Persija Belum Rasakan Dampak Kenaikan Avtur

- Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, menyebut kenaikan harga avtur belum berdampak pada biaya operasional tandang karena kebijakan implementasinya belum dirilis pemerintah.
- Persija belum menyiapkan langkah antisipasi khusus, namun akan menyesuaikan biaya operasional jika kebijakan kenaikan avtur benar-benar diterapkan di kemudian hari.
- Pertamina menaikkan harga avtur mulai 1 April 2026, dengan rata-rata kenaikan 70 persen untuk domestik dan 80 persen untuk internasional dibanding periode Maret 2026.
Jakarta, IDN Times - Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, menyebut kenaikan avtur belum terlalu berdampak pada biaya operasional tandang tim Macan Kemayoran. Hingga kini, menurut Ardhi, situasinya masih terkendali karena kebijakan kenaikan avtur belum diimplementasikan terhadap biaya tiket pesawat secara menyeluruh.
"Untuk saat ini belum ada dampak. Dari pemerintah juga kebijakan terkait hal tersebut belum dirilis (secara implementasi), jadi kenaikannya pun belum terjadi," ujar Ardhi di Jakarta, Jumat (11/4/2026).
1. Belum ada antisipasi khusus dari Persija

Meski kini belum ada implementasi, Ardhi juga belum bisa memprediksi apakah kenaikan avtur sudah berdampak pada biaya tandang Persija. Alhasil, sampai sekarang belum ada skema antisipasi dari Persija terkait potensi kenaikan biaya operasional terkait situasi tersebut.
"Ke depan saya belum tahu, tetapi untuk saat ini belum berpengaruh. Untuk sementara belum ada antisipasi khusus," ujar Ardhi.
2. Persija tetap bersiap menyesuaikan

Jika kelak implementasi dari kenaikan avtur itu sudah terasa, Ardhi mengaku Persija akan bersiap untuk menyesuaikan biaya operasional tandang. Saat ini, dia belum bisa memprediksi berapa kenaikannya.
"Namun, tentu nanti kami akan menyesuaikan jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan," ujar Ardhi.
3. Harga avtur naik drastis

Pertamina mengumumkan kenaikan harga yang mulai berlaku sejak 1 April 2026. Dalam pengumumannya, Pertamina menaikkan harga avtur untuk domestik per 1-30 April sebesar rata-rata 70 persen, sedangkan untuk internasional 80 persen (berbeda tiap bandara) dibandingkan dengan harga per 1-31 Maret 2026.
Sebagai contoh, di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, harga avtur domestik per 1-31 Maret 2026 adalah Rp13.656,51 per liter. Sementara pada periode 1– 0 April 2026 harganya menjadi Rp23.551,08 per liter atau naik 72,45 persen.
Jika dibandingkan dengan harga avtur domestik rata-rata pada 2019 (saat TBA mulai diberlakukan), yaitu Rp7.970, maka kenaikannya mencapai 295 persen. Sementara itu, untuk internasional, harganya naik dari 0,742 dolar AS per liter menjadi 1,338 dolar AS per liter atau naik 80,32 persen. Jika dibandingkan dengan 2019 (pada saat TBA mulai diberlakukan), harga avtur internasional di Indonesia adalah 0,6 dolar AS per liter, sehingga kenaikannya mencapai 223 persen.
















