5 Luchador Populer di Kancah Gulat Profesional AS, Ada Rey Mysterio

- Lucha libre bertopeng dari Meksiko menjadi daya tarik besar gulat profesional AS berkat aksi akrobatik, gaya high-flying, dan estetika topeng yang mencuri perhatian penggemar.
- Rey Mysterio tercatat sebagai luchador bertopeng tersukses di AS dengan 27 gelar, termasuk WWE Championship, serta kemenangan Royal Rumble 2006 dan status WWE Hall of Fame.
- Rey Fenix, Penta, Mil Mascaras, dan Ultimo Dragon turut mengukir prestasi melalui total 20, 17, 12, dan 8 gelar, sekaligus memperluas pengaruh lucha libre di AS.
Seni gulat bertopeng khas Meksiko, lucha libre, telah lama menjadi daya pikat dalam industri gulat profesional di Amerika Serikat (AS). Gerakan akrobatik yang cepat, gaya bertarung berisiko tinggi (high-flying), hingga nilai estetika topeng membuat para pegulat (luchador) bertopeng memikat perhatian jutaan penggemar. Tidak sekadar menjadi atraksi, mereka mengukir sejarah dengan mengoleksi belasan gelar di berbagai promosi gulat, baik yang komersial atau indepenen.
1. Rey Mysterio jadi luchador bertopeng paling sukses di AS dengan capaian 27 gelar
Rey Mysterio adalah luchador paling ikonis dalam sejarah gulat modern. Postur tubuhnya memang kecil, hanya 1,6 meter, tetapi ia berhasil membuktikan fisik bukanlah halangan untuk merajai industri gulat profesional. Ia menutupi kekurangan tersebut dengan gerakan akrobatik penuh energi. Salah satu pertandingan yang diingat terjadi saat Mysterio mengalahkan dua pegulat berpostur menjulang, Kurt Angle dan Randy Orton, di WrestleMania 22 (2006).
Dilansir Internet Wrestling Database, Mysterio memenangi total 27 gelar selama berkarier di AS, di antaranya 5 juara WCW Cruiserweight Championship, 1 juara dunia WWE Championship, dan 2 juara WWE World Heavyweight Champion. Ini termasuk juara WWE Cruiserweight Championship, WWE Intercontinental Championship, serta WWE United States Championship. Tak pelak pemenang Royal Rumble 2006 yang juga anggota WWE Hall of Fame ini menjadi panutan para luchador.
2. Rey Fenix, penerus tradisi gulat penuh aksi akrobatik, dengan total 20 gelar
Sebagai saudara kandung Penta, Rey Fenix dipuji para kritikus gulat sebagai salah satu high-flyer terbaik dalam kancah gulat profesional saat ini. Pegulat 35 tahun tersebut memiliki segudang trik yang tak ragu dipamerkannya dalam pertandingan, mulai dari berjalan di atas tali ring hingga melakukan manuver udara ekstrem saat menerjang lawan. Ini menjadikannya langganan pemenang sabuk kejuaraan.
Dilansir CageMatch, Fenix mengoleksi total 20 gelar selama berkarier di berbagai promosi gulat AS. Sebut saja AEW International Championship, AEW World Tag Team Championship bersama Penta, hingga ROH World Tag Team Championship juga bersama Penta). Kiprah suksesnya di arena independen seperti AAW dan House of Glory makin mengukuhkan namanya sebelum berkarier di WWE pada April 2025.
3. Penta, kakak Rey Fenix, sudah merasakan 17 gelar, termasuk juara WWE Intercontinental Championship
Dikenal dengan jargon ikonisnya zero miedo yang berarti 'tanpa rasa takut', Penta menjadi salah satu luchador paling dominan dalam 1 dekade terakhir. Gaya bertarungnya yang keras dan topengnya yang intimidatif membawanya menaklukkan berbagai promosi gulat di Amerika Serikat. Reputasinya kian tak terbendung sejak menjadi bagian dari WWE sejak Januari 2025.
Dilansir The SmackDown Hotel, sosok yang pernah memakai nama ring Pentagon Jr tersebut mengantongi 17 gelar selama berkarier di AS, mulai dari Impact World Championship, AEW World Tag Team Championship bersama Rey Fenix, dan HOG Tag Team Championship juga bersama Rey Fenix. Setelah hijrah ke WWE, dominasi Penta berlanjut. Ia merebut sabuk WWE Intercontinental Championship yang dipegangnya pada Maret–Agustus 2026.
4. Pionir pegulat bertopeng di AS, Mil Mascaras, berhasil memenangi total 12 gelar
Inilah dia pionir luchador dalam kancah gulat profesional Amerika Serikat. Mil Miscaras bahkan menjadi luchador pertama yang bertarung di arena legendaris, Madison Square Garden, di New York pada dekade 1970-an. Kehadiran pemilik nama lengkap Aaron Rodriguez Arellano tersebut membuka jalan bagi masuknya lucha libre yang membuatnya terekspos lebih luas.
Dilansir The SmackDown Hotel, legenda 84 tahun kelahiran Meksiko ini memenangi total 12 gelar selama berkarier di AS. Itu termasuk NWA Americas Heavyweight Championship dan WCWA World Tag Team Championship bersama Jeff Jarrett. Atas jasa dan pengaruh besarnya dalam mengenalkan lucha libre kepada publik AS, Mil Mascaras dilantik ke dalam WWE Hall of Fame pada 2012.
5. Ultimo Dragon, luchador asal Jepang, mendapatkan delapan gelar selama berkarier di AS
Legenda gulat asal Jepang yang mengadopsi lucha libre ini mencatatkan rekor fenomenal pada era 1990-an. Ultimo Dragon memegang rekor sebagai satu-satunya pegulat dalam sejarah yang sanggup mengoleksi dan mempertahankan 10 sabuk dari 8 promosi secara bersamaan pada 1996. Saat itu, ia berkarier di promosi gulat WCW yang dipegang produser gulat kawakan, Eric Bischoff.
Dilansir Pro Wrestling Fandom, pegulat bernama asli Yoshihiro Asai tersebut memperoleh delapan gelar selama meramaikan kancah gulat profesional AS. Sebut saja WCW Cruiserweight Championship, WCW World Television, dan NWA World Welterweight Championship. Saat akhirnya bertanding di arena WWF (kini menjadi WWE), Dragon mendapatkan gelar juara Light Heavyweight Championship.
Rey Mysterio, kini berusia 51 tahun, memasuki masa senja. Penta dan Rey Fenix digadang menjadi wajah baru tradisi lucha libre di Amerika Serikat. Di sisi lain, luchador bertopeng akan terus ada sebab talenta baru bermunculan. Berbagai promosi gulat profesional pun siap memberikan mereka ring untuk unjuk gigi.




















