FIFA Respons Komplain Mesir, Bagaimana Status Wasit Letexier?

- FIFA menerima komplain Mesir soal wasit Francois Letexier, namun menegaskan keputusan terkait statusnya di Piala Dunia 2026 hanya ditentukan lewat evaluasi resmi, bukan tekanan dari negara peserta.
- Letexier dan rekannya masih menunggu hasil laga Prancis di perempat final, karena aturan FIFA melarang wasit memimpin pertandingan jika negaranya masih berkompetisi demi menjaga integritas turnamen.
- Kasus serupa pernah terjadi pada Piala Dunia 2002 ketika Italia memprotes wasit Bryan Moreno usai kalah dari Korea Selatan, yang akhirnya membuat sang wasit tak lagi bertugas di turnamen tersebut.
Jakarta, IDN Times - FIFA telah menerima komplain dari Mesir atas kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier, dalam duel kontra Argentina di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026). Mereka menegaskan, status Letexier di Piala Dunia 2026 tak bisa ditentukan lewat keluhan dari sebuah negara.
Dalam jawabannya, dilansir L'Equipe, FIFA tetap akan mengevaluasi kinerja Letexier. Tak cuma Letexier, tapi juga seluruh perangkat yang bekerja di laga tersebut dinilai ulang performanya.
1. Belum tentu penuhi permintaan Mesir

Namun, bukan berarti FIFA akan memenuhi permintaan Mesir atas pemberhentian Letexier. Sebab, mereka menegaskan tak ada satu pun negara yang memiliki veto dalam menentukan nasib wasit.
FIFA hanya akan bertindak setelah performa teknis Letexier bersama para stafnya dilakukan. Pertandingan yang dipimpin Letexier, ditinjau ulang oleh Komite Wasit FIFA.
Setelah menemukan sejumlah fakta dan penilaian, barulah nasib Letexier ditentukan. Tapi, lagi-lagi kemungkinan besar Letexier memang sudah selesai masa tugasnya di Piala Dunia 2026, mempertimbangkan perjalanan Prancis.
2. Ada aturan yang perlemah situasi Letexier
Sesuai dengan aturan, setiap wasit yang bertugas di Piala Dunia, harus menunggu nasib negaranya. Karena Prancis main di perempat final kontra Maroko, Letexier bersama rekannya, Clement Turpin, masih harus menantikan hasil akhirnya.
Andai nantinya Prancis melaju ke semifinal, posisi Letexier dan Turpin akan melemah. Mereka bisa saja tak dilanjutkan penugasannya demi menjaga kredibilitas dan integritas laga, agar tak terjadi konflik kepentingan.
3. Italia pernah komplain dalam kontroversi Piala Dunia 2002
Sebenarnya, komplain seperti Mesir pernah dilakukan pula pada Piala Dunia 2002 lalu. Itu terjadi saat Italia dikalahkan oleh Korea Selatan pada babak 16 besar Piala Dunia 2002, dengan skor 1-2.
Sepanjang laga, wasit asal Ekuador, Bryan Moreno, dianggap berat sebelah dengan menguntungkan tuan rumah. Keputusan paling kontroversial adalah dengan memberikan tambahan waktu 15 menit, yang berujung pada tersingkirnya Gli Azzurri.
Usai menjalani peninjauan karena kontroversi ini, dia tak lagi ditugaskan di Piala Dunia 2002. Namun, FIFA tidak pernah mengungkapkan apakah keputusan itu karena protes Italia atau bukan.















