Dwarka semakin besar setelah para peneliti menemukan sejumlah struktur bawah laut di lepas pantai Gujarat, India, yang diduga berasal dari permukiman kuno.
Namun, hingga kini para peneliti masih berbeda pendapat mengenai temuan tersebut. Sebagian menganggap struktur itu bisa menjadi petunjuk tentang kota yang disebut dalam tradisi Hindu, sementara yang lain menilai bukti yang ada belum cukup kuat untuk memastikannya. Karena masih menyisakan banyak pertanyaan tentang usia dan asal-usulnya, Dwarka tetap menjadi salah satu misteri arkeologi yang menarik untuk diteliti.
Meski telah tenggelam selama ratusan hingga ribuan tahun, kota-kota kuno ini masih menyimpan jejak peradaban yang berharga. Dari Pavlopetri di Yunani hingga Dwarka di India, masing-masing memiliki kisah unik yang membantu kita memahami sejarah dan kehidupan manusia pada masa lalu.

















