Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aleix Espargaro Analisis Keunggulan Ducati, Masih Ancaman Terbesar

Aleix Espargaro (motogp.com)
Aleix Espargaro (motogp.com)

Pada tes pramusim di Sepang (10—12/2/2023), Aleix Espargaro menilai Ducati sebagai motor terbaik di grid MotoGP. Pembalap Aprilia Racing itu merasa terancam dengan kedigdayaan Desmosedici.

Kendati Aprilia telah memperbaiki banyak kekurangannya, bagi Espargaro itu belum cukup. Ducati setidaknya punya dua keunggulan yang masih sulit untuk ditandingi. Apa itu?

1. Mesin Ducati belum terkalahkan

Francesco Bagnaia memacu Ducati Desmosedici GP23. (motogp.com)
Francesco Bagnaia memacu Ducati Desmosedici GP23. (motogp.com)

Dalam hal kecepatan, motor hasil racikan pabrikan Borgo Panigale berada di atas rata-rata. Kuatnya mesin Desmosedici jadi salah satu alasan kenapa Ducati tetap unggul dibandingkan motor lain.

“Pertama, menurutku mereka masih memiliki mesin terbaik. Mereka tidak terlalu jauh, tetapi masih menjadi mesin terbaik,” kata Espargaro seperti dikutip Speedweek.

2. Ducati jago dalam hal pengereman

Enea Bastianini (motogp.com)
Enea Bastianini (motogp.com)

Tak cuma mesin, Ducati pun andal dalam hal pengereman. Aleix Espargaro kagum dengan kemampuan pabrikan yang tahun lalu merebut gelar juara dunia itu.

“Kedua, mereka sangat bagus dalam hal mengerem motor. Sungguh gila cara mereka melakukannya.

Di Aprilia, aku merasa hanya menghentikan motor dengan roda depan. Saat mereka mengerem, kamu bisa melihat mereka menggunakan ban belakang untuk memperlambatnya,” ujar Espargaro.

3. Mesin kuat dan pengereman dahsyat membuat Ducati andal berakselerasi

Jorge Martin (motogp.com)
Jorge Martin (motogp.com)

Kombinasi dua keunggulan Ducati tersebut jadi tantangan bagi pabrikan Noale. Aprilia sejatinya punya keunggulan dalam hal sasis sehingga Aleix Espargaro bisa tampil cepat di tikungan. Akan tetapi, itu bukan lagi sebuah keistimewaan.

“Pembalap Ducati bisa menghentikan motor, kemudian berakselerasi dengan sangat kuat dari (kecepatan) nol,” kata pembalap berusia 33 tahun itu dikutip Speedweek.

4. Ducati selalu menjadi pesaing kuat dalam memperebutkan gelar juara dunia

Andrea Dovizioso di depan Marc Marquez dan Fabio Quartararo. (motogp.com)
Andrea Dovizioso di depan Marc Marquez dan Fabio Quartararo. (motogp.com)

Ducati memang telah lama unggul. Aleix Espargaro mencontohkan performa Andrea Dovizioso pada 5 atau 6 tahun lalu, ketika menjadi rival terkuat Marc Marquez dalam perburuan gelar juara dunia.

“Menyalip Dovizioso adalah mimpi buruk bagi Marquez sehingga ia kalah dalam banyak balapan. Ducati meningkatkan aspek (pengereman dan akselerasi) ini.

Mereka sangat pandai menghentikan motor. Sangat mudah bagi mereka mengerem, dan betapa mudahnya mereka berakselerasi lagi setelahnya,” beber Espargaro.

5. Masih ada waktu pengembangan sebelum seri Grand Prix pertama dimulai

Aleix Espargaro (motogp.com)
Aleix Espargaro (motogp.com)

Berambisi tampil kompetitif pada MotoGP 2023, Aleix Espargaro ingin Aprilia mendekati performa Ducati. Ia dan timnya bakal mencoba banyak pengaturan saat tes pramusim di Portimao.

“Kami sedang mengerjakan aspek ini dan mencoba untuk memindahkan lebih banyak beban ke bagian belakang. Kami juga sedikit mengubah kurva kecepatan mesin. Itu tak mudah, tetapi kami sedang mengusahakannya,” kata pembalap asal Spanyol itu dilansir Speedweek.

Semua area pada RS-GP mendapatkan pengembangan. Khusus untuk bagian mesin, hasil pengembangan finalnya baru akan diuji pada tes di Portimao (11—12 Maret 2023) nanti. Dengan inovasi terbarunya, bisakah Aprilia menyaingi Ducati?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ryan Budiman
EditorRyan Budiman
Follow Us