Ilmuwan dari University of Cambridge melakukan 100 ribu simulasi untuk mengetahui apakah komet pernah membawa bahan kimia pembentuk kehidupan ke Bumi. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports ini menguji salah satu teori lama mengenai asal-usul kehidupan, yakni kemungkinan bahwa bahan kimia penting bagi kehidupan berasal dari luar angkasa. Namun, hasil simulasi justru menunjukkan bahwa peluang keberhasilan proses tersebut jauh lebih kecil daripada yang diperkirakan.
Selama lebih dari satu abad, komet menjadi salah satu kandidat pembawa bahan kimia yang mungkin membantu memulai kehidupan di Bumi. Dugaan ini muncul karena para ilmuwan telah menemukan molekul organik pada komet, termasuk senyawa yang dapat digunakan untuk membentuk komponen penting kehidupan. Persoalannya, keberadaan bahan kimia tersebut di luar angkasa belum tentu berarti senyawanya dapat bertahan ketika komet menghantam permukaan planet.
Melalui penelitian terbaru ini, para ilmuwan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi ketika komet memasuki atmosfer dan bertabrakan dengan Bumi purba. Hasilnya, sebanyak 54 persen simulasi menunjukkan tidak ada satu pun tabrakan komet yang berhasil mengantarkan hidrogen sianida dalam jumlah cukup ke daratan Bumi. Menariknya, penelitian yang sama justru menemukan bahwa Mars memiliki kondisi yang lebih memungkinkan bagi komet untuk mengirimkan bahan kimia tersebut.
