Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Capaian Indonesia dalam 5 Edisi Terakhir China Masters per 2026
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/eric anada)
  • Indonesia meraih satu gelar dalam lima edisi terakhir China Masters, lewat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada 2019 setelah menang atas pasangan Jepang di final.
  • Pada 2023, Indonesia tidak mengirim wakil ke semifinal dan pencapaian terbaik berhenti di perempat final; Leo/Daniel serta Pramudya/Yeremia tersingkir pada fase tersebut.
  • Indonesia mencapai dua final pada 2024, lalu hanya semifinal pada 2025 dan perempat final pada 2026; Sabar/Reza menjadi wakil terjauh pada edisi terakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

China Masters 2026 memasuki partai final pada Minggu (6/9/2026), di Shenzhen Arena, Shenzhen, China. Sayangnya, tidak ada lagi wakil Indonesia yang tersisa setelah seluruh pemain Merah Putih gagal melangkah ke semifinal. Pencapaian terbaik wakil Indonesia hanya sampai perempat final melalui Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari sektor ganda putra.

Hasil tersebut menambah catatan Indonesia dalam beberapa edisi terakhir China Masters yang cukup beragam. Jika ditarik dalam rentang lima penyelenggaraan terakhir, bagaimana sebenarnya capaian wakil Indonesia di turnamen BWF World Tour Super 750 ini? Berikut rekam jejak Indonesia di China Masters sejak 2019 hingga 2026.

1. Meraih satu gelar juara di China Masters 2019

China Masters 2019 atau yang saat itu masih bernama Fuzhou China Open 2019 menjadi turnamen yang menghadirkan gelar juara bagi Indonesia. Pada edisi ini, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi penyumbang gelar juara setelah menaklukkan pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, pada partai final. Kemenangan 2 game langsung dengan skor 21-17 dan 21-9 dalam tempo 33 menit tersebut sekaligus memastikan Marcus/Kevin mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada edisi sebelumnya.

2. Gagal membawa pulang gelar juara di China Masters 2023

Indonesia gagal meraih gelar juara di China Masters 2023. Setelah pada edisi 2017 juga tidak mampu membawa pulang trofi, hasil serupa kembali terjadi enam tahun berselang. Tidak hanya tanpa gelar, Indonesia juga gagal mengirimkan satu pun wakil ke semifinal sehingga pencapaian terbaik hanya berhenti di perempat final. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin serta Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menjadi dua wakil dengan perjalanan terjauh. Namun, keduanya sama-sama harus tersingkir setelah kalah 2 game langsung, masing-masing dari pasangan India dan China. Hasil tersebut membuat China Masters 2023 tercatat sebagai salah satu edisi terburuk Indonesia dalam lima penyelenggaraan terakhir.

3. Gagal meraih gelar juara di China Masters 2024

China Masters 2024 menjadi titik balik setelah hasil mengecewakan Indonesia pada edisi sebelumnya. Meski kembali gagal meraih gelar juara, Indonesia setidaknya mampu mengirim dua wakil ke partai puncak, jauh lebih baik dibandingkan 2023 ketika tidak ada satu pun wakil yang mencapai semifinal. Jonatan Christie dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menjadi dua wakil tersebut, masing-masing dari sektor tunggal dan ganda putra. Namun, peluang Indonesia untuk mengakhiri turnamen dengan gelar juara tetap pupus setelah keduanya sama-sama kalah 2 game langsung pada partai final. Jonatan takluk dari Anders Antonsen 15-21, 13-21, sedangkan Sabar/Reza dihentikan pasangan Korea Selatan, Jin Yong/Seo Seung Jae, dengan skor 16-21, 16-21.

4. Tidak meraih gelar juara di China Masters 2025

Penampilan Indonesia kembali memburuk di China Masters 2025. Merah putih lagi-lagi pulang tanpa gelar juara dan tidak meloloskan satu wakil pun ke partai final. Wakil Indonesia dengan hasil terbaik pada edisi ini adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari sektor ganda putra. Mereka melaju hingga semifinal sebelum akhirnya dikalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae asal Korea Selatan yang diunggulkan di urutan pertama. Dalam duel 2 game langsung berdurasu 36 menit, mereka kalah dnegan skor 13-21 dan 17-21.

5. Kembali nirgelar di China Masters 2026

Indonesia lagi-lagi menuai hasil buruk di China Masters 2026. Pada edisi ini, Indonesia kembali gagal mengamankan gelar juara. Bahkan, wakil Indonesia tidak ada yang mampu menembus semifinal. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menjadi wakil Indonesia dengan laju terjauh. Ganda putra itu menembus perempat final sebelum akhirnya kalah dari pasangan nonunggulan Malaysia. Mereka kalah dari Nur Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong dalam pertempuran sengit 3 game dengan skor tipis 17-21, 21-16, dan 19-21.

Capaian Indonesia dalam lima edisi terakhir China Masters menunjukkan kecenderungan menurun meskipun sempat meraih gelar juara dan meloloskan wakil hingga final. Rangkaian hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu menjaga konsistensi prestasi di turnamen BWF World Tour level tinggi sekelas China Masters dalam beberapa penyelenggaraan terakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article