Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hewan yang Dapat Berenang di Lautan Pasir, Siapa Saja?

4 Hewan yang Dapat Berenang di Lautan Pasir, Siapa Saja?
Kadal sandfish (commons.wikimedia.org/HTO)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan gurun seperti kadal sandfish, ular hidung sekop, gecko namibia, dan ular pasir sahara mampu berenang di pasir layaknya ikan di air.

  • Kemampuan berenang di pasir membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan ekstrem, menghindari predator, serta berburu mangsa secara efisien.

  • Hewan-hewan ini tersebar di berbagai gurun dunia seperti Sahara dan Mojave, menunjukkan keunikan adaptasi terhadap panas dan kekeringan ekstrem.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Di banyak gurun dan pasir kering, terdapat sebagian hewan yang punya kemampuan khusus untuk beradaptasi di gurun dan pasir yang panas maupun kering.

Topik yang bakal dibahas kali ini merupakan kemampuan tingkat lanjut hewan di lingkungan panas yakni bisa berenang di "lautan" pasir seperti halnya ikan di lautan.

Ingat, tidak banyak hewan yang bisa menembus medium pasir yang panas dan padat untuk berenang dengan bebasnya. Menariknya, tidak hanya satu jenis hewan yang bisa "menyelam" di "lautan" pasir. Simak lebih lanjut agar kamu tak penasaran siapa saja spesiesnya ya.

1. Kadal sandfish

Kadal sandfish
Kadal sandfish (commons.wikimedia.org/Ltshears)

Aksi kadal sandfish menerjang tanah dengan kepala dahulu, lalu berenang menembus pasir lebih cepat daripada perenang peserta Olimpiade berenang di air. Kira-kira seperti itu lah klaim dari khalayak umum.

Kadal sandfish memanfaatkan kecerdasannya untuk menjelajahi "lautan" lapisan bawah tanah yang lebih dingin daripada lapisan atas. Kadal sandfish berenang menyelam dengan gerakan yang mirip dengan gaya renang bebas.

Setelah terendam, kadal sandfish akan menempelkan kakinya ke sisi tubuhnya dan bergerak zig-zag seperti ular. Tujuannya berenang bukan untuk gaya-gayaan dan pamer ke calon pasangan, tetapi untuk menghindari predator seperti ular gurun dan burung pemangsa, dilansir discoverwildlife.

Kulit mereka ditutupi sisik halus sangat mengkilap, moncongnya panjang dan berbentuk taji serta memiliki kaki yang panjang berbentuk sekop dilengkapi sisik yang berjumbai.

2. Ular hidung sekop

Ular hidung sekop
Ular hidung sekop (commons.wikimedia.org/Chloe)

Ular hidung sekop adalah reptil yang berukuran ramping. Ukuran tubuh tersebut, membuat ular ini bisa berenang di pasir yang dalam. Ular yang memiliki tubuh panjang dan kulit dengan gesekan yang rendah membuatnya dapat berenang di kedalaman pasir dengan cepat dan efesien.

Penelitian yang dilakukan oleh mantan mahasiswa S3, Sarah Sharpe mengungkap bahwa ular hidung sekop menyebarkan gelombang merambat dari kepala hingga ekor menciptakan lengkungan tubuh yang terlihat di permukaan pasir.

Seperti namanya, ular hidung sekop memiliki moncong berbentuk sekop. Ular ini dilengkapi pola-pola warna khas seperti krem, kuning, coklat tua dan hitam, dilansir gatech.edu.

3. Gecko namibia

Gecko namibia
Gecko namibia (commons.wikimedia.org/Olga Ernst)

Gecko namibia mempunyai kaki berselaput besar yang membantunya untuk menggali liang di gurun yang tandus dan panas. Pasir lepas gurun membantu gecko untuk mengubur dirinya dan berenang di pasir. Mereka menggunakan kakinya seperti sekop kecil untuk berenang di bawah permukaan pasir.

Tujuan gecko namibia berenang adalah untuk bertahan hidup. Dengan masuk ke dalam pasir, mereka bisa menghindari serangan predator seperti ular, laba-laba besar, rubah gurun dan burung pemangsa.

Satu alasan lain mereka bersembunyi di dalam pasir yakni untuk mencari mangsa di malam hari. Mereka berhasil mengelabui para serangga seperti belalang, laba-laba kecil dan arthropoda lainnya.

Gecko namibia dilengkapi kulit tembus cahaya yang dominan berwarna coklat atau abu-abu gelap. Mata mereka berbentuk bulat dengan pupil vertikal berwarna coklat gelap dan merah. Gecko tidak memiliki kelopak mata. Sebagai gantinya, matanya ditutupi oleh sisik yang transparan.

4. Ular pasir sahara

Ular pasir sahara
Ular pasir sahara (commons.wikimedia.org/Kristof Zyskowski)

Pada hari-hari panas, ular pasir sahara mengubur dirinya ke dalam pasir. Ular ini dapat berenang dengan cepat di dalam pasir menggunakan sisik lateral yang berlekuk dan miring dengan gerakan mengayun. Mereka bergerak di dalam pasir dengan hanya menyisakan mata dan lubang hidung yang terlihat di permukaan pasir.

Mereka memanfaatkan sifatnya yang bisa tenggelam di pasir ini untuk berkamuflase dengan gurun secara sempurna. Ini strategi jitunya untuk mengintai masangnya diam-diam. Ular berbisa ini memangsa banyak hewan meliputi kadal, gecko, hewan pengerat kecil dan burung.

Ular pasir sahara berukuran kecil dan gemuk, berkepala lebar berbentuk segitiga dengan mata kecil dan memiliki sisik yang memanjang. Mereka memiliki pupil berbentuk celah vertikal untuk membantunya berburu di kondisi cahaya redup.

Kemampuan hewan-hewan dalam berenang di "lautan" pasir sebenarnya menunjukkan bahwa mereka semua mampu beradaptasi di pasir yang panas dan kering.

Ular pasir sahara, gecko namibia hingga kadal sandfish hidup di Gurun Sahara, Afrika. Di belahan dunia lain tepatnya di Gurun Mojave menjadi tempat asal dari ular hidung sekop. Demikian informasi seru ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More