ilustrasi ikan sapu-sapu (unsplash.com/Indula Chanaka)
Pengendalian populasi dapat dilakukan melalui penangkapan intensif atau eradikasi lokal di wilayah tertentu. Di sisi lain, pemanfaatan spesies invasif sebagai bahan baku pakan, pupuk, atau produk industri dinilai dapat menjadi solusi tambahan untuk menekan populasinya.
Secara strategis, pengendalian spesies invasif perlu dilakukan dalam dua horizon waktu. Dalam jangka pendek (1–2 tahun), langkah yang dapat diambil meliputi monitoring rutin, identifikasi habitat, penangkapan massal, edukasi masyarakat, serta eksplorasi pemanfaatan alternatif.
Sedangkan dalam jangka panjang (3–10 tahun), diperlukan upaya lebih sistematis seperti restorasi habitat, peningkatan kualitas air, reintroduksi ikan lokal, penguatan regulasi, riset lanjutan, serta kolaborasi multipihak.
Triyanto menegaskan, tanpa intervensi yang terencana dan berkelanjutan, invasi spesies asing berpotensi mengancam keberlanjutan sumber daya perairan darat Indonesia.
“Ini bukan sekadar isu keanekaragaman hayati, tetapi juga menyangkut ketahanan ekosistem dan sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada perairan,” sebutnya