MU Diselimuti Inkonsistensi, 2 Laga Penting Ini Bisa Jadi Titik Balik?

Jakarta, IDN Times - Manchester United masih belum mampu keluar dari jerat inkonsistensi. Teranyar, mereka tertahan 2-2 saat melawat ke markas Everton, Hill Dickinson Stadium, dalam matchday ketiga Premier League musim 2026/27, Minggu (6/9/2026).
Hasil di Hill Dickinson Stadium itu terasa tragis bagi Setan Merah. Kemenangan 2-1 sudah di depan mata, namun buyar usai dibobol Ainsley Maitland-Niles beberapa detik jelang wasit meniup peluit panjang.
Kegagalan meraih poin penuh usai sempat unggul lewat gol Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko membuat MU belum konsisten dalam tiga laga Premier League, yang hanya mencatat sekali kemenangan, sekali kalah, dan sekali imbang. Mereka harus berbenah dengan cepat, mengingat sudah ditunggu dua laga penting.
1. Ujian mental dan konsistensi lini belakang

Gelandang anyar Manchester United, Carlos Baleba (kanan) (AFP / Glyn Kirk) Hasil imbang di Merseyside menjadi cerminan rapuhnya pertahanan MU saat berada di momen krusial. Sebanyak dua gol balasan Everton yang lahir dari sepakan jarak jauh menjadi bukti, ada celah besar yang harus segera dievaluasi.
Carrick mengakui timnya harus belajar menuntaskan permainan ketika sudah berada dalam posisi unggul. Khususnya saat melakoni laga tandang yang tensinya tinggi.
"Kami menempatkan diri dalam posisi yang tepat dengan permainan menyerang yang bagus, tetapi gagal menang di luar kandang sangatlah mengecewakan. Ini pekerjaan yang masih terus berjalan," kata Carrick, dikutip dari laman resmi klub.
2. Lini serang mulai padu meski penyelesaian akhir harus dievaluasi

Gelandang Manchester United asal Kamerun, Bryan Mbeumo (kiri), melakukan tendangan salto saat laga Premier League melawan Hull City di MKM Stadium, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Paul ELLIS / AFP) Sebelum Everton, MU juga kebobolan di injury time saat menjamu Ipswich Town pada laga kedua. Bedanya, mereka berhasil menang dengan skor 5-2 dalam laga tersebut.
Di tengah sorotan terhadap barisan belakang, skema serangan MU, menurut Carrick, sebenarnya menunjukkan tren positif. Carrick menolak menghakimi performa anak asuhnya secara keseluruhan, karena menilai kreativitas serangan timnya sudah berada di jalur yang benar.
"Beberapa permainan menyerang di lapangan hari ini sangat bagus. Kami tahu dapat melakukan hal-hal tertentu dengan sangat baik dan para penyerang bermain bagus dengan mencetak dua gol. Tetapi tidak memenangkan pertandingan, itulah hal yang mengecewakan," ujar Carrick.
3. Dua laga krusial dalam sepekan siap tentukan arah musim

Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick, bersama Bruno Fernandes (AFP / Andy Buchanan) MU tidak punya waktu untuk meratapi kegagalan di markas Everton. Jadwal padat nan berat sudah menanti Bruno Fernandes dan kolega, yang bisa saja menjadi penentu arah perjalanan musim ini.
Setan Merah dijadwalkan menjamu wakil Azerbaijan, Sabah FK, dalam laga perdana Liga Champions pada 11 September 2026 mendatang. Berselang dua hari, giliran Manchester City yang datang ke Old Trafford untuk menguji konsistensinya.
"Pertandingan hari Jumat nanti akan sangat berbeda, dan pertandingan Minggu depan juga akan sangat berbeda. Saya pikir ada banyak hal baik hari ini yang bisa kita kembangkan. Ada hal-hal baik dari pertandingan melawan Hull yang bisa kami ambil, hal-hal baik dari Ipswich, dan ada hal-hal baik hari ini. Ada juga hal-hal yang perlu kami tingkatkan, ini adalah pekerjaan yang berkelanjutan. Kami akan bersiap," ujar Carrick.

















