5 Fakta Taipan Gurun Barat, Ular Berbahaya yang Jarang Ditemukan

Kalau membicarakan ular taipan (genus Oxyuranus), kita mungkin lebih akrab dengan dua spesies utamanya, yakni taipan pedalaman (Oxyuranus microlepidotus) dan taipan pesisir (Oxyuranus scutellatus). Padahal, sejak tahun 2007, ada satu spesies ular taipan lain yang teridentifikasi dan diberi nama taipan gurun barat atau central ranges taipan (Oxyuranus temporalis). Tim peneliti yang terdiri atas Paul Doughty, Brad Maryan, Stephen Donnellan, dan Mark Hutchinson jadi pihak pertama yang menemukan dan mendeskripsikan spesies ular taipan baru ini.
Tubuh ramping taipan gurun barat didominasi warna cokelat muda pada bagian atas dan agak putih pada bagian perut. Area kepala cenderung berwarna jingga dengan ujung moncong putih atau kuning. Soal ukuran, spesies taipan yang satu ini diketahui mampu mencapai panjang 1,7 meter. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membuka beberapa fakta yang sudah ada dari taipan gurun barat. Kalau penasaran, simak sampai tuntas, ya!
1. Peta persebaran, habitat, dan makanan favorit

Sama seperti kerabat ular taipan lain, taipan gurun barat ditemukan di Australia. Malahan, spesies yang satu ini hanya dapat ditemukan di tempat yang spesifik, yakni sekitar Australia bagian utara dan barat saja. Wilayah seperti Western Desert dan Gurun Victoria Besar jadi lokasi utama persebaran taipan gurun barat.
Dilansir Animalia, habitat kesukaan ular ini adalah kawasan gurun pasir dan padang rumput yang kering. Meski lingkungan gurun terkenal sangat keras, taipan gurun barat sudah beradaptasi dengan baik. Salah satu buktinya adalah warna tubuh mereka yang sudah tersamar dengan baik dengan lingkungan sekitar sehingga memudahkan proses berburu.
Berbicara tentang berburu, tentunya mereka termasuk karnivor sejati. Mangsa utama mereka adalah mamalia berukuran kecil. Untuk berburu, taipan gurun barat mengandalkan sergapan cepat dan gigitan mematikan untuk melumpuhkan mangsa. Oh iya, mereka termasuk hewan diurnal sehingga aktivitas berburu banyak dilakukan selama Matahari masih terbit.
2. Ular berbisa yang berbahaya, tapi jarang ditemukan

Keluarga ular taipan memang terkenal sebagai ular-ular dengan bisa paling mematikan di dunia. Taipan gurun barat pun sama mematikannya dengan dua kerabat yang lain. Jenis racun yang ada pada bisa ular ini diduga berjenis neurotoksin yang menyerang sistem saraf tubuh korban. Dilansir Aussie Animals, tingkat fatal dari bisa taipan gurun barat hanya sedikit lebih rendah dibanding taipan pedalaman yang merupakan ular paling berbisa di dunia.
Sebenarnya, belum banyak penelitian tentang bisa dari ular ini, terutama efek gigitan pada manusia. Namun, diduga kuat kalau efeknya tak jauh berbeda dengan kerabat ular taipan yang lain. Misalnya, jumlah bisa yang disuntikkan relatif sangat besar, menyebabkan pembekuan darah, dan bekerja dengan cepat. Selain itu, efek racun pada bisa taipan gurun barat diperkirakan menyebabkan muntah-muntah, mual, pendarahan secara konstan, sampai kelumpuhan.
Minimnya informasi soal efek bisa dan dugaan gejala pasca-digigit ada kaitannya dengan pertemuan ular ini pada manusia. Mengingat habitat mereka yang ada di tempat terpencil yang jauh dari pemukiman, spesimen yang ditemukan sangat sedikit. Malahan, sejak identifikasi pertama spesies ini, baru ada beberapa interaksi saja dengan manusia. Namun, untuk meminimalisir risiko, pihak Kebun Binatang Adelaide sebenarnya sedang mempersiapkan penawar bisa jika di masa depan ada kasus gigitan dari taipan gurun barat.
3. Reptil pemalu

Studi soal perilaku taipan gurun barat sebenarnya masih belum menghasilkan informasi yang luas. Dugaan sementara, perilaku ular ini tak jauh berbeda dengan dua kerabat yang lain. Artinya, ketika bergerak di tengah gurun pasir, kecepatan taipan gurun barat termasuk tinggi. Selain itu, mereka juga diduga sebagai ular yang pemalu sampai-sampai sulit ditemukan peneliti.
Dilansir AZ Animals, ular ini akan mencari tempat persembunyian terdekat jika mendeteksi keberadaan makhluk berukuran besar, termasuk manusia. Persembunyian itu terdiri atas lubang atau celah batu yang cukup untuk dimasuki tubuh mereka. Kalau memungkinkan, taipan gurun barat juga akan bergerak menjauh begitu bertemu dengan potensi ancaman. Serangan baru akan terjadi ketika mereka sudah merasa terpojok saja.
4. Sistem reproduksi

Sama seperti perilaku yang sulit diidentifikasi, sistem reproduksi taipan gurun barat pun sejauh ini belum banyak kita ketahui. Sejauh ini, informasi tentang sistem reproduksi ular ini masih disamakan dengan dua spesies taipan yang lain. Kuat dugaan kalau musim kawin taipan gurun barat dimulai menjelang akhir tahun.
Selain itu, betina akan bertelur dengan jumlah antara 3—20 butir. AZ Animals melansir kalau telur-telur tersebut akan diletakkan betina di lubang, celah batu, ataupun batang pohon berlubang. Masa inkubasi berlangsung dalam beberapa bulan. Ketika baru menetas, anak taipan gurun barat sudah mampu hidup mandiri dan dilengkapi oleh bisa yang berbahaya.
5. Status konservasi

Menariknya, kendati informasi soal perilaku dan sistem reproduksi ular yang satu ini sangat minim karena jarang teridentifikasi oleh manusia, status konservasi mereka justru terbilang positif. Dalam catatan IUCN Red List, taipan gurun barat masuk dalam kategori hewan dengan kekhawatiran rendah (Least Concern). Selain itu, diduga kuat kalau populasi reptil yang satu ini masih ada dalam tingkat yang stabil.
Kalaupun ada masalah yang mengancam populasi ular ini, maka jawabannya tak jauh-jauh dari aktivitas manusia. Aussie Animals melansir kalau kehilangan habitat karena fragmentasi lahan dan perubahan iklim jadi ancaman yang bisa menjadi serius bagi kelangsungan spesies ini. Malahan, dua hal tersebut sebenarnya juga mengancam hewan gurun lain dan ekosistem gurun yang ada di Australia bagian utara dan barat saat ini.
Ular berbahaya tak selamanya selalu berada dekat dengan manusia. Buktinya, taipan gurun barat yang tinggal di kawasan pedalaman yang terisolir sekalipun sudah beradaptasi untuk menghasilkan bisa berbahaya yang dapat mengancam nyawa manusia. Oleh sebab itu, kalau tak sengaja bertemu spesies ular apa pun, lebih baik segera jauhi atau panggil ahlinya untuk direlokasi ke tempat yang aman, ya!


















