Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Juara Umum 4 Edisi Terakhir German Open per 2025, Gelar Merata!

Daftar Juara Umum 4 Edisi Terakhir German Open per 2025, Gelar Merata!
Ilustrasi bulu tangkis. (pexels.com/eric anada)
Intinya Sih
  • German Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Februari–1 Maret sebagai pembuka tur Eropa BWF Super 300, menghadirkan pemain top dunia sejak turnamen ini rutin digelar sejak 1965.
  • Empat edisi terakhir menunjukkan distribusi gelar yang merata tanpa dominasi negara tertentu; Thailand, China, Korea Selatan, hingga negara-negara Eropa bergantian menjadi juara di berbagai sektor.
  • Tren pemerataan gelar dari 2022 hingga 2025 menegaskan persaingan global bulu tangkis semakin ketat dan menjadikan German Open ajang yang sulit diprediksi setiap tahunnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

German Open kembali digelar tahun ini, tepatnya pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026. Turnamen BWF Super 300 ini menjadi pembuka rangkaian tur Eropa di awal musim 2026, menghadirkan pemain-pemain top dari berbagai negara. Sejak pertama kali digelar pada 1965, German Open telah menjadi salah satu turnamen rutin yang menarik perhatian penggemar bulu tangkis dunia.

Pada empat edisi terakhir, gelar juara terbilang cukup merata di setiap sektor, dari tunggal putra hingga ganda campuran. Tidak ada satu negara pun yang mendominasi sepenuhnya, sehingga persaingan tetap ketat dan menarik untuk diikuti. Lalu, negara mana saja yang berhasil menjadi juara umum pada empat edisi terakhir German Open per 2025?

1. Thailand dan China sama-sama meraih 2 gelar juara pada edisi 2022

Pada German Open 2022, Thailand berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih dua gelar juara. Kunlavut Vitidsarn tampil dominan di tunggal putra, sementara ganda campuran Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai juga membawa pulang trofi. Pencapaian ini menegaskan posisi Thailand sebagai salah satu negara kuat di berbagai sektor bulu tangkis.

China juga tidak kalah impresif pada edisi yang sama, menyabet dua gelar di sektor tunggal putri dan ganda putri. He Bing Jiao tampil memukau di tunggal putri, sedangkan pasangan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan memastikan kemenangan di ganda putri. Satu sektor lainnya, ganda putra, diraih oleh Malaysia melalui Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin.

2. Korea Selatan keluar sebagai juara umum dengan meraih 2 gelar juara pada edisi 2023

Pada German Open 2023, Korea Selatan sukses keluar sebagai juara umum dengan koleksi dua gelar. Gelar tersebut datang dari sektor ganda putra melalui Choi Sol Gyu/Kim Won Ho serta ganda putri lewat Baek Ha Na/Lee So Hee. Keberhasilan ini menegaskan kekuatan Korea Selatan di nomor ganda pada edisi tersebut.

Sementara itu, tiga sektor lainnya dimenangkan oleh tiga negara berbeda. Tunggal putra diraih Ng Ka Long Angus dari Hong Kong, tunggal putri menjadi milik Akane Yamaguchi dari Jepang, dan ganda campuran dimenangkan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dari China. Hasil ini kembali menunjukkan distribusi gelar yang merata dan persaingan yang terbuka di German Open 2023.

3. Pada edisi 2024 diraih 5 negara berbeda

German Open 2024 menghadirkan persaingan yang semakin merata dengan lima negara berbeda keluar sebagai juara di lima sektor. Sektor tunggal menjadi sorotan karena berhasil dikuasai wakil Eropa, yakni Christo Popov dari Prancis di tunggal putra dan Mia Blichfeldt dari Denmark di tunggal putri. Keberhasilan ini menjadi catatan menarik di tengah dominasi Asia pada sektor tunggal dalam beberapa edisi sebelumnya.

Di sektor ganda, persaingan juga berlangsung ketat dengan pemenang dari tiga negara berbeda. Ganda putra dimenangi pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan, sementara ganda putri menjadi milik China lewat Li Yi Jing/Luo Xu Min. Adapun gelar ganda campuran diraih pasangan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, sehingga total lima gelar terbagi rata tanpa ada satu negara pun yang mendominasi.

4. Edisi 2025 juga tidak ada yang mendominasi gelar juara

Hal serupa kembali terjadi pada German Open 2025, di mana tidak ada satu negara pun yang mendominasi perolehan gelar. Lima sektor yang dipertandingkan seluruhnya dimenangi oleh wakil dari lima negara berbeda. Kondisi ini semakin menegaskan ketatnya persaingan di turnamen level Super 300 tersebut.

Di sektor tunggal putra, gelar diraih Viktor Axelsen dari Denmark, sementara tunggal putri dimenangi Yeo Jia Min asal Singapura. Ganda putra menjadi milik pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae dan ganda putri dimenangkan wakil Jepang, Mizuki Otake/Miyu Takahashi. Adapun sektor ganda campuran diraih pasangan lintas negara Belanda-Denmark, Robin Tabeling/Alexandra Boje, sehingga distribusi gelar kembali tersebar merata.

Dalam empat edisi terakhir, German Open menghadirkan persaingan yang relatif merata di setiap sektor. Mulai dari 2022 hingga 2025, gelar juara tersebar ke berbagai negara tanpa ada dominasi yang konsisten. Hal ini menunjukkan peta kekuatan bulu tangkis dunia yang semakin kompetitif, khususnya di level BWF Super 300.

Distribusi gelar yang terus berganti, German Open menjadi ajang yang sulit diprediksi setiap tahunnya. Kondisi ini juga membuka peluang bagi lebih banyak negara untuk tampil sebagai juara umum. Menarik untuk menantikan apakah tren merata ini akan kembali terjadi pada edisi 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More