Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ular tanah militer (inaturalist.org/André Ambrozio)
  • Ular tanah militer atau Erythrolamprus miliaris pertama dideskripsikan Carl Linnaeus pada 1758, memiliki sejumlah nama lokal, dan terbagi menjadi lima subspesies.
  • Spesies endemik Amerika Selatan ini hidup di dataran rendah 100–700 mdpl, termasuk hutan, area lembap, sungai, danau, serta wilayah dengan sumber air melimpah.
  • Ular semiakuatik ini panjangnya maksimal sekitar 50 sentimeter, bercorak hitam-kuning, memangsa terutama amfibi, dan pada beberapa subspesies jantannya berukuran lebih kecil daripada betina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kata "militer" sangat erat dengan tentara, perang, ketegasan, dan perlindungan negara. Menariknya, kata tersebut juga disematkan pada hewan, tepatnya pada reptil bernama ular tanah militer yang punya nama ilmiah Erythrolamprus miliaris. Nama tersebut tak ada hubungannya dengan tentara atau operasi militer mana pun. Meski begitu, ular tanah militer merupakan spesies yang sangat menarik

Beberapa fakta unik ular tanah militer tercermin dari taksonomi, penyebaran, hingga pilihan makanannya. Ciri fisiknya juga sangat menarik, bahkan ia bisa dikenali hanya dengan melihat warna dan bentuk tubuhnya. Penasaran dengan ular tanah militer dan bagaimana kehidupannya? Cari tahu di bawah ini, yuk!

1. Ular tanah militer memiliki banyak nama

ular tanah militer (inaturalist.org/Pedro Ivo)

Laman EOL menerangkan bahwa ular tanah militer pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada 1758. Kala itu, nama yang diberikan oleh Linnaeus adalah Coluber miliaris, bukan Erythrolamprus miliaris seperti yang kita kenal sekarang. Ia juga memiliki banyak nama lokal, seperti cobra-d'água, cobra-lisa, dan culebra. Ular tanah militer juga dibagi menjadi lima subspesies, yaitu Erythrolamprus miliaris amazonicus, Erythrolamprus miliaris chrysostomus, Erythrolamprus miliaris merremi, Erythrolamprus miliaris miliaris, dan Erythrolamprus miliaris orinus.

2. Ular tanah militer merupakan spesies endemik

ular tanah militer (inaturalist.org/Henrique Nogueira)

Dilansir The Reptile Database, penyebaran ular tanah militer mencakup beberapa wilayah, yaitu Brasil, Argentina, Uruguay, Paraguay, Bolivia, Peru, Kolombia, Guyana Prancis, Guyana, dan Venezuela. Secara spesifik, ia merupakan ular endemik Amerika Selatan dan tidak bisa dijumpai di daerah lain. Hewan ini umumnya bisa ditemukan di dataran rendah yang ketinggiannya sekitar 100-700 mdpl. Spesies ini bisa ditemukan di hutan, area lembap, sebak-sebak, sungai, danau, dan daerah lain yang punya sumber air berlimpah.

3. Panjang maksimalnya hanya 50 centimeter

ular tanah militer (inaturalist.org/Frederico Acaz Sonntag)

Ular tanah militer adalah spesies berukuran kecil dengan panjang maksimal sekitar 50 sentimeter. Tubuhnya kekar, padat, dan ekornya terhitung pendek. Artikel di jurnal Journal of Herpetology menerangkan bahwa panjang ekornya berkisar antara 15,0 hingga 19,8 persen dari total panjang tubuh. Di sisi lain, rata-rata panjang ekornya adalah 18,6 persen jika dibandingkan dengan total panjang tubuhnya. Perpaduan warna tubuh ular ini juga sangat indah, yaitu hitam dan kuning. Secara spesifik, bagian atas dan samping tubuhnya diselimuti corak kuning dan hitam. Kemudian, bagian bawah tubuhnya berwarna putih dengan sedikit gradasi kuning.

4. Ular tanah militer merupakan spesies semi akuatik

ular tanah militer (inaturalist.org/henio)

Ular tanah militer merupakan spesies semi akuatik yang artinya ia hidup di daerah lembap dan berair. Meski begitu, ular ini tak selalu berada di alam air. Seperti ular semi akuatik lain, ia akan berpindah dari pinggir perairan, seperti ke dalam air hingga semak-semak secara berkala. Sebagai ular semi akuatik, makanannya juga tak jauh dari hewan air. Laman Picture Animal menerangkan bahwa makanan utama ular ini adalah amfibi seperti katak. Meski begitu, ia juga akan memangsa hewan lain, entah itu invertebrata, kadal, ikan, hewan pengerat, hingga ular lain yang lebih kecil.

5. Ular tanah militer punya dimorfisme seksual yang unik

ular tanah militer (inaturalist.org/Vincent Prémel)

Melansir laman iNaturalist, ular tanah militer memiliki dimorfisme seksual unik yang tercermin dari ukuran tubuhnya. Dalam hal ini, ular jantan dari subspesies merremi dan orinus memiliki ukuran lebih kecil daripada ular betina. Sementara itu, subspesies lain tidak menunjukkan dimorfisme seksual yang signifikan. Dimorfisme seksual juga tidak dipengaruhi oleh faktor lain seperti perbedaan geografis, habitat, dan pilihan makanan. Para ahli berpendapat kalau dimorfisme seksual tersebut kemungkinan dipicu oleh modifikasi genetik lokal atau efek fenotipik langsung dari ketersediaan pangan terhadap laju pertumbuhan.

Nah, itulah berbagai fakta unik ular tanah militer yang mencerminkan kebiasaan, penyebaran, hingga bagaimana hewan tersebut hidup di habitatnya. Berbagai fakta tersebut juga memberikan gambaran tentang variasi yang dimiliki oleh ular. Dalam hal ini, tiap individu atau spesies ular pasti memiliki perbedaan, entah itu dari ciri fisik atau pilihan makanannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article