Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Nautilus, Hewan Cantik yang Bertahan sejak Zaman Purba

potret nautilus
potret nautilus (commons.wikimedia.org/Manuae)
Intinya sih...
  • Nautilus dikenal sebagai "fosil hidup" karena telah bertahan selama ratusan juta tahun dengan bentuk yang hampir tidak berubah.
  • Cangkang nautilus bekerja seperti kapal selam, membantu hewan ini bergerak di dalam air dengan mengatur keseimbangan antara gas dan cairan.
  • Meski terlihat sangat berbeda, nautilus sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan gurita sebagai kelompok sefalopoda.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di antara beragam makhluk laut, nautilus menempati posisi yang cukup istimewa. Hewan bercangkang ini dikenal karena bentuknya yang indah dan simetris, namun lebih dari itu, nautilus merupakan salah satu spesies yang telah bertahan sejak zaman purba. Keberadaannya hingga kini menjadikan nautilus sebagai saksi hidup perjalanan panjang evolusi di lautan.

Tidak hanya memiliki nilai estetika, nautilus juga menyimpan berbagai keunikan dari sisi biologis dan cara hidupnya. Mulai dari struktur cangkang yang berfungsi dengan cerdas hingga kondisi populasinya yang semakin rentan, setiap aspek dari hewan ini menarik untuk dipahami lebih jauh. Yuk, simak lima fakta unik tentang nautilus berikut ini.

1. Dijuluki “fosil hidup”

potret fosil nautilus dan nautilus modern dengan bentuk cangkang yang nyaris tak berubah (unsplash.com/David Clode)
potret fosil nautilus dan nautilus modern dengan bentuk cangkang yang nyaris tak berubah (unsplash.com/David Clode)

Nautilus dikenal sebagai “fosil hidup” karena telah bertahan selama ratusan juta tahun dengan bentuk yang hampir tidak berubah. Hewan laut ini diperkirakan sudah ada sejak sekitar 500 juta tahun lalu, jauh sebelum dinosaurus muncul. Nautilus berhasil bertahan dari berbagai perubahan besar di bumi, termasuk kepunahan massal yang menyebabkan banyak spesies purba lainnya menghilang.

Julukan tersebut muncul karena struktur tubuh dan cara hidup nautilus modern masih sangat mirip dengan nenek moyangnya. Cangkang spiral yang khas dan pola hidupnya tetap bertahan sebagai desain yang efektif sejak zaman purba. Hal ini menjadikan nautilus sebagai salah satu contoh nyata bagaimana makhluk hidup dapat bertahan dalam waktu yang sangat panjang tanpa mengalami perubahan besar.

2. Cangkangnya bekerja seperti kapal selam

potret nautilus yang dapat naik dan turun di air berkat sistem pada cangkangnya
potret nautilus yang dapat naik dan turun di air berkat sistem pada cangkangnya (pixabay.com/sandrine RONGÈRE)

Cangkang nautilus tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga berperan penting dalam membantu hewan ini bergerak di dalam air. Di dalam cangkangnya terdapat ruang-ruang kecil yang disebut bilik, yang dapat diisi oleh gas dan cairan. Dengan mengatur keseimbangan antara gas dan cairan tersebut, nautilus mampu mengontrol daya apung tubuhnya, sehingga dapat naik atau turun di kolom air tanpa perlu banyak bergerak.

Cara kerja ini mirip dengan sistem tangki pemberat pada kapal selam modern. Ketika jumlah cairan di dalam cangkang dikurangi, tubuh nautilus menjadi lebih ringan dan dapat naik ke kedalaman yang lebih dangkal. Sebaliknya, ketika cairan ditambah, berat tubuhnya meningkat dan ia bisa menyelam lebih dalam. Mekanisme alami ini memungkinkan nautilus bergerak secara efisien dan bertahan hidup di berbagai kedalaman laut selama jutaan tahun.

