Ganda Putra Denmark, Mads Pieler Kolding Umumkan Gantung Raket

Jakarta, IDN Times - Atlet bulu tangkis Denmark, Mads Pieler Kolding, mengumumkan keputusannya untuk gantung raket. Lebih kurang 11 tahun sudah Mads berkarir secara profesional di dunia bulu tangkis Denmark.
"Saya memutuskan untuk berhenti. Setelah berpikir panjang, ini adalah keputusan terbaik untuk saya dan keluarga," ujar spesialis ganda putra Denmark itu, melalui akun Instagram-nya @m_kolding pada Kamis (4/11/2021).
1. Kata Mads soal keputusannya untuk pensiun

Lelaki kelahiran Holbaek, Denmark pada 27 Januari 1988 ini mengatakan, keputusan untuk gantung raket bukan keputusan mudah. Terlebih, ketika mengingat banyak kenangan bersama olahraga yang sudah membesarkan namanya.
Dalam unggahannya, Mads mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh timnas Denmark, tempatnya bernaung selama ini, para pelatih, rekan-rekannya, dan juga pendukungnya yang disebut Mads sudah jadi bagian besar dalam hidupnya selama ini.
"Sekarang saatnya menikmati masa pensiun sebelum membuka lembaran baru dalam hidup," ujar Mads.
2. Catatan pertandingan terakhir

Dari laman resmi BWF, tercatat Piala Thomas 2020 dan Piala Sudirman 2021 jadi turnamen besar terakhir Mads Pieler Kolding sebelum gantung raket.
Bersama pasangan mainnya, Frederik Sogaard, Mads menyumbang poin untuk skuad Denmark di Piala Thomas 2020 usai menaklukkan pasangan Prancis, Fabien Delrue/William Villeger dalam rubber game dengan skor 19-21, 21-14, 21-15.
Di ajang Piala Sudirman, Mads/Frederik diturunkan dua kali. Pertama, berhadapan dengan pasangan Kanada B.R. Sankeerth/Nyi Yakura, pasangan Mads/Frederik menang dua game, 21-15, 21-10.
Setelahnya, Mads/Frederik berhadapan dengan pasangan asal Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan keok dalam dua game langsung, 19-21 dan 15-21.
3. Berjaya bersama duo Mads

Sepanjang karirnya, masa-masa Mads bersama dengan Mads Conrad-Petersen terbilang paling apik. Duo Mads kerap memenangkan laga dan permalukan bintang dunia, termasuk wakil Indonesia.
Saat Piala Thomas 2016, Duo Mads berperan memupus harapan Indonesia bawa pulang gelar juara. Meskipun, berhadapan dengan pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Duo Mads kala itu kalah dua game langsung dengan skor 18-21 dan 13-21.


















