Comscore Tracker

Penjelasan Mengenai Erupsi Berserta Tipe-tipenya

Proses keluarnya material dari perut bumi berdampak besar

Peristiwa erupsi gunung berapi mungkin sudah tidak asing lagi, mengingat Negara Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung api yang aktif. Karena hal itu, kamu mungkin akan bertanya-tanya lebih dalam mengenai apa itu erupsi.

Gunung berapi sering diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan bentuknya, tetapi bisa juga diklasifikasikan berdasarkan erupsinya. Artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu erupsi dan tipe-tipenya.

1. Apa itu erupsi?

Penjelasan Mengenai Erupsi Berserta Tipe-tipenyaIlustrasi Gunung Merapi Erupsi. Twitter.com/BPPTKG

Erupsi merupakan suatu proses pelepasan material dari gunung berapi seperti lava, gas, abu, dan lain sebagainya ke atmosfer bumi atau permukaan bumi dalam jumlah yang tidak menentu. Erupsi terjadi ketika magma di dalam perut bumi mengalami aktivitas untuk berusaha keluar ke permukaan bumi.

Secara umum, proses erupsi dapat dibedakan menjadi dua macam yakni erupsi eksplosif dan erupsi efusif. Berikut adalah penjelasannya:

  • Erupsi eksplosif, ini merupakan proses keluarnya magma dan material lainnya dari perut bumi yang disertai tekanan kuat sehingga menimbulkan letusan dan dentuman keras. Salah satu contoh terjadinya erupsi eksplosif adalah peristiwa erupsi Gunung Krakatau.
  • Erupsi efusif, ini merupakan proses keluarnya magma dari perut bumi yang berbentuk lelehan lava. Erupsi eksplosif terjadi akibat adanya tekanan gas yang tidak terlalu kuat sehingga magma dan lava yang keluar akan mengalir ke lereng gunung. Salah satu contoh terjadinya erupsi efusif adalah peristiwa erupsi Gunung Merapi.

Baca Juga: Proses Erupsi Gunung Berapi, Termasuk Semeru dan Anak Krakatau

2. Proses terjadinya erupsi

Penjelasan Mengenai Erupsi Berserta Tipe-tipenyaErupsi Gunung Api Sinabung, Karo, Sumatra Utara, Minggu (23/8/2020) pukul 07.44 WIB. (Istimewa)

Erupsi terjadi karena tekanan gas yang sangat kuat dari dalam perut bumi, sehingga mendorong magma untuk keluar. Akibat tekanan gas, magma akan bergerak naik secara perlahan.

Magma tersebut akan melelehkan batuan yang berada di sekitarnya dan kemudian terjadilah penumpukan magma dalam gunung tersebut. Tekanan yang berasal dari dalam bumi akan semakin besar karena magma tadi terhambat oleh lapisan batuan padat atau litosfer yang sangat sulit untuk ditembus.

Karena tekanan yang sangat kuat, maka di tempat tersebut tersimpan tenaga yang sangat kuat juga sehingga lapisan batuan di sekitarnya perlahan rapuh dan retak. Dari celah retakan inilah nantinya magma akan menjalar keluar ke permukaan bumi.

Magma yang menjalar ini akan melelehkan saluran retakan tadi sehingga akan membentuk saluran batu yang disebut sebagai pipa kepundan. Ketika lapisan batuan sudah tidak dapat membendung tenaga yang kuat, maka akan terjadi ledakan dan semburan. Ketika magma tersebut berhasil keluar ke permukaan bumi, proses inilah yang kemudian disebut sebagai erupsi.

3. Tipe erupsi berdasarkan sumbernya

Penjelasan Mengenai Erupsi Berserta Tipe-tipenyapixabay. com

Erupsi gunung berapi dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis. Klasifikasi yang pertama ialah berdasarkan sumber erupsinya. Berikut adalah tipe-tipe erupsi tersebut:

  1. Erupsi pusat, merupakan erupsi yang keluar melalui kawah utama.
  2. Erupsi samping, merupakan erupsi yang keluar dari lereng tubuh gunung.
  3. Erupsi celah, merupakan erupsi yang muncul pada retakan atau sesar yang dapat memanjang sampai beberapa kilometer.
  4. Erupsi eksentrik, merupakan erupsi samping tetapi magma yang keluar bukan dari kepundan pusat yang menyimpang ke samping, melainkan langsung dari dapur magma melalui kepundan tersendiri.

