Ditekuk Napoli, Allegri Tegaskan Prioritas AC Milan Bukan Scudetto

- AC Milan kalah 0-1 dari Napoli lewat gol Matteo Politano, membuat mereka turun ke posisi tiga klasemen dan tertinggal sembilan poin dari Inter Milan di puncak.
- Massimiliano Allegri menegaskan prioritas utama Milan musim ini adalah mengamankan tiket Liga Champions, bukan mengejar Scudetto, sambil meminta timnya segera bangkit.
- Rotasi besar di lini depan dengan mencadangkan Leao dan Pulisic gagal efektif, karena duet Fullkrug-Nkunku kesulitan menembus pertahanan Napoli meski sempat punya peluang emas.
Jakarta, IDN Times - AC Milan harus menelan pil pahit pada giornata 31 Serie A musim 2025/26, Selasa (7/4/2026) dini hari WIB. Mereka takluk dengan skor 0-1 dalam kunjungannya ke markas Napoli, Stadio Diego armando Maradona.
Milan memang tertekan sepanjang laga, namun pertahanannya cukup solid. Tuan rumah dibuat frustrasi, meski akhirnya kebobolan juga lewat aksi Matteo Politano pada menit 79.
Kekalahan tersebut membuat tim besutan Massimiliano Allegri turun ke peringkat tiga klasemen sementara. Kendati berada di tiga besar, posisi mereka kurang kuat dalam perburuan Scudetto, karena tertinggal sembilan poin dari Inter Milan selaku pemuncak klasemen.
1. Scudetto bukan prioritas, fokus amankan tiket Eropa
Alih-alih memaparkan aspek yang perlu dievaluasi demi menjaga peluang Scudetto, Allegri justru menyampaikan misi lain. Sebab, menurut Allegri, Scudetto bukan prioritas Rossoneri untuk musim ini.
Juru taktik asal Italia itu meminta anak-anak asuhnya bangkit untuk memastikan posisi empat besar di Serie A. Bukan menyerah, tetapi mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan merupakan prioritasnya.
"Perburuan Scudetto bukan untuk kami sekarang. Kami benar-benar perlu meningkatkan diri, masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan kami, yaitu bermain di Liga Champions," kata Allegri, dikutip dari Football Italia.
2. Peta persaingan empat besar Serie A
Dalam peta persaingan posisi empat besar, Milan diancam Como 1907 dan Juventus. Rossoneri yang baru mengoleksi 63 poin hanya unggul lima angka atas Como, dan enam atas Juventus.
Selisih yang tergolong tipis itu memaksa Rafael Leao untuk menyempurnakan diri di sisa musim. Mengingat, Como dan Juventus berhasil menunjukkan konsistensinya dengan tidak terkalahkan dalam lima pekan terakhir, sementara Milan menelan sudah kalah dua kali.
3. Penyebab Milan kalah dari Napoli
Kekalahan dari Napoli tak lepas dari keputusan berani Allegri melakukan rotasi besar-besaran di lini depan. Dia mencadangkan Rafael Leao dan Christian Pulisic yang tidak dalam kondisi fit 100 persen, lalu menurunkan duet baru Niclas Fullkrug dan Christopher Nkunku.
Sayangnya, perjudian tersebut gagal membuahkan hasil karena duet anyar ini kesulitan membongkar pertahanan rapat tuan rumah. Allegri menyoroti kegagalan timnya mengonversi beberapa peluang emas yang didapat Nkunku di babak pertama menjadi gol.
Secara keseluruhan, Allegri merasa timnya tidak bermain terlalu buruk lantaran mampu mengimbangi permainan Partenopei. Namun, ia menyayangkan kurangnya presisi dan keragu-raguan anak asuhnya dalam mengambil keputusan saat mencapai sepertiga akhir.
"Kami harus fokus pada diri sendiri, menjalani satu pertandingan demi satu. Saat ini kami masih berada di jalur target, tetapi itu tidak akan ditentukan dalam satu atau dua pekan. Kami harus menjaga keunggulan ini dengan terus meraih kemenangan," ujar Allegri.

















