Jadi Kandidat Juara MotoGP 2026, Bezzecchi Ogah Sesumbar
- Marco Bezzecchi finis di posisi ketiga klasemen MotoGP 2025 dengan tiga kemenangan balapan utama dan sembilan podium.
- Bezzecchi memilih fokus pada hasil kompetitif di awal musim untuk masuk lima besar sebelum menetapkan target ke tiga besar.
- Ia percaya diri dengan perkembangan motor Aprilia yang sudah mulai mengatasi masalah stabilitas dari musim sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Marco Bezzecchi mengakhiri MotoGP 2025 dengan hasil impresif, yakni finis di posisi ketiga klasemen akhir. Prestasi itu membuat Rider Aprilia tersebut diperhitungkan menjadi kandidat juara musim ini.
Bezzecchi berhasil menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang musim. Ia bahkan bisa mengimbangi dominasi Ducati yang sulit dikalahkan di lintasan.
Sepanjang musim lalu, ia meraih tiga kemenangan balapan utama dan tiga kemenangan sprint race. Ia juga sembilan kali naik podium, membuat reputasinya kian menjadi ancaman lawan-lawannya.

Performa ini membuat Bezzecchi menjadi salah satu kandidat serius dalam perebutan gelar juara MotoGP 2026. Namun, ia ogah terbebani soal masalah tersebut.
Menyoal kansnya menjadi juara MotoGP 2026, Bezzecchi memilih realistis. Fokusnya saat ini adalah memulai musim dengan hasil kompetitif.
“Target saya, pada dasarnya, adalah mencoba untuk memulai dengan baik. Itulah yang gagal kami raih tahun lalu,” kata Bezzecchi, dilansir Crash.
2. Bezzecchi ingin mengawali musim dengan kompetitif

Bezzecchi merinci strateginya, yaitu mengawali musim dengan kompetitif untuk masuk lima besar. Setelah beberapa balapan, baru ia akan menetapkan target ke tiga besar, sebagai langkah menuju persaingan gelar.
“Kami harus memulai dengan lebih kompetitif untuk lima besar. Selanjutnya mencoba ke tiga besar, tapi saya tidak akan terburu-buru. Setelah beberapa balapan, barulah kami bisa menetapkan target yang jelas,” kata Bezzecchi.
Ia menegaskan, di MotoGP setiap rider harus melaju selangkah demi selangkah.
“Tahun lalu kami membangun fondasi yang bagus. Mudah-mudahan, kami bisa terus mengembangkannya,” ujar pembalap berusia 27 tahun itu.
“Pada dasarnya di MotoGP, rider harus melaju selangkah demi selangkah. Tidak ada motor yang sempurna, jadi kami harus terus meningkatkan diri,” lanjut Bezzecchi.
3. Percaya diri dengan perkembangan motor Aprilia
Bezzechi tak menampik, masalah stabilitas sempat menjadi kendala utama Aprilia. Hanya saja, semuanya perlahan sudah mulai biasa teratasi.
Ia percaya diri dengan perkembangan motor Aprilia yang kian melesat dari musim sebelumnya.
“Awalnya, masalah kami adalah kekurangan stabilitas. Namun ketika itu diatasi, ada masalah lainnya. Secara keseluruhan, semua membaik di musim lalu dan itu hal normal. Kami tidak pernah fokus pada satu hal,” ujar anak didik Valentino Rossi ini.
Dengan tiga kemenangan Grand Prix, tiga kemenangan sprint race, sembilan podium, dan finis ketiga klasemen MotoGP 2025, Bezzecchi layak diperhitungkan jadi calon juara MotoGP 2026 bersama Aprilia.

















