Pedro Acosta Soroti Kelemahan KTM Usai MotoGP Thailand

- Pedro Acosta tampil gemilang di seri pembuka MotoGP 2026 Thailand dengan menjuarai sprint race dan finis kedua di balapan utama, membuatnya memimpin klasemen sementara.
- Meskipun kompetitif, Acosta mengakui motor KTM RC16 masih tertinggal dalam top speed dibanding Ducati dan Aprilia, terutama pada dua sektor awal lintasan Buriram.
- Acosta memanfaatkan sektor terakhir Sirkuit Buriram sebagai senjata andalan untuk menyalip lawan, berkat kemampuan pengereman kuat yang jadi kunci performanya di depan.
Jakarta, IDN Times - Pedro Acosta langsung mencuri perhatian pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand. Pembalap muda KTM itu tampil menawan dengan memenangi sprint race dan finis kedua pada balapan utama di Chang International Circuit, Thailand pada hari Minggu (1/3/2026).
Namun di balik hasil impresif tersebut, Acosta menegaskan masih ada kelemahan pada motor KTM RC16 ini. Menurutnya, motor itu masih kalah dalam hal top speed MotoGP, ketimbang rival utama seperti Ducati dan Aprilia.
“Sepertinya tahun ini top speed kami belum terlalu bagus dibandingkan Ducati dan Aprilia. Saya cukup kesulitan di dua sektor pertama lintasan.” kata Acosta dilansir Crash.
1. Kegemilangan Acosta di MotoGP Thailand 2026 membawanya pimpin klasemen
Seri pembuka MotoGP Thailand 2026 jadi panggung megah bagi Pedro Acosta. Saat sprint race, pembalap asal Spanyol itu tak gentar bersaing dengan Marc Marquez (Ducati Lenovo), hingga akhirnya melesat di posisi pertama.
Sehari setelahnya, saat balapan utama Acosta juga menyelesaikan balapan dengan brilian. Usai menjalani duel ketat dengan pembalap lainnya, ia akhirnya bisa finis sebagai runner-up, di belakang pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi
Usai tampil maksimal, Acosta pun kini berada di puncak klasemen MotoGP 2026. Ia unggul tujuh poin dari Bezzecchi, yang mengekor di belakannya dengan raihan 25 poin.
MotoGP Thailand menjadi seri pembuka musim ini sekaligus ajang pembuktian awal kekuatan tim-tim pabrikan.
Bagi KTM, hasil di Buriram juga sangat penting. Untuk pertama kalinya pabrikan asal Austria itu memimpin klasemen kejuaraan dunia balapan, setelah satu seri MotoGP berlangsung.
Kemenangan sprint yang diraih Pedro Acosta juga menjadi kemenangan pertama KTM sejak musim 2023.
2. Data top speed MotoGP di Thailand: KTM masih tertinggal
Meski tampil kompetitif sepanjang akhir pekan MotoGP Thailand, data menunjukkan KTM masih tertinggal dari Ducati dan Aprilia dalam hal top speed.
Top speed tertinggi sepanjang MotoGP Thailand 2026 dicatatkan Jorge Martin dari Aprilia dengan kecepatan 345,0 km/jam saat sesi kualifikasi. Sementara itu, catatan terbaik dari kubu KTM dibukukan Enea Bastianini dengan 342,8 km/jam.
Pedro Acosta sendiri mencatatkan kecepatan maksimal 341,7 km/jam di lintasan lurus Sirkuit Buriram.
Pada balapan utama MotoGP Thailand, Marquez menjadi pebalap tercepat dengan top speed 339,6 km/jam.
Sementara, Acosta dan rekan setimnya di KTM, Brad Binder, sama-sama mencatatkan kecepatan 336,4 km/jam.
“Kalau kami bisa meningkatkan itu, hidup kami akan jauh lebih mudah. Memang sekarang tidak seburuk tahun lalu saat kualifikasi, tapi masih banyak yang harus diperbaiki. Kami tetap harus terus bekerja, karena bisa dilihat Aprilia dan Ducati masih sangat cepat saat melakukan time attack.” kata Acosta.
3. Sektor terakhir MotoGP Thailand jadi senjata Pedro Acosta
Meski kalah dalam top speed MotoGP, Acosta mampu memaksimalkan sektor terakhir Sirkuit Buriram untuk tetap bersaing di barisan depan.
Zona pengereman keras menjelang tikungan terakhir menjadi titik andalan Pedro Acosta untuk melakukan manuver menyalip lawan.
“Sejak saya datang ke Thailand, bahkan sejak masih di kelas lain, saya selalu cepat di sektor empat. Itu satu-satunya tempat saya bisa menyalip,” ujar Pedro Acosta.
“Di sana ada titik pengereman terakhir yang sangat keras. Itu satu-satunya kartu yang saya punya, jadi saya mencoba menjaga jarak lalu menyerang di sana," lanjut dia
Strategi tersebut terbukti efektif sepanjang MotoGP Thailand dan membantu Pedro Acosta tetap kompetitif di posisi depan.
4. Performa kualifikasi KTM masih perlu ditingkatkan
Selain top speed, Acosta juga menyoroti performa KTM dalam sesi kualifikasi.
Di MotoGP Thailand, ia hanya mampu start dari posisi keenam. Posisi tersebut membuat perjuangannya di balapan menjadi lebih sulit karena harus melewati beberapa pebalap di awal lomba.
Menurut Pedro Acosta, Ducati dan Aprilia masih unggul dalam hal time attack atau catatan waktu terbaik dalam satu putaran.
“Kami tetap harus terus bekerja karena Aprilia dan Ducati masih sangat cepat saat time attack. Kalau kami bisa meningkatkan itu, perjalanan kami akan jauh lebih mudah.” beber pembalap berusia 21 tahun itu.
“Memang sekarang tidak seburuk tahun lalu, tapi masih ada banyak hal yang perlu ditingkatkan,” lanjut Acosta.
Seri kedua MotoGP 2026 selanjutnya akan digelar di Brasil. Jika KTM mampu meningkatkan top speed dan performa kualifikasi, peluang Pedro Acosta untuk terus memimpin klasemen MotoGP 2026 dan bersaing dalam perebutan gelar juara dunia musim ini akan semakin terbuka.


















