Comscore Tracker

Hoaks Foto Virus Corona di Tangan, padahal Ukuran Virus Terlalu Kecil

Virus hanya bisa dilihat melalui mikroskop

“Seperti inilah bentuk corona yang berhasil difoto dan diperbesar oleh ilmuwan India, jadi harus selalu cuci tangan”

Begitulah deskripsi foto yang baru-baru ini beredar di media sosial. Jika dideskripsikan, foto tersebut menampilkan dua tangan yang sedang bersalaman. Di permukaannya, terdapat banyak organisme kecil yang diklaim sebagai virus corona atau SARS-CoV-2.

Gambar tersebut viral dan banyak warganet yang memercayainya. Reaksi warganet pun beragam. Namun sebagian besar menunjukkan ekspresi kengerian. Lalu apakah benar ini merupakan wujud dari virus corona?  Yuk, cek faktanya melalui penjelasan berikut ini!

1. Foto tersebut bukanlah wujud virus corona

Hoaks Foto Virus Corona di Tangan, padahal Ukuran Virus Terlalu KecilIlustrasi perpindahan kuman saat berjabat tangan. shutterstock.com

Informasi yang disertakan pada foto tersebut terbukti hoaks. Itu bukanlah wujud dari virus corona atau SARS-CoV-2. Bahkan ternyata foto yang digunakan itu pertama kali dipublikasikan oleh Shutterstock pada tahun 2015, jauh sebelum COVID-19 mewabah.

Selain itu, organisme yang menempel di tangan tersebut hanyalah ilustrasi untuk memperlihatkan bagaimana kuman tertransfer ketika kita berjabat tangan. Namun tentu saja, organisme tersebut sebenarnya tak kasat mata dan tidak sebesar itu.

2. Virus adalah mikroorganisme terkecil di dunia

Hoaks Foto Virus Corona di Tangan, padahal Ukuran Virus Terlalu KecilPerbandingan ukuran bakteri (ungu) dan virus-virus yang ada di dunia. sciencesource.com

Sebelum mengetahui ukuran asli virus corona kamu harus memahami bahwa virus itu sangatlah kecil. Terdapat empat macam mikroorganisme di dunia, yaitu bakteri, fungi, alga, protozoa, dan virus. Di antara keempatnya, virus adalah yang paling kecil. 

Kamu bisa melihat perbandingan antara virus dengan bakteri pada gambar di atas. Yang berwarna ungu adalah bakteri. Sedangkan di sekelilingnya adalah berbagai jenis virus. Ukurannya jauh lebih kecil, kan?

Bahkan saking kecilnya, mikroskop biasa tak mampu melihat mereka. Mengutip laman Explain That Stuff, dibutuhkan alat khusus bernama mikroskop elektron untuk bisa mengamati wujud virus yang ukurannya mencapai dimensi nano.

Baca Juga: Imbauan WHO dan Pemerintah, Kenapa Semua Orang Wajib Pakai Masker?

3. SARS-CoV-2 adalah salah satu virus terkecil di dunia

Hoaks Foto Virus Corona di Tangan, padahal Ukuran Virus Terlalu KecilHIV dan SARS-CoV-2 memiliki ukuran yang sama. Ini perbandingannya dengan bakteri, sel darah merah, dan limfosit. istockphoto.com

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh CellPress, SARS-CoV-2 memiliki ukuran sebesar 100 nanometer, sama seperti HIV. Kamu bisa melihat perbandingan ukurannya seperti gambar di atas. Lalu sekecil apa ukuran tersebut di mata kita?

Hoaks Foto Virus Corona di Tangan, padahal Ukuran Virus Terlalu Kecilwikimedia.org

Kamu tentu pernah melihat atau menggunakan jarum pentul yang ukurannya kecil, kan? Di atasnya terdapat kepala yang berbentuk bulat. Melansir perumpamaan dari Microbiology Society, butuh sekitar 167 juta SARS-CoV-2 untuk bisa membentuk kepala pentul tersebut. Sekecil itu, lho!

Itulah kenapa virus ini sekarang menjadi salah satu virus terkecil di dunia. Namun belum cukup kecil untuk mengalahkan rhinovirus (penyebab flu biasa) yang ukurannya mencapai 30 nanometer. 

4. Jadi, tidak ada satu virus pun yang bisa dilihat dengan mata telanjang

Hoaks Foto Virus Corona di Tangan, padahal Ukuran Virus Terlalu KecilTampak virus corona (kuning) di bawah pengamatan mikroskop elektron. npr.org

Kesimpulannya, foto yang beredar hanyalah ilustrasi, bukan tampak nyata dari virus corona. Mikroskop biasa saja tidak bisa memperbesar penampakannya, apalagi mata kita yang sangat terbatas ini. 

Jika virus bisa dilihat dengan mata telanjang, maka kita tentu bisa menghindarinya. Namun nyatanya tidak. Jadi petuah yang ada di foto tersebut ada benarnya. Kita harus rajin-rajin mencuci tangan dengan air dan sabun agar virus yang menempel di tangan mati. 

Terakhir, jika kamu melihat gambar-gambar atau informasi mencurigakan di media sosial, jangan langsung percaya, ya! Kamu harus memverifikasinya lagi dengan mencari informasi di sumber yang tepercaya. 

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Curcumin Tingkatkan Risiko Kena Virus Corona?

Topic:

  • Izza Namira
  • Bayu D. Wicaksono
  • Jumawan Syahrudin
  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya