Cerita Pelatih Veddriq di Pars, Sempat Bilang Tuhan Pelit

- Veddriq Leonardo meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade 2024 Paris
- Pelatih Hendra Basir merasa kekhawatiran dan kekecewaan saat tim putri Indonesia gagal meraih medali
- Hendra bersyukur Veddriq bisa tampil tenang hingga meraih emas pertama untuk Indonesia di Paris
Jakarta, IDN Times - Pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, berbagi cerita di balik kesuksesan Veddriq Leonardo meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade 2024 Paris. Ada patah hati yang sempat dirasakan Hendra, meski Veddriq sukses raih emas.
Hendra merasa cukup lemas ketika tim putri Indonesia gagal meraih medali. Ketika Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajjiah Salsabila gagal meraih medali, ada kekhawatiran dan kekecewaan yang menyelimutinya.
1. Sempat sebut Tuhan pelit

Ketika tahu Desak dan Bila gagal raih Malamnya, Hendra sempat menumpahkan keluh kesahnya kepada Tuhan dalam doanya.
"Saya ngomong ke Tuhan, hari ini pelit. Setelah itu, saya sudah ikhlas saja," kata Hendra setibanya di Tanah Air.
2. Ingatkan Veddriq jadi harapan Indonesia

Setelah tim putri Indonesia dipastikan pulang tanpa medali dari Paris, Hendra sadar betul beban dan harapan medali emas untuk Indonesia kini ada di Veddriq.
Maklum, selain bulu tangkis, panjat tebing jadi salah satu cabang olahraga yang diharapkan membawa emas dari Olimpiade 2024 Paris.
"Saya bilang, 'Semua beban ada di lu. Bawa tenang aja' gitu," kata Hendra mengulangi pesannya kepada Veddriq.
Hendra bersyukur Veddriq bisa tampil tenang hingga meraih emas pertama untuk Indonesia di Paris.
3. Bawa nama Veddriq dalam doa

Jelang final, Hendra mengaku menyempatkan diri salat duha. Dalam doanya, dia menyebut Veddriq yang jadi tulang punggung kala itu.
"Saya bilang, memang kalau rezekinya Veddriq, tolong dikasih ya Allah. Kalau sudah rezekinya saya ikhlas. Saya ikhlas apapun yang terjadi," kata Hendra.


















