Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fajar/Fikri dan Cerita Soal Beban Juara Bertahan China Open 2026
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke 16 besar China Open 2026 (dok./PP PBSI)

  • Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri melaju ke babak 16 besar China Open 2026 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah Huang Di/Liu Yang lewat laga tiga gim sengit.
  • Sebagai juara bertahan, Fajar/Fikri memilih fokus pada setiap pertandingan tanpa terbebani status, sambil menjaga motivasi usai kemenangan di Japan Open 2026.
  • Mereka menyoroti tantangan adaptasi lapangan di Changzhou serta pentingnya recovery fisik dan mental agar tetap konsisten menghadapi padatnya jadwal turnamen BWF.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, memastikan langkah ke babak 16 besar China Open 2026. Mereka menyingkirkan wakil tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, dalam laga tiga gim dengan skor 21-15, 20-22, 21-9.

Pertandingan babak 32 besar tersebut berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Rabu (22/7/2026). Fajar/Fikri harus bekerja keras menghadapi perlawanan sengit pasangan China sebelum akhirnya mengunci kemenangan.

Fajar/Fikri bicara soal beban sebagai juara bertahan di ajang BWF Super 1000 tersebut. Mereka memilih tetap fokus pada setiap pertandingan.

Keduanya juga mengungkap tantangan adaptasi lapangan hingga pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalani turnamen secara beruntun.

1. Fajar/Fikri tak tterbebani status juara bertahan

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke 16 besar China Open 2026 (dok./PP PBSI)

Fajar/Fikri datang ke China Open 2026 dengan status juara bertahan. Namun, keduanya menegaskan tidak ingin menjadikan status tersebut sebagai beban.

Kepercayaan diri mereka memang meningkat setelah sukses merebut gelar Japan Open 2026 pekan lalu. Meski begitu, mereka memilih fokus menghadapi setiap pertandingan tanpa memikirkan tekanan berlebihan.

"Beban dan tekanan pasti ada di setiap turnamen, tidak hanya di sini karena kami juara bertahan dan pekan lalu baru juara di Jepang. Kami tidak mau terlalu melebih-lebihkan rasanya, ambil saja positifnya untuk semakin termotivasi dan percaya diri," kata Fikri.

2. Adaptasi lapangan jadi tantangan utama

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke 16 besar China Open 2026 (dok./PP PBSI)

Fajar mengakui dirinya dan Fikri sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan kondisi arena pertandingan di Changzhou.

Sebab, mereka tidak sempat mencoba lapangan saat sesi latihan sehari sebelumnya. Selain arah angin, karakter shuttlecock juga berbeda dibandingkan saat tampil di Japan Open 2026 di Tokyo.

Meski sempat mengalami kendala pada dua gim pertama, Fajar/Fikri mampu tampil lebih lepas pada gim penentuan. Mereka langsung mengambil kendali pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.

"Memang kami tidak sempat mencoba arena pertandingan kemarin di sesi latihan. Jadi tadi kami berusaha beradaptasi dengan kondisi lapangan, arah angin, dan karakter shuttlecock. Rasanya cukup berbeda dengan di Tokyo. Masih ada beberapa pukulan yang ragu-ragu. Syukurlah di gim ketiga kami bisa mengambil start dengan baik dan terus unggul," ujar Fajar.

3. Recovery jadi kunci jalani turnamen beruntun

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke 16 besar China Open 2026 (dok./PP PBSI)

Fajar/Fikri menilai proses pemulihan menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi performa di tengah padatnya jadwal turnamen BWF.

Mereka menjalani rangkaian turnamen secara beruntun sehingga kondisi fisik harus dijaga semaksimal mungkin. Pola makan, konsumsi vitamin, kualitas istirahat, hingga dukungan tim fisioterapis dan sport recovery PBSI menjadi bagian penting dari persiapan mereka.

Selain kondisi fisik, Fajar juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. Menurutnya, fokus terhadap pertandingan dan menghindari hal-hal di luar turnamen membantu menjaga energi selama kompetisi berlangsung.

"Harus ekstra recovery, mulai dari pola makan, vitamin, hingga istirahat. Dengan bantuan tim PBSI, dari fisioterapis sampai sport recovery, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Selain itu, kami juga harus menjaga pikiran tetap fresh dan enjoy. Hal-hal di luar turnamen kami kesampingkan dulu karena bisa menguras energi," kata Fajar.

Kemenangan atas Huang Di/Liu Yang menjadi modal berharga bagi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri untuk melanjutkan perjuangan di babak 16 besar China Open 2026. Konsistensi permainan, kemampuan beradaptasi, dan pemulihan fisik akan menjadi kunci bagi pasangan Indonesia tersebut dalam upaya mempertahankan gelar juara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article