Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Spesies Kelinci Terbesar di Dunia, Bobotnya Hingga 9 Kilogram!

Flemish giant (commons.wikimedia.org/Eponimm)
Flemish giant (commons.wikimedia.org/Eponimm)

Kelinci memang dikenal akan penampilannya yang menggemaskan. Mamalia ini memiliki ciri khas telinga panjang serta bulu yang halus dan lebat. Beberapa dari spesies kelinci ada yang bertubuh besar.

Bahkan ukurannya bisa menyamai seekor anak anjing, lho. Mereka mampu mencuri perhatian banyak orang karena bentuknya yang terlihat mencolok. Yuk, intip lima spesies kelinci terbesar di dunia, dilansir dari laman Petkeen dan Animalcorner.

1. Flemish giant

Flemish giant (commons.wikimedia.org/Lithonius)
Flemish giant (commons.wikimedia.org/Lithonius)

Flemish giant merupakan spesies kelinci yang berasal dari wilayah Belgia. Dilansir dari laman Petkeen, bobot seekor flemish giant dewasa bisa mencapai 20 pon atau setara 9.1 kilogram. Oleh karena itu mereka dinobatkan sebagai spesies kelinci terbesar di dunia. 

Mamalia ini mempunyai tujuh varian warna yaitu cokelat, abu-abu, dan putih. Pada abad ke-16, flemish giant dikembangbiakkan oleh para peternak untuk diambil bulu dan dagingnya.

2. Continental giant

Continental giant (commons.wikimedia.org/Radoslaw)
Continental giant (commons.wikimedia.org/Radoslaw)

Continental giant dikenal akan stamina tubuhnya yang sangat besar. Mereka juga memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Hal ini yang membuat continental giant bisa diberikan berbagai macam pelatihan serta trik-trik tertentu.

Seekor continental giant mampu tumbuh hingga berat mencapai 7.5 kilogram. Bulu mereka memiliki tekstur yang sangat lembut dengan intensitas yang lebat.

3. Blanc de bouscat

Blanc de bouscat (commons.wikimedia.org/Lionel Allorge)
Blanc de bouscat (commons.wikimedia.org/Lionel Allorge)

Daya tarik utama dari blanc de bouscat adalah matanya yang berwarna merah. Kelinci ini rata-rata mempunyai berat 6.5 kilogram. Untuk membedakan jenis kelamin, ukuran blanc de bouscat betina lebih besar ketimbang jantan. 

Blanc de bousca dikenal akan penampilannya yang indah karena tubuhnya ditutupi bulu berwarna putih bersih. Dengan begitu, mereka sangat mudah mencuri perhatian banyak orang. Spesies kelinci ini pun memiliki sifat yang tenang terutama saat didekati manusia.

4. Spanish giant

Spanish giant (commons.wikimedia.org/Manel PV)
Spanish giant (commons.wikimedia.org/Manel PV)

Mendengar namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa spanish giant berasal dari wilayah Spanyol. Populasi mereka sempat dinyatakan hampir punah karena kelinci ini sering diburu untuk dikonsumsi. Namun, pada 2009 pemerintah Spanyol berusaha keras untuk menstabilkan populasinya.

Spanish giant memiliki sistem reproduksi yang terbilang cepat. Sang betina mampu melahirkan sebanyak 16 anak sepanjang hidupnya. Ciri khas fisik yang dapat kamu lihat pada spanish giant di antaranya tubuh besar serta telinga panjang tegak.

5. Checkered giant

Checkered giant (commons.wikimedia.org/Benny Mazur)
Checkered giant (commons.wikimedia.org/Benny Mazur)

Checkered giant memiliki pergerakan yang sangat lincah. Mereka dapat dijadikan sebagai hewan peliharaan terbaik. Dilansir laman Animalcorner, ciri khusus yang dapat dilihat pada checkered giant adalah lingkaran berwarna hitam di sekitar mata.

Di samping itu, terdapat juga corak berbentuk kupu-kupu di hidungnya. Checkered giant mampu bertahan hidup hingga usia 10 tahun. Dengan berat badan mencapai 6 kilogram, membuatnya masuk dalam daftar spesies kelinci terbesar di dunia.

Deretan spesies kelinci terbesar ini sangat cocok dipelihara bagi kamu yang memiliki pekarangan rumah luas. Tingkah lakunya yang menggemaskan, menjadi daya tarik utama dari hewan bertelinga panjang ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mayang Ulfah Narimanda
Hella Pristiwa
Mayang Ulfah Narimanda
EditorMayang Ulfah Narimanda
Follow Us