Donovan Mitchell telah menyetujui perpanjangan kontrak bersama Cleveland Cavaliers. Kontrak baru Mitchell berdurasi 4 musim dengan nilai mencapai 273 juta dolar atau sekitar Rp4,4 triliun. Mari menilik kenapa perpanjangan kontrak tersebut merupakan langkah terbaik bagi Cleveland Cavaliers.
Kenapa Kontrak Baru Donovan Mitchell Jadi Langkah Terbaik Cavaliers?

1. Cleveland Cavaliers berhasil mengunci terbaiknya
Donovan Mitchell merupakan pemain terbaik Cleveland Cavaliers sejak datang dari Utah Jazz pada 2022 lalu. Mitchell berhasil membawa Cavaliers menjadi salah satu tim papan atas di Wilayah Timur. Sesuatu yang tak pernah mereka raih sejak ditinggal LeBron James pada 2018 lalu.
Cavaliers tak pernah keluar dari empat besar Wilayah Timur pada musim reguler. Mereka bahkan menjadi pemuncak Wilayah Timur pada 2024/2025. Rekor Cavaliers pada playoff juga tak terlalu buruk meski belum pernah menembus final. Cavaliers dua kali tersingkir pada semifinal Wilayah Timur pada 2023/2024 dan 2024/2025. Mereka sukses menembus final Wilayah Timur pada 2025/2026 sebelum disapu New York Knicks.
Statistik Mitchell terbilang bagus dengan catatan 26,7 poin dan 5,3 assist per game selama 4 musim. Catatan poinnya bahkan meningkat menjadi 27,3 poin per game pada playoff. Mitchell juga selalu masuk jajaran NBA All-Star dan pernah masuk All-NBA First Team pada 2024/2025.
2. Membedah keuntungan dari kontrak baru Donovan Mitchell
Kontrak baru Donovan Mitchell berdurasi 4 musim dengan nilai mencapai 273 juta dolar atau sekitar Rp4,4 triliun. Mitchell memiliki klausul player option pada 2030/2031. Perpanjangan kontrak tersebut sekaligus mencegah Mitchell keluar sebagai free agent pada akhir 2026/2027.
Kontrak tersebut dinilai sangat bagus karena waktu penandatangannya. Nilai kontrak Mitchell bisa saja lebih besar jika menunggu semusim lagi. Ia akan memenuhi syarat 10 tahun ambang