Jakarta, IDN Times - Jalan panjang menuju panggung oktagon terbesar di dunia, Ultimate Fighting Championship (UFC), kembali dirintis oleh petarung asal Indonesia. Kakak beradik asal Bengkulu, Deni Arif dan Deni Daffa, mendapat kesempatan emas untuk menimba ilmu melalui program beasiswa di fasilitas elit UFC Performance Institute (UFC PI), Shanghai, China.
Lahir dan besar di keluarga yang mendedikasikan hidupnya pada seni bela diri, "Deni Bersaudara" membawa misi besar untuk menyerap segudang ilmu. Sang ayah yang merupakan mantan petarung MMA dan ibu merupakan karateka, membuat darah petarung mengalir deras di nadi keduanya sejak kecil.
Bagi Deni Arif dan Deni Daffa, berlatih di Shanghai membuka mata mereka terhadap standar profesionalisme dalam ekosistem combat sport. Di sana, mereka dimanjakan dengan fasilitas latihan super lengkap, mulai dari pelatih spesialis untuk setiap teknik, fasilitas recovery, hingga asupan nutrisi yang ditakar dengan presisi.
Meski awalnya sempat kewalahan dengan program latihannya, duo jagoan Bengkulu ini perlahan mulai beradaptasi dan menikmati prosesnya. Berbekal tempaan ilmu dan kerasnya uji coba melawan juara-juara dari berbagai negara di UFC PI, mereka kini bersiap memantapkan diri untuk kembali menggebrak arena MMA dan mengejar mimpi untuk mendapat kontrak dari UFC.
Mereka telah mulai berguru sejak April 2026. Berikut adalah wawancara khusus IDN Times bersama Deni Arif dan Deni Daffa, seputar perjuangan mereka di Shanghai.
