Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penyebab Joan Mir Sering Terjatuh pada 3 Balapan Awal MotoGP 2026

Penyebab Joan Mir Sering Terjatuh pada 3 Balapan Awal MotoGP 2026
Joan Mir saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya Sih
  • Joan Mir tampil cukup baik di sesi kualifikasi tiga seri awal MotoGP 2026, dua kali finis di sepuluh besar dan menempati posisi kesembilan klasemen BMW M Award.
  • Meski kuat di kualifikasi, Mir empat kali terjatuh dalam tiga seri perdana sehingga gagal finis di beberapa balapan sprint dan utama, hanya mengumpulkan tiga poin sejauh ini.
  • Mir menjelaskan jatuhnya disebabkan masalah cengkeraman ban belakang dan risiko tinggi saat pengereman di belakang pembalap lain, sambil mendesak Honda memperbaiki performa motor RC213V.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

MotoGP telah melangsungkan tiga seri balap pada 2026. Namun, Joan Mir tak berhasil menorehkan hasil terbaik. Pembalap Honda HRC Castrol itu lebih sering menuntaskan balapan lebih awal karena terjatuh.

Capaian kurang mengesankan itu menyisakan tada tanya. Sebab, Mir mampu menunjukkan performa oke pada sesi kualifikasi. Namun, tren positif tersebut justru tak terlihat ketika melakoni balapan sprint dan utama.

1. Joan Mir mencatatkan performa oke saat menjalani sesi kualifikasi MotoGP 2026

Performa Joan Mir saat melakoni sesi kualifikasi dalam tiga seri awal MotoGP 2026 terbilang oke. Ia tercatat dua kali berada di posisi sepuluh besar dalam sesi tersebut. Mir menduduki posisi start kesepuluh di GP Thailand dan posisi kelima di GP Amerika Serikat.

Mir baru sekali terlempar dari zona sepuluh besar sesi kualifikasi musim ini. Itu terjadi setelah pembalap bernomor motor 36 tersebut bercokol di posisi start ke-13 pada pekan balap GP Brasil. Torehan itu menempatkan Mir bertengger di peringkat kesembilan klasemen BMW M Award lewat perolehan 20 poin.

2. Joan Mir sudah empat kali terjatuh pada tiga seri perdana MotoGP 2026

Kinerja mengesankan Joan Mir pada sesi kualifikasi justru berbanding terbalik dengan hasil balapan sprint dan utama MotoGP 2026. Juara MotoGP 2020 itu lebih sering masuk garasi lebih awal karena sejumlah insiden. Mir gagal finis tiga kali pada balapan utama dan sekali pada balapan sprint.

Pada balapan utama GP Thailand, Mir sebetulnya sempat berada di posisi kelima saat fase akhir balapan. Sayangnya, ia gagal mempertahankan posisi tersebut lantaran mengalami masalah ban. Mir hanya membawa pulang tiga poin dari Negeri Gajah Putih setelah finis ketujuh pada balapan sprint.

Hasil negatif kembali terjadi saat Mir menghadapi pekan balap GP Brasil. Ia gagal mendulang poin dalam balapan sprint dan utama di Autodromo Internacional de Goiania. Mir mengalami kecelakaan pada balapan sprint dan terjatuh karena kesalahan sendiri pada balapan utama.

Kemudian, Mir menuntaskan balapan sprint GP Amerika Serikat di posisi ke-15. Akan tetapi, pembalap berkebangsaan Spanyol itu gagal merampungkan balapan setelah terjatuh pada lap keenam. Hasil tersebut membuat Mir pulang dari Negeri Paman Sam dengan tangan hampa.

3. Joan Mir terpaksa tampil lebih agresif saat memasuki tikungan karena masalah daya cengkeram ban belakang

Joan Mir punya penjelasan perihal serangkaian insiden yang dialaminya dalam tiga seri perdana MotoGP 2025. Pembalap berusia 28 tahun itu mengakui dirinya terpaksa tampil lebih agresif saat memasuki tikungan karena masalah daya cengkeram ban belakang. Kondisi itu memberikan tekanan berlebihan pada ban depan yang dapat meningkatkan risiko terjatuh.

Mir tidak tinggal diam menghadapi situasi tersebut. Ia mendesak Honda untuk melakukan perbaikan terhadap motor RC213V demi bisa bersaing lebih optimal melawan pabrikan lain. Mir siap membantu Honda guna menambal kekurangan yang ada.

"Kami harus meningkatkan performa bagian belakang motor agar bisa berkendara dengan lebih nyaman dengan bagian depan. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu tim. Jika kami tidak memperbaiki hal tersebut, maka akan sulit bertarung dengan tim lain apabila diriku tidak mengambil risiko seperti ini," kata Joan Mir dilansir Motorsport.

4. Joan Mir juga mengambil risiko saat pengereman ketika sedang mengikuti pembalap lain

Joan Mir juga membeberkan penyebab lain dirinya sering terjatuh saat balapan. Ia mengambil risiko dalam pengereman saat sedang mengikuti pembalap lain. Kondisi seperti itu jarang terjadi ketika sedang melaju sendirian seperti saat sesi kualifikasi. Hal inilah yang turut memperbesar peluang Mir terjatuh dari motor.

"Aku bisa melaju dengan sangat cepat dan cukup aman saat sendirian. Namun, aku harus mengambil risiko dengan cara pengereman yang sama agar bisa mengerem di belakang slipstream pembalap lain dengan aero seperti ini. Jika aku ingin bangkit, maka aku harus mengambil risiko dua kali lipat. Tentu saja, itu meningkatkan kemungkinan diriku jatuh," jelas Joan Mir dikutip Motorsport.

Joan Mir masih tertahan di peringkat ke-18 pada klasemen pembalap lewat raihan tiga poin. Ia tertinggal 20 poin dari rekan setimnya, Luca Marini, yang bertengger di peringkat kesepuluh. Mir menjadi pembalap Honda dengan posisi terbawah di klasemen sementara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More