Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Incar Juara All England 2026, PBSI Bergantung Pada Ganda Putra 

Incar Juara All England 2026, PBSI Bergantung Pada Ganda Putra 
Fajar Alfian/Muhammad Shiohibul Fikri dikalahkan pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di perempat final Indonesia Masters 2026 (IDN Times/Aditya Mustaqim)
Intinya Sih
  • PBSI menaruh harapan besar pada sektor ganda putra, terutama Fajar Alfian dan rekan-rekan, untuk meraih gelar juara di All England 2026 yang digelar di Birmingham.
  • Empat sektor lain ditargetkan menunjukkan peningkatan performa sebagai persiapan menuju Olimpiade 2028, meski peluang juara belum sebesar ganda putra.
  • All England 2026 dijadikan tolok ukur kekuatan Indonesia di level elite, dengan target minimal satu gelar dan evaluasi menyeluruh jika hasil belum sesuai harapan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pelatnas PBSI bergantung pada sektor ganda putra untuk meraih gelar juara dari All England 2026. Fajar Alfian dan kawan-kawan jadi tumpuan dalam turnamen yang akan bergulir di Birmingham, Inggris pada 3-8 Maret 2026.

“Ya, kalau kita melihat dari kualitas kapasitas atlet kita, tentunya yang kita bisa berharap lebih banyak itu adalah di ganda putra, ya,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian ditemui di Pelatnas Cipayung, Senin (23/2/2026).

1. Target untuk sektor lain

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian di Pelatnas Cipayung
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian di Pelatnas Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)

Bicara soal empat sektor lainnya, PBSI juga memberikan target di All England 2026. Bukan gelar juara, sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran diharapkan mampu menunjukkan perkembangan berarti sebagai perhitungan awal menuju Olimpiade 2028.

“Kalau kita bilang harus meraih gelar tentunya kondisinya peluangnya tidak sebesar di ganda putra. Tapi kita melihatnya itu adalah bagaimana peningkatan empat sektor ini dalam menuju ke 2028,” kata Eng Hian.

2. Akan ada evaluasi

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian di Pelatnas Cipayung
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian di Pelatnas Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)

Eng Hian menegaskan, All England dan ajang Super 1000 lainnya bisa menjadi gambaran soal kekuatan Indonesia di level elite untuk bersiap menuju Olimpiade 2028 Los Angeles. Jika target tak tercapai, maka evaluasi akan dilakukan PBSI.

“Jadi tidak terus jadi lima sektor itu kita berharap gelar semua. Kita step by step. Mana yang mempunyai peluang besar, itu bagaimana kesiapannya, bagaimana mengevaluasinya. Kalau tidak mencapai tentunya kita akan mengadakan maksudnya melakukan evaluasi. Nah dari empat sektor yang lainnya ini seperti apa? Peningkatannya seperti apa? Sudah mendekatinya seberapa jauh?” kata Eng Hian.

3. Incar satu gelar juara dari All England 2026

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan kemenangan tim beregu putra Indonesia atas Singapura di semifinal SEA Games 2025
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan kemenangan tim beregu putra Indonesia atas Singapura di semifinal SEA Games 2025 (dok.PP PBSI)

Tim Indonesia menargetkan minimal satu gelar juara dari All England 2026. Diharapkan, gelar dari Inggris akan menjadi gelar juara Super 1000 pertama skuad Indonesia musim 2026.

Dengan persiapan menyeluruh dan fokus penuh, Indonesia menargetkan minimalkan satu gelar juara pada All England 2026,” tulis PBSI dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

All England 2026 akan menjadi Super 1000 kedua yang digelar musim ini. Sebelumnya, sudah ada Malaysia Open 2026 yang sukses diselenggarakan. Namun, skuad Garuda pulang tanpa gelar juara dari ajang tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More