Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho di Pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)
Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, menegaskan perpindahan Bagas bukan keputusan yang diambil tanpa pertimbangan. Menurut Anton, karakter permainan Bagas justru sesuai dengan kebutuhan ganda campuran.
Selain faktor teknik, Anton juga melihat postur tubuh dan kekuatan pukulan Bagas menjadi nilai tambah untuk bermain dengan solid di bagian belakang sektor ganda campuran. Peran itu juga tak asing buat Bagas, karena selama main di ganda putra selalu menjadi pemain belakang saat berpasangan dengan Leo Rolly Carnando, Muhammad Putra Erwiansyah, maupun Muhammad Shohibul Fikri.
"Kalau dari Bagas itu kan istilahnya secara teknik memang pemain belakang ya, serangan, ya. Sedangkan mix cenderung cowoknya di belakang terus, ya kan? Lebih dominan 70 persen di belakang. Jadi, sebetulnya cocok sama Bagas, dengan posturnya, dengan power-nya, ya enggak ada salahnya dicoba," kata Anton ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Selasa (4/8/2026).