Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Pembatalan MotoGP Australia 2026 Untungkan Aprilia?
Pembalap Spanyol dari Aprilia Racing, Jorge Martin, memacu motornya saat balapan MotoGP Grand Prix Thailand di Sirkuit Internasional Buriram, Buriram, 1 Maret 2026. (Foto: AFP/Lillian SUWANRUMPHA)
  • Balapan utama MotoGP Australia 2026 di Phillip Island dibatalkan akibat jarak pandang buruk karena cuaca basah, sehingga selisih Marc Marquez dan Jorge Martin tetap 10 poin.

  • CEO Aprilia Massimo Rivola menilai pembatalan belum tentu menguntungkan Martin, yang mengalami patah pergelangan tangan dan sebelumnya diperkirakan absen dari balapan utama.

  • Martin menargetkan evaluasi untuk tampil di MotoGP Malaysia, tetapi peluangnya membalap di Sepang dinilai sulit; Aprilia tetap melihat empat balapan tersisa sebagai kesempatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - CEO Aprilia, Massimo Rivola, mempertanyakan anggapan bahwa pembatalan balapan utama MotoGP Australia 2026 memberikan keuntungan besar bagi Jorge Martin dalam persaingan gelar juara dunia.

Balapan utama yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Sirkuit Phillip Island terpaksa dibatalkan akibat jarak pandang yang buruk karena kondisi cuaca basah. Keputusan tersebut membuat selisih poin antara Marc Marquez dan Jorge Martin tetap 10 poin setelah sprint race sehari sebelumnya.

Martin sebelumnya diperkirakan absen dalam balapan utama karena mengalami patah tulang pergelangan tangan akibat kecelakaan. Kondisi itu membuat Marquez berpeluang memperlebar keunggulan dalam klasemen, tetapi pembatalan balapan membuat selisih poin keduanya tidak berubah.

1. Rivola tak yakin pembatalan untungkan Martin

Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan terhadap cederanya, Martin menargetkan kembali tampil pada MotoGP Malaysia pekan berikutnya. Meski demikian, kondisi fisiknya masih menjadi tanda tanya.

Jadwal lanjutan MotoGP 2026 juga belum sepenuhnya pasti. Ada ketidakjelasan mengenai Grand Prix Qatar yang dijadwalkan berlangsung sepekan setelah seri Malaysia.

Rivola mengatakan tim hanya dapat mengikuti keputusan penyelenggara terkait keselamatan balapan. Menurutnya, keputusan untuk tetap menggelar atau membatalkan balapan bukan berada di tangan tim.

"Di satu sisi, ada banyak hal yang bisa dikatakan. Tapi, kami menjalani pekerjaan ini karena menyukainya. Jika penyelenggara mengatakan kondisi sudah aman untuk balapan, kami akan melakukannya," ujar Rivola, dilansir Crash.

2. Ada empat balapan tersisa di MotoGP 2026

Rivola mengatakan masih ada empat balapan yang diperkirakan tersisa pada musim ini. Namun, ia belum bisa memastikan apakah pembatalan GP Australia benar-benar menguntungkan Martin dalam perebutan gelar.

"Saat ini, kami yakin masih ada empat balapan tersisa. Saya tidak tahu apakah ini menguntungkan atau merugikan Jorge. Jika kondisi fisiknya belum fit, tentu ini bukan hal yang baik. Namun, keputusan itu bukan berada di tangan kami," katanya.

3. Martin akan sulit balapan di Malaysia

Martin tetap berencana pergi ke Malaysia untuk mengevaluasi kondisi fisiknya. Meski begitu, Rivola menilai peluang pembalapnya untuk benar-benar tampil di Sirkuit Sepang masih cukup sulit.

Meski begitu, ia memuji penampilan Martin dalam sprint race MotoGP Australia 2026. Menurutnya, Martin menunjukkan kemampuan terbaiknya dan memiliki peluang untuk memenangi balapan.

"Pada Sabtu, dia menunjukkan penampilan yang luar biasa. Kami melihat Jorge yang sebenarnya, dan saya pikir dia memiliki peluang untuk memenangi balapan," kata Rivola.

Jorge Martin belum beruntung sepanjang musim ini. Namun, Aprilia menegaskan tidak akan menyerah selama peluang untuk menyelesaikan MotoGP 2026 dengan hasil terbaik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article