Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Proses Domestikasi Hewan Peliharaan, Hewan Liar jadi Sahabat Manusia

Kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Tom Fisk)
Intinya sih...
  • Anjing adalah hewan pertama yang dijinakkan sekitar 15.000-40.000 tahun lalu dari serigala purba
  • Kucing dijinakkan sekitar 10.000 tahun lalu karena membantu mengendalikan hama tikus di pemukiman manusia
  • Proses domestikasi melibatkan seleksi alam, seleksi buatan, dan perubahan genetik pada hewan peliharaan lain seperti marmut, ikan mas, kelinci, burung beo, dan hamster
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak ribuan tahun yang lalu, hewan peliharaan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Mereka bukan sekadar teman bermain atau penjaga rumah, tetapi juga hasil dari proses panjang yang disebut domestikasi. Proses domestikasi hewan peliharaan mengubah hewan liar menjadi makhluk yang lebih jinak, mudah beradaptasi, dan bisa hidup berdampingan dengan manusia.

Perjalanan ini tidak terjadi dalam semalam. Ini berlangsung selama ribuan tahun, melalui seleksi alam, pembiakan terarah, dan hubungan saling menguntungkan antara manusia dan hewan. Lantas, bagaimana proses domestikasi hewan peliharaan terjadi? Berikut penjelasannya!

1. Anjing sebagai pelopor domestikasi

Domestikasi diperkirakan dimulai sekitar 15.000 hingga 40.000 tahun yang lalu. Hewan pertama yang dijinakkan adalah anjing. Secara genetik, anjing modern berasal dari serigala purba yang hidup di sekitar perkemahan manusia. Serigala yang berani mendekati manusia untuk mencari sisa makanan membentuk hubungan yang disebut komensalisme, yaitu hubungan yang saling menguntungkan. Serigala yang tidak agresif dan lebih ramah memiliki peluang hidup lebih tinggi karena mendapat akses makanan dan perlindungan.

Lama-kelamaan, manusia mulai memilih anak serigala yang paling jinak untuk dipelihara. Dari sinilah muncul perubahan fisik dan perilaku seperti rahang yang lebih kecil, telinga terkulai, serta sifat yang lebih sosial. Ciri-ciri ini dikenal sebagai “domestication syndrome”, yang juga muncul pada spesies lain yang dijinakkan.

2. Kucing yang datang karena pertanian

Jika anjing dijinakkan sejak era prasejarah, kucing menyusul sekitar 10.000 tahun lalu. Domestikasi kucing berkaitan erat dengan munculnya pertanian.

Kucing liar Afrika, yaitu Felis silvestris lybica, tertarik mendekati pemukiman manusia karena banyak tikus yang menggerogoti persediaan gandum. Manusia pun mentoleransi kehadiran mereka karena membantu mengendalikan hama.

Berbeda dengan anjing, kucing lebih banyak “menjinakkan diri sendiri”. Hubungan kucing dengan manusia berkembang secara alami, tanpa banyak campur tangan awal. Pada masa Mesir Kuno sekitar 1600 SM, kucing bahkan dipuja dan dibiakkan dengan selektif untuk pola bulu tertentu.

Hingga kini, kucing rumahan masih mempertahankan kelincahan dan naluri berburu seperti leluhurnya. Akan tetapi, kucing modern memiliki temperamen yang lebih tenang karena ribuan tahun hidup berdampingan dengan manusia.

3. Bagaimana proses domestikasi terjadi

Anjing
ilustrasi anjing (pexels.com/Jay Corder)

Ada beberapa mekanisme utama dalam proses domestikasi hewan peliharaan:

1. Seleksi alam
Hewan yang lebih berani dan tidak terlalu takut pada manusia memiliki peluang bertahan hidup lebih besar. Mereka mendapat akses makanan dan perlindungan.

2. Seleksi buatan (selective breeding)
Manusia mulai memilih hewan dengan sifat tertentu. Pada anjing, misalnya, dipilih yang pandai menggembala atau berburu. Pada kucing, dipilih yang efektif menangkap tikus atau memiliki pola bulu menarik.

3. Perubahan genetik
Perubahan pada sel puncak saraf (neural crest cells) memengaruhi bentuk tengkorak, ukuran otak, tingkat agresivitas, dan pola reproduksi. Inilah yang menyebabkan perubahan fisik dan perilaku pada hewan domestik.

Eksperimen terkenal oleh ilmuwan Rusia, Dmitry Belyaev, pada tahun 1950-an membuktikan hal ini. Ia menyeleksi rubah paling jinak selama sekitar 40 generasi. Hasilnya, rubah-rubah tersebut menunjukkan sifat seperti anjing: lebih ramah, telinga terkulai, dan bahkan menggoyangkan ekor.

4. Hewan peliharaan lain yang didomestikasi

Selain anjing dan kucing, beberapa hewan lain juga mengalami proses domestikasi:

  • Marmut didomestikasi di Amerika Selatan sekitar 5000 SM, awalnya untuk sumber pangan.
  • Ikan mas hias berasal dari seleksi panjang ikan karper Prusia di Tiongkok lebih dari 1.000 tahun lalu, dipilih karena warna cerahnya.
  • Kelinci dijinakkan di Prancis sekitar abad ke-7 untuk daging dan bulu, lalu berkembang menjadi hewan peliharaan populer pada abad ke-19.
  • Burung beo, hamster, dan berbagai ikan hias menjadi populer dalam beberapa abad terakhir melalui penangkaran dan pembiakan selektif.

5. Dampak domestikasi di era modern

Saat ini terdapat lebih dari 500 ras anjing dan berbagai jenis kucing hasil pembiakan intensif. Namun, seleksi yang terlalu fokus pada estetika terkadang memunculkan masalah kesehatan, seperti displasia pinggul pada anjing atau penyakit ginjal polikistik pada kucing Persia.

Di sisi lain, manfaat hewan peliharaan bagi manusia sangat besar. Mereka membantu mengurangi stres, meningkatkan kesehatan mental, dan memberikan rasa companionship yang sulit digantikan.

Kini, praktik pembiakan modern semakin menekankan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan. Tes genetik digunakan untuk mengurangi risiko penyakit bawaan dan menjaga kualitas hidup hewan peliharaan.

Proses domestikasi hewan peliharaan adalah bukti nyata bagaimana manusia dan hewan dapat membentuk hubungan yang saling menguntungkan selama ribuan tahun. Dari predator liar menjadi sahabat setia, perjalanan ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh manusia terhadap alam. Domestikasi bukan hanya tentang menjinakkan hewan, tetapi juga tentang membangun kemitraan yang terus berkembang hingga hari ini. 

Referensi

Bite Size. Diakses pada Februari 2026. How Were Our Favourite Animals Domesticated? A Brief History of Pets
Britannica Kids. Diakses pada Februari 2026. Domesticated Animal 
Journal of Young Investigators. Diakses pada Februari 2026. Our Furry Friends: the History of Animal Domestication
National Geographic. Diakses pada Februari 2026. Domesticated Animals, Explained

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Apa Itu Munggahan yang Dilakukan Menjelang Ramadan?

18 Feb 2026, 08:13 WIBScience