5 Reptil yang Hidup di Daerah Dingin, Punya Adaptasi Menarik

- Beberapa reptil mampu hidup di daerah dingin dengan adaptasi unik, seperti hibernasi, kemampuan menggali tanah, hingga bertahan di ketinggian ekstrem.
- Beludak lintang utara, snow swift, kura-kura berwarna, kadal pagar barat, dan boa karet menjadi contoh spesies yang menyesuaikan diri dengan suhu rendah.
- Adaptasi mereka mencakup perubahan perilaku dan fisiologi untuk menghadapi tantangan suhu ekstrem, predator, serta keterbatasan makanan di habitat dingin.
Daerah tropis yang hangat menjadi rumah ideal bagi reptil. Semua kebutuhan reptil bisa terpenuhi di daerah tropis, entah itu makanan, tempat berkembang biak, hingga area persembunyian. Menariknya, ada beberapa reptil yang hidup di daerah dingin, lho. Mereka juga mengembangkan berbagai adaptasi untuk menahan suhu ekstrem dan kondisi yang kurang ideal.
Salah satunya tercermin dari kura-kura berwarna yang akan berhibernasi pada musim dingin. Adapun, snow swift mampu hidup di pegunungan yang tingginya mencapai 5,400 mdpl. Beberapa spesies ular seperti beludak lintang utara dan boa karet juga mampu bertahan di padang rumput yang tinggi. Mau tahu gimana kehidupan mereka di tempat dingin? Yuk, ulik bersama di bawah ini.
1. Beludak lintang utara punya bisa mematikan

Ular sepanjang 55-104 centimeter ini merupakan spesies berbisa tinggi. Dilansir Animal Diversity Web, Vipera berus atau beludak lintang utara memang jarang menggigit, tetapi gigitannya sangat menyakitkan, berbahaya, dan mampu melumpuhkan. Setiap tahunnya lebih dari 1,000 kasus gigitan disebabkan oleh ular ini dan 12 persen di antaranya berakhir di rumah sakit.
Ia merupakan spesies endemik Euarasia yang bisa ditemukan di di Prancis, Inggris, hingga Korea. Habitatnya mencakup padang rumput dan area terbuka yang lembap. Pegunungan dengan ketinggian mencapai 3,000 meter di atas permukaan laut juga bisa dihuni oleh ular ini. Di habitat aslinya beludak lintang utara kerap bersembunyi di semak-semak dan akan memangsa reptil serta mamalia kecil.
2. Snow swift bisa hidup di ketinggian 5400 mdpl
Liolaemus tacnae atau snow swift merupakan reptil dengan habitat tertinggi di dunia. Artikel di jurnal Herpetozoa menjelaskan kalau kadal ini mampu hidup di pegunungan bersalju yang ketinggiannya mencapai 5,400 meter di atas permukaan laut. Penemuan tersebut pertama kali tercatat pada 2020 saat ada pendaki yang menemukan seekor kadal di Gunung Chachani, Peru.
Snow swift menghuni pegunungan berbatu yang minim akan vegetasi dan sumber air. Di sekelilingnya hanya bisa ditemukan bebatuan, salju, dan lubang yang berlimpah. Sayangnya, penelitian terhadap snow swift masih cukup minim. Hal tersebut membuat peneliti belum terlalu memahami bagaimana dan mengapa snow swift bisa hidup di pegunungan tinggi dengan suhu dingin nan ekstrem.
3. Kura-kura berwarna berhibernasi di musim dingin

Dilansir The Reptile Database, Chrysemys picta atau kura-kura berwarna hanya bisa ditemukan di tiga negara, yaitu Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Di tiga negara tersebut, kura-kura ini kerap dijumpai di area lembap seperti hutan, rawa, kolam, dan danau. Ia sangat khas dengan tubuh datar, badan gelap, dan corak garis jingga kemerahan. Panjangnya mencapai 25 centimeter dengan bobot maksimal 500 gram.
Kura-kura berwarna hidup di wilayah subtropis yang memiliki banyak musim, salah satunya musim dingin. Saat musim dingin melanda, perairan akan membeku dan suhu turun hingga 6 °C. Nah, kura-kura berwarna akan melakukan hibernasi demi menanggulangi hal tersebut. Kura-kura berwarna akan berhibernasi dengan cara menggali tanah, masuk ke dasar perairan, atau bersembunyi di sela-sela kayu.
4. Kadal pagar barat berubah akibat urbanisasi

Kadal pagar barat menghuni wilayah Amerika Utara, jadi ia sudah terbiasa dengan hawa dingin khas benua tersebut. Dilansir Animalia, hewan dengan nama ilmiah Sceloporus occidentalis ini menghuni tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ia mampu hidup di semak-semak, hutan, area berkayu, rerumputan, pemukiman, hingga pegunungan setinggi 3,000 mdpl.
Kadal pagar barat tak memiliki strategi khusus untuk menghadapi suhu dingin. Secara umum, ia hanya akan mengungsi atau bersembunyi di tempat hangat saat suhu sudah menurun secara drastis. Justru, kehidupannya lebih terdampak oleh urbanisasi. Urbanisasai mengubah kebiasaan sampai fisiologinya. Kakinya memendek dan jumlah sisiknya berkurang akibat urbanisasi.
5. Boa karet merupakan ular tidak berbisa

Di Amerika Serikat hidup satu spesies ular tidak berbisa bernama boa karet (Charina bottae). Dilansir iNaturalist, boa karet merupakan spesies sepanjang 38-84 centimeter yang bisa ditemukan hingga ketinggian 3,000 mdpl. Ular ini mengandalkan kemampuan menggalinya untuk masuk ke dalam tanah dan menghindari hawa dingin, khususnya pada musim salju. Seperti namanya, ular ini punya kulit lentur seperti karet yang memudahkannya melilit mangsa. Lebih lanjut, beberapa mangsanya adalah hewan pengerat, celurut, salamander, burung, kadal, telur, dan ular lain yang lebih kecil.
Berbagai reptil yang hidup di daerah dingin tak perlu bulu tebal untuk melindungi tubuh. Sebaliknya, mereka mengembangkan adaptasi yang secara khusus dirancang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hidup di daerah dingin juga tak selamanya mudah. Mereka harus menghadapi banyak tantangan, entah terkait suhu, predator, hingga keterbatasan makanan.


