3. Masih satu keluarga dengan gurita

potret tentakel nautilus, ciri khas sefalopoda yang juga dimiliki gurita
potret tentakel nautilus, ciri khas sefalopoda yang juga dimiliki gurita (commons.wikimedia.org/Hans Hillewaert)

Meski terlihat sangat berbeda, nautilus sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan gurita. Keduanya sama-sama termasuk kelompok sefalopoda, sehingga sering disebut sebagai “sepupu” satu sama lain. Kesamaan ini dapat dilihat dari struktur dasar tubuhnya, seperti tentakel yang mengelilingi kepala serta mulut berbentuk paruh yang digunakan untuk memecah makanan.

Perbedaannya terlihat pada bentuk tentakel dan keberadaan cangkang. Nautilus memiliki puluhan tentakel tanpa alat penghisap yang dilapisi zat lengket untuk menangkap mangsa, sementara gurita mengandalkan tentakel dengan penghisap yang kuat. Selain itu, nautilus tetap mempertahankan cangkang keras sebagai pelindung tubuhnya, menjadikannya satu-satunya kerabat gurita yang masih membawa ciri fisik purba hingga saat ini.

4. Berkembang biak sangat lambat

potret nautilus, hewan purba yang berkembang biak sangat lambat
potret nautilus, hewan purba yang berkembang biak sangat lambat (unsplash.com/Shaun Low)

Nautilus dikenal sebagai hewan laut yang berkembang biak dengan sangat lambat. Dibandingkan sefalopoda lain, nautilus membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai kematangan seksual, yaitu sekitar 10 hingga 15 tahun. Proses perkawinannya pun berlangsung perlahan, di mana jantan memindahkan sperma ke tubuh betina menggunakan lengan khusus. Setelah itu, betina hanya menghasilkan sedikit telur yang dikeluarkan satu per satu.

Telur nautilus berukuran besar dan memiliki lapisan pelindung yang kuat, kemudian ditempelkan pada permukaan keras di dasar laut. Proses penetasannya pun memakan waktu lama, sekitar 9 hingga 12 bulan. Siklus reproduksi yang lambat ini membuat nautilus sulit menambah populasi dengan cepat, sehingga jumlahnya mudah menurun jika terjadi gangguan atau eksploitasi berlebihan.

5. Cantik, tapi justru terancam

potret nautilus, hewan purba yang keberadaannya semakin terancam
potret nautilus, hewan purba yang keberadaannya semakin terancam (commons.wikimedia.org/Profberger)

Nautilus dikenal karena cangkangnya yang indah dengan bentuk spiral yang simetris. Keindahan ini sejak lama menarik perhatian manusia dan sering dijadikan benda koleksi, hiasan, atau suvenir. Namun, ketertarikan tersebut justru menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup nautilus, karena pengambilan cangkang secara berlebihan menyebabkan penurunan populasi di beberapa wilayah laut.

Ancaman lain datang dari kerusakan habitat laut serta perubahan lingkungan. Di sisi lain, nautilus memiliki pertumbuhan dan reproduksi yang sangat lambat, sehingga populasinya sulit pulih ketika jumlahnya menurun. Karena itu, berbagai upaya konservasi mulai dilakukan, termasuk pembatasan perdagangan internasional dan perlindungan habitat, agar hewan laut purba ini tetap dapat bertahan di alam.

Dari julukan fosil hidup hingga ancaman kepunahan yang mengintai, nautilus membuktikan bahwa keindahan dan keunikan tidak selalu berjalan seiring dengan keamanan. Hewan laut purba ini bukan hanya menarik untuk dikagumi, tetapi juga penting untuk dipahami dan dilindungi. Melalui lima fakta tadi, nautilus mengingatkan kita bahwa makhluk yang telah bertahan jutaan tahun pun tetap bisa rapuh jika tidak dijaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Nautilus, Hewan Cantik yang Bertahan sejak Zaman Purba

09 Feb 2026, 17:49 WIBScience