BMW memang tidak lagi bergelut di Formula 1. Meski begitu, popularitas mereka dalam ranah motorsport tak sepenuhnya hilang. Mereka justru aktif dalam kompetisi balap lainnya, khususnya ajang balap sportscar. World Endurance Championship (WEC) dan IMSA SportsCar Championship adalah dua kompetisi yang BWM ikuti saat ini.
BMW M Hybrid V8 menjadi mobil andalan BMW di IMSA sejak 2023. Mobil ini juga dipakai saat BMW kembali ke WEC pada 2024. Tim pabrikan mereka, Team WRT, memakai BMW M Hybrid V8 dalam dua ajang tersebut.
BMW M Hybrid V8 telah meraih tiga kemenangan di kelas GTP IMSA, yaitu pada 6 Hours of the Glen 2023, Battle on The Bricks Indianapolis 2024, dan SportsCar Grand Prix Road America 2025. Selain itu, mobil berkapasitas 3.999cc 8 silinder tersebut juga finis terdepan di 6 Hours of Spa-Francorchamps dan 6 Hours of Sao Paulo dalam ajang WEC. BMW M Hybrid V8 berpeluang menambah kemenangan pada musim ini mengingat IMSA dan WEC masih menyisakan sejumlah seri balap.
Frank van Meel menyebut, IMSA dan WEC menjadi program balap yang sejalan dengan filosofi BMW. Keterlibatan pada dua ajang balap tersebut mendongkrak popularitas mereka, khususnya di pasar otomotif Amerika Serikat. Selain itu, BMW juga bisa melakukan transfer teknologi secara ke mobil produksi massal yang dijual kepada publik.
BMW M Concept Neue Klasse (New Class) adalah salah satu transfer teknologi dari mobil balap ke mobil produksi massal. Mobil tersebut mengadopsi kap mesin dan diffuser dari mobil M4 GT3 yang dipakai dalam ajang balap. Grafik pencahayaan mobil bersumber dari mobil balap tipe LMDh.
"Selain itu, ada juga transfer teknologi kepada aspek mesin. Kami menggunakan mesin V8 hybrid di motorsport dan juga pada mobil M5 serta XM. Dalam beberapa hal, insinyur yang sama mengerjakan mesin ini. Kami bisa menguji aspek tertentu dengan lebih cepat dan melalui cara yang lebih siap produksi melalui seri balap ini," papar Frank van Meel dikutip Motorsport.
Keterlibatan BMW dalam ajang WEC dan IMSA telah menghasilkan teknologi yang dapat diaplikasikan dalam mobil produksi massal mereka. Itu bisa terjadi karena keputusan mereka untuk terjun ke ajang balap yang lebih dekat dengan filosofi perusahaan. Tidak mengherankan apabila BMW belum memiliki minat kembali berkompetisi di Formula 1 dalam waktu dekat.