Buntut Perang, Sulit Gelar MotoGP 2026 di Qatar Pada April Nanti

- CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, menyebut pelaksanaan MotoGP 2026 di Qatar pada April kemungkinan sulit terlaksana akibat situasi yang belum pasti.
- Ketegangan perang di Timur Tengah antara Iran, AS, dan Israel menghambat logistik serta penerbangan tim MotoGP menuju Qatar.
- Konflik tersebut berpotensi memengaruhi jadwal keseluruhan kalender MotoGP 2026 karena gangguan rute udara dan pembatasan perjalanan internasional.
Jakarta, IDN Times - CEO MotoGP Sports Entertainment, Carmelo Ezpeleta, memberikan penilaiannya terkait potensi digelarnya MotoGP 2026 di Qatar sesuai kalender, April nanti. Menurutnya, itu adalah hal sulit.
"Kemungkinan besar kita tidak akan pergi ke Qatar pada tanggal 12 April, tetapi saya tidak bisa mengatakan kita tidak akan pergi. Pindah ke tempat lain? Tentu tidak," ujar Ezpeleta, dilansir "Motosan".
1. FIM, MotoGP, dan pihak Qatar terus berkoordinasi
Ezpeleta menegaskan, keputusan soal MotoGP Qatar 2026 ini akan dibuat dalam beberapa minggu mendatang, berkoordinasi dengan Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dan otoritas setempat di Qatar .
"Kita harus menunggu; saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kita tidak akan pergi. Kami telah berbicara dengan Qatar sejak kejadian hari Minggu, dan kami akan membuat keputusan," ujar Ezpeleta.
2. Semua gara-gara perang di Timur Tengah
Perkara MotoGP Qatar 2026 ini tak lepas dari memanasnya situasi di Timur Tengah, buntut perang Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Ada beberapa hal yang jadi sulit terlaksana juga karena ini.
Dilansir Motosan, memanasnya konflik di Timur Tengah mempersulit pengiriman logistik tim-tim MotoGP ke Qatar. Apalagi sampai saat ini Iran, AS, dan Israel, masih saling melancarkan serangan ke wilayah tersebut.
Dampak pertama dari krisis ini sudah dirasakan oleh para anggota paddock MotoGP setelah kembali dari seri Thailand. Ketika akan kembali dari Thailand ke Eropa, banyak dari mereka harus singgah di Doha, Qatar, atau Dubai, Uni Emirat Arab, untuk transit.
Buntut dari memanasnya Timur Tengah, mengalami pembatalan penerbangan atau perubahan rute karena situasi Doha dan Dubai yang tak kondusif. Perjalanan yang sudah panjang ini harus dilalui lebih lama lagi.
3. Kalender MotoGP bisa saja terpengaruh
Tidak cuma potensi tertundanya seri Qatar, konflik Timur Tengah juga membuat kalender MotoGP sampai April 2026 nanti jadi sorotan. Setelah dari Thailand, MotoGP 2026 lanjut ke Brasil dan Texas, AS. Hal ini jadi kekhawatiran.
Dengan adanya pembatasan perjalanan udara di langit Iran, ada potensi juga balapan lain di kalender MotoGP 2026 ini akan tertunda. Sebab, kepulangan dari Thailand ke Eropa saja sudah terganggu.


















