Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Teripang Punya Zat Gula dengan Sifat Anti-Kanker, Ini Penjelasannya

teripang
teripang (commons.m.wikimedia.org/Julia Alma)
Intinya sih...
  • Senyawa gula unik ditemukan pada teripang jenis Holothuria floridana
  • Penyebaran sel kanker melibatkan modifikasi enzim Sulf-2 yang dapat dihambat oleh senyawa gula teripang
  • Terapi gula teripang tidak mengganggu proses pembekuan darah, membuatnya menjadi obat kanker yang menjanjikan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Teripang merupakan salah satu hewan laut dari filum Echinodermata. Hewan berbentuk silindris ini biasa ditemukan di area bebatuan karang, meskipun sebagian kecil di antaranya juga dapat hidup di kawasan laut dalam.

Selain berburu alga dan plankton, teripang juga memakan material sampah yang ada di dasar laut. Dikutip dari National Geographic, teripang menjadi salah satu organisme yang dapat membantu siklus nutrien tetap berlangsung sekaligus mengurangi risiko asidifikasi air laut.

Teripang ternyata bukan hanya berguna bagi kelestarian ekosistem laut, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Sekelompok peneliti dari University of Mississippi berhasil menemukan zat gula pada teripang yang dapat berguna dalam pengobatan penyakit kanker. Mari kita simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Senyawa gula yang ditemukan pada teripang memiliki karakteristik unik

teripang
teripang (commons.m.wikimedia.org/Bernard Dupont)

Biota laut menghadapi karakteristik dan tantangan bertahan hidup yang berbeda dengan organisme darat. Karena itu, tak mengherankan jika banyak biota laut yang menghasilkan senyawa unik, salah satunya teripang.

Para peneliti dari University of Mississippi menggunakan teripang jenis Holothuria floridana sebagai hewan model. Dengan pengujian laboratorium dan pemodelan komputer, para peneliti berhasil menemukan sejenis senyawa gula yaitu fucosylated chondroitin sulfate (HfFucCS). Secara struktur, HfFucCS merupakan senyawa gula rantai pendek dengan penambahan gugus sulfat pada beberapa ujungnya.

2. Penyebaran sel kanker melibatkan modifikasi enzim

sel kanker pada jaringan tulang
sel kanker pada jaringan tulang (unsplash.com/National Cancer Institute)

Menurut sebuah artikel di News Medical, penyebaran sel kanker tak terlepas dari gangguan pada sistem komunikasi antar sel. Komunikasi antar sel secara keseluruhan melibatkan interaksi antara enzim dan struktur kecil di setiap membran sel yang disebut glikan.

Pada banyak kasus, sel kanker memiliki kemampuan untuk mengubah proses ekspresi gen dari enzim Sulf-2. Sulf-2 yang telah bermutasi selanjutnya akan mengubah struktur glikan sehingga memungkinkan terjadinya penyebaran sel kanker.

Senyawa gula pada teripang dapat menghambat kerja enzim Sulf-2 sebagai inhibitor non-kompetitif. Menghambat kerja enzim Sulf-2 diharapkan sekaligus mampu menghentikan sel kanker untuk menyebar.

3. Terapi gula teripang tidak mengganggu proses pembekuan darah

ilustrasi ilmuwan melakukan riset obat
ilustrasi ilmuwan melakukan riset obat (unsplash.com/National Cancer Institute)

Menurut ahli farmakologi University of Mississipi, pengobatan kanker dengan prinsip menghambat kerja Sulf-2 selama ini menghadapi kesulitan terkait proses pembekuan darah. Pengobatan yang selama ini ditemukan belum berhasil mencegah risiko pendarahan hebat pasca terapi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, senyawa gula milik teripang tidak berpengaruh terhadap proses pembekuan darah. Dengan begitu, pengobatan kanker dengan ekstrak gula teripang dinilai lebih minim risiko.

Meskipun dapat menjadi obat kanker yang menjanjikan, proses ekstraksi gula teripang tidak semudah yang dibayangkan. Populasi teripang tidak terlalu melimpah di alam untuk produksi obat serta keperluan penelitian lanjutan. Karena itu, diperlukan riset selanjutnya untuk membuat senyawa gula teripang versi sintetik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Blue Throated Macaw, Burung Nuri Langka dengan Nilai Ekologis

09 Jan 2026, 21:49 WIBScience