Selain berdasarkan sumbernya, tipe-tipe erupsi juga bisa diklasifikasikan berdasarkan kekuatannya.

4. Tipe erupsi berdasarkan kekuatannya

Penjelasan Mengenai Erupsi Berserta Tipe-tipenyailustrasi tipe erupsi (Pixabay.com/doctor-a)

Erupsi gunung berapi memiliki tipe-tipe letusan berdasarkan kekuatannya. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah tipe-tipenya:

  • Tipe Hawaiian, diambil dari kata Hawaii, sebuah pulau vulkanik di Samudra Pasifik. Erupsi tipe ini akan mengeluarkan aliran lava cair dalam waktu yang cukup lama. Gunung dengan erupsi jenis ini memiliki bentuk perisai, yakni tubuh gunung lebih besar dari tingginya. Contoh gunung tipe hawaiian adalah Gunung Kilauea di Hawaii, Amerika.
  • Tipe Strombolian, diambil dari kata Stromboli, sebuah gunung di Italia. Erupsi tipe ini akan mengeluarkan letusan-letusan kecil dan melontarkan material-material yang jatuh di kawah. Tubuh dan lereng gunung ini tersusun dari batuan yang dilontarkan saat erupsi.
  • Tipe Vulcanian, diambil dari kata vulcano, yakni sebuah gunung api di Italia. Erupsi tipe ini berupa erupsi eksplosif yang mengeluarkan asap yang membumbung tinggi dan melebar menyerupai cendawan. Asap yang keluar tersebut menmbawa abu dan pasir yang kemudian menyebabkan hujan abu dan pasir.
  • Tipe Merapi, erupsi tipe ini merupakan letusan yang sering terjadi di Indonesia. Skala dari letusan ini tergantung dari tingkat tekanan dari dalam perut bumi. Salah satu dampak erupsi tipe ini adalah kerusakan lingkungan.
  • Tipe Pelean, diambil dari kata Palee, sebuah gunung di pulau Karibia. Erupsi tipe ini biasa terjadi apabila terdapat penyumbatan di kawah bagian puncak gunung berapi yang bentuknya seperti jarum. Penyumbatan akan menyebabkan tekanan gas bertambah besar dan apabila penyumbatan di kawah tidak kuat lagi untuk menahan, maka gunung akan meletus.
  • Tipe Plinian, erupsi tipe ini merupakan letusan eksplosif yang menghasilkan gumpalan abu yang memanjang dan menyebar sehingga menyerupai bentuk payung. Letusan besar ini juga akan menghasilkan endapan abu yang akan menyebar secara luas.
  • Tipe Sint Vincent, erupsi tipe ini akan menyebabkan daerah sekitar gunung terkena lahar panas. Hal itu terjadi karena lelehan lava yang bercampur dengan air danau kawah tumpah secara bersamaan.

5. Material yang keluar saat erupsi

Penjelasan Mengenai Erupsi Berserta Tipe-tipenyailustrasi material yang keluar saat erupsi (unsplash.com/Marc Szeglat)

Saat terjadinya erupsi gunung berapi, tentunya akan mengeluarkan material-material yang berasal dari dalam perut gunung. Adapun material-material tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Gas vulkanik, adalah gas karbon monoksida, karbon dioksida, sulfur dioksida, hidrogen sulfida dan nitrogen yang sangat membahayakan bagi manusia.
  • Lava, ada dua jenis lava yang keluar, yaitu lava encer dan lava kental. Lava encer akan keluar mengalir ke aliran sungai, sedangkan lava kental akan membeku di dekat sumber keluarnya.
  • Lahar, merupakan aluran material vulkanik yang biasanya berupa campuran pasir, baru dan kerikil.
  • Hujan abu, merupakan material halus yang telah disemburkan ke udara. Abu vulkanik ini juga berbahaya untuk pernafasan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Awan panas, merupakan material yang mengalir dari puncak gunung yang bentuknya bergulung seperti awan. Awan panas ini bisa menyebabkan kematian apabila terkena manusia dan hewan, bahkan bisa merubuhkan bangunan.

Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu erupsi dan tipe-tipe erupsi. Pada intinya, erupsi gunung berapi dapat berdampak besar pada berbagai hal.

Penulis: Alya Madani

Baca Juga: 6 Misteri Gunung Sinabung yang Sering Diceritakan, Fakta atau Mitos?

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Fatkhur Rozi

Berita Terkini Lainnya