Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Kucing dan Anjing Bisa Alergi terhadap Manusia? Ini Kata Ahli!
kucing dan anjing berbaring bersama (unsplash.com/@lppoitras)

Beberapa orang alergi terhadap kucing dan anjing. Hewan peliharaan kesayangan jutaan umat ini bisa menimbulkan beberapa gejala seperti mata gatal, mata berair, sampai bersin terus-terusan. Nah, bagaimana kalau skenarionya dibalik? Apakah kucing dan anjing juga bisa alergi terhadap manusia?

Ternyata, alergi bukan hal eksklusif yang cuma dialami manusia. Hewan lain seperti kucing dan anjing juga bisa mengalami alergi. Namun, benarkah anjing dan kucing juga bisa alergi terhadap manusia sebagaimana manusia alergi terhadap mereka? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Apakah kucing dan anjing bisa alergi terhadap manusia?

pemilik bersama anjing dan kucing peliharaannya (unsplash.com/chewy)

Menurut Dr. Heather Edginton, seorang asisten profesor dermatologi dari Cornell University College of Veterinary Medicine, hewan peliharaan ternyata juga bisa alergi terhadap manusia. Ada tiga kategori alergi utama yang dialami kucing dan anjing, terangnya dalam laman Live Science. Ada alergi kutu, alergi makanan, dan alergi lingkungan. Nah, alergi terhadap manusia masuk dalam kategori alergi lingkungan.

Menariknya, pada hewan peliharaan yang punya alergi, alergi terhadap manusia termasuk di antaranya. Mengutip laman Live Science, setidaknya dari 20 persen anjing yang menunjukkan gejala alergi, sekitar setengah di antaranya menunjukkan alergi terhadap manusia. Sementara pada kucing, dermatitis atopik adalah hal yang umum, tapi masih belum diketahui seberapa sering hal itu disebabkan oleh kontak dengan manusia. 

Raelynn Farnsworth dari Washington State University’s College of Veterinary Medicine pun mengamini hal tersebut. Menurut penuturannya pada laman National Geographic, meskipun jarang terjadi, anjing bisa alergi terhadap kucing dan manusia, dan sebaliknya satu sama lain. Alergi hewan peliharaan umum lainnya termasuk air liur kutu dan makanan tertentu. 

2. Seperti apa gejala kucing dan anjing yang mengalami alergi manusia?

kucing dan anjing bercengkerama (unsplash.com/sita2)

Gejala alergi pada hewan seperti kucing dan anjing biasanya tergolong ringan. Gejala berbahaya yang mengancam jiwa terbilang jarang terjadi. Reaksi alergi paling ekstrem yang dialami hewan (dan manusia) adalah reaksi anafilaksis, ungkap Dr. Heather Edginton lewat laman Live Science. Namun, reaksi alergi parah yang ditunjukkan hewan peliharaan biasanya disebabkan oleh alergi makanan atau sengatan lebah, bukan karena kontak dengan manusia. 

Umumnya, saat kucing dan anjing alergi terhadap manusia, reaksinya sama saja seperti manusia yang alergi terhadap mereka. Biasanya, mereka sering terlihat garuk-garuk pada area kulit yang terlihat sehat-sehat saja. Kondisi ini disebut dermatitis atopik atau eksim.

Pada kucing dan anjing, eksim bisa disebabkan oleh dander atau serpihan kulit manusia, termasuk sel kulit mati dan rambut kita. Dander bisa ditemukan di mana saja, mulai dari karpet sampai ventilasi udara. Apalagi kalau kucing dan anjing yang bersangkutan berada di dalam ruangan tertutup yang sama dengan manusia.

Raelynn Farnsworth mengatakan hal senada. Pada anjing, gejala klinis paling umum adalah peradangan kulit dan gatal-gatal. Gejala lain mungkin termasuk bersin dan pilek, tuturnya lewat laman National Geographic. Sementara pada kucing, gejala alergi bisa berbentuk dermatitis milier yang muncul berbentuk koreng kecil atau bulu rontok di sekitar kepala dan leher, dan bisa terjadi di area tubuh lain.

3. Apa yang harus dilakukan kalau hewan peliharaan menunjukkan gejala alergi?

pemilik bersama anjing dan kucing peliharaan (unsplash.com/sarandywestfall_photo)

Lalu, apa yang harus dilakukan kalau kucing atau anjingmu menunjukkan gejala-gejala alergi? Penting buatmu untuk selalu mengamati berapa lama gejala-gejala tersebut muncul pada anabul kesayanganmu. Misalnya, gejala terus-terusan yang terjadi sepanjang tahun mungkin mengindikasikan alergi makanan, atau reaksi terhadap hal lain di lingkungannya yang gak bersifat musiman.

Namun, tentu saja, pemilik gak boleh asal diagnosis sendiri. Penting untuk selalu konsultasi dengan dokter hewan untuk menentukan apakah hewan peliharaanmu itu memang benar alergi, dan apakah alerginya disebabkan oleh manusia atau hal lain yang lebih mendesak. Dokter mungkin akan melakukan tes alergi dan memberikan beberapa pilihan perawatan, seperti pemberian antihistamin.

Nah, semoga penjelasan di atas bisa menjawab pertanyaanmu, ya? Kesimpulannya, anjing dan kucing memang bisa alergi terhadap manusia, tepatnya pada rambut atau sel kulit mati kita. Namun, kamu gak perlu panik dan terlalu khawatir. Kalau kamu merasa hewan peliharaanmu menunjukkan gejala alergi, segera konsultasikan ke dokter hewan. Penting juga buatmu untuk menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal demi kesehatan diri sendiri dan hewan peliharaanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team