Comscore Tracker

Gak Usah Lama-lama, Jatuh Cinta Ternyata Cuma Butuh Waktu Sesingkat Ini

Setruman jatuh cinta ternyata lebih singkat ketimbang ngupil

Jika ditanya, cinta itu datangnya dari mana, pasti kebanyakan orang akan 'berpuisi', "Datangnya dari mata turun ke hati." Tapi gak ada yang pernah bisa menjelaskan, seberapa lama sih waktu yang dibutuhkan cinta untuk hadir 'dari mata turun ke hati'?

Cuma butuh waktu seperlima detik!

Gak Usah Lama-lama, Jatuh Cinta Ternyata Cuma Butuh Waktu Sesingkat Inifreestocks.org

Ternyata, sains bisa menjawab seberapa cepat cinta hadir di antara dua orang yang memiliki ketertarikan. Sebuah meta analisis yang dilakukan oleh Syracuse University di bawah pimpinan Professor Stephanie Ortigue mengungkapkan bahwa jatuh cinta ternyata cuma butuh waktu seperlima detik saja!

Penemuan dari tim Ortigue ini didasari oleh penemuan bahwa saat seseorang jatuh cinta, 12 area di otaknya bekerja bersama-sama untuk melepaskan senyawa kimia euforia, misalnya dopamine, oxytocin, adrenaline dan vasopression. Perasaan bahagia karena jatuh cinta ini juga mempengaruhi fungsi kognitif yang mewakili mental, gerak tubuh dan citra diri.

Baca Juga : Menurut Penelitian, Pernikahan Mewah Justru Berisiko Perceraian Lebih Besar

Lalu, sebenarnya yang jatuh cinta itu hati atau otak?

Gak Usah Lama-lama, Jatuh Cinta Ternyata Cuma Butuh Waktu Sesingkat Inipexels.com

"Pertanyaan yang cukup menjebak," ujar Ortigue menanggapi pertanyaan banyak orang di atas. Menurut Ortigue, otak memang punya peranan penting saat dua orang jatuh cinta, tetapi ternyata hati atau jantung juga tak kalah pentingnya turut andil dalam hal ini. Konsep tentang cinta memang kompleks untuk dijelaskan dan memang berhubungan satu sama lain.

Secara sederhana, saat bagian di otak aktif hal ini akan menstimulasi jantung, efek "kupu-kupu" di ulu hati pun juga akan terasa. Beberapa gejala ini kita rasakan sebagai wujud akibat reaksi yang ada di jantung atau perasaan, tak terlepas dari apa yang terjadi pada otak kita.

Bagaimana dengan unconditional love? Apakah juga melewati proses seperlima detik ini?

Gak Usah Lama-lama, Jatuh Cinta Ternyata Cuma Butuh Waktu Sesingkat Iniindiatimes.in

Dalam studinya, Ortigue menunjukkan beberapa bagian otak yang bekerja berbeda-beda saat seseorang merasakan cinta. Misalnya, saat seseorang mengalami unconditional love atau cinta tanpa syarat, seperti cinta ibu ke anaknya. Secara ilmiah, perasaan ini mengaktifkan bagian otak yang berbeda dengan cinta dan romansa yang menggairahkan, seperti terhadap lawan jenis. Pada cinta yang tak bersyarat, otak tengah cenderung lebih aktif bekerja. Sementara, pada bara-bara asmara, otak mengaktifkan bagian penghargaan dan fungsi kognitif yang lebih tinggi, misalnya citra diri.

Nah, sekarang sudah terjawab 'kan rasa penasaranmu soal cinta?

Baca Juga: Alasan Ilmiah Kenapa Kamu Harus Berhenti Stalking Media Sosial Mantan!

Topic:

Berita Terkini Lainnya