kucing dan anjing bercengkerama (unsplash.com/sita2)
Gejala alergi pada hewan seperti kucing dan anjing biasanya tergolong ringan. Gejala berbahaya yang mengancam jiwa terbilang jarang terjadi. Reaksi alergi paling ekstrem yang dialami hewan (dan manusia) adalah reaksi anafilaksis, ungkap Dr. Heather Edginton lewat laman Live Science. Namun, reaksi alergi parah yang ditunjukkan hewan peliharaan biasanya disebabkan oleh alergi makanan atau sengatan lebah, bukan karena kontak dengan manusia.
Umumnya, saat kucing dan anjing alergi terhadap manusia, reaksinya sama saja seperti manusia yang alergi terhadap mereka. Biasanya, mereka sering terlihat garuk-garuk pada area kulit yang terlihat sehat-sehat saja. Kondisi ini disebut dermatitis atopik atau eksim.
Pada kucing dan anjing, eksim bisa disebabkan oleh dander atau serpihan kulit manusia, termasuk sel kulit mati dan rambut kita. Dander bisa ditemukan di mana saja, mulai dari karpet sampai ventilasi udara. Apalagi kalau kucing dan anjing yang bersangkutan berada di dalam ruangan tertutup yang sama dengan manusia.
Raelynn Farnsworth mengatakan hal senada. Pada anjing, gejala klinis paling umum adalah peradangan kulit dan gatal-gatal. Gejala lain mungkin termasuk bersin dan pilek, tuturnya lewat laman National Geographic. Sementara pada kucing, gejala alergi bisa berbentuk dermatitis milier yang muncul berbentuk koreng kecil atau bulu rontok di sekitar kepala dan leher, dan bisa terjadi di area tubuh lain.