Tak Ada Kartu Lagi, Persija Harus Akhiri Laga Dengan 11 Pemain

- Pelatih Persija, Mauricio Souza, menegaskan pentingnya menyelesaikan laga melawan Persebaya dengan 11 pemain penuh agar tim tak lagi dirugikan oleh kartu merah.
- Sousa menilai banyaknya kartu yang diterima Persija disebabkan kurangnya kontrol emosi pemain, bukan karena faktor taktik atau strategi permainan.
- Sepanjang musim 2025/26, Persija sudah menerima tujuh kartu merah yang berdampak pada hasil pertandingan, dengan catatan tiga kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, rupanya kesal juga akan kartu merah yang kerap didapat timnya. Dia berharap, hal serupa tak terjadi saat 'Macan Kemayoran' jumpa Persebaya Surabaya.
Persija akan jumpa Persebaya dalam laga pekan 27 Super League 2025/26, Sabtu (11/4/2026). Souza ingin, laga tersebut bisa berakhir dengan 11 pemain bagi Persija, tidak seperti laga yang sudah-sudah.
"Kami selalu menekankan kepada pemain bahwa kami harus memulai pertandingan dengan 11 pemain dan mengakhirinya juga dengan 11 pemain," ujar Souza dalam sesi jumpa pers jelang laga.
1. Kartu selalu merugikan bagi Persija

Souza mengakui, banyaknya kartu yang didapat Persija ini selalu merugikan. Apalagi, ketika mereka mendapatkan kartu merah, hasil laga kerap berakhir buruk bagi Persija.
"Kami tahu betapa merugikannya kartu, baik merah maupun kuning. Dalam beberapa pertandingan, hal itu membuat kami kehilangan peluang untuk menang," ujar Souza.
2. Kartu terjadi karena kurangnya kontrol emosi

Souza mengungkapkan, banyaknya kartu yang didapat Persija, khususnya kartu merah, terjadi karena kurangnya kontrol emosi pemain. Hal itu sudah di luar aspek taktik yang dia persiapkan jelang laga.
"Kartu bukanlah bagian dari taktik. Biasanya itu terjadi karena kurangnya kontrol emosi. Kami harus lebih disiplin dan memahami dampaknya bagi tim," ujar Souza.
3. Sudah banyak kartu merah yang didapat Persija

Sepanjang musim 2025/26 ini, total Persija terkena kartu merah dalam tujuh laga, termasuk dalam laga lawan Bhayangkara FC. Penyakit kartu merah ini sudah dimulai sejak laga lawan Persis pada 10 Agustus 2025.
Selanjutnya, kartu merah bagi Persija hadir lagi saat lawan Malut United (23 Agustus 2025), Arema (8 November 2025), Semen Padang (22 Desember 2025), Persib (11 Januari 2026), Malut United (24 Februari 2026), dan Bhayangkara FC (5 April 2026).
Dari tujuh laga itu, Persija menang tiga kali, imbang sekali, dan kalah tiga kali. Kartu merah benar-benar memengaruhi hasil yang didapat Macan Kemayoran di Super League 2025/26.

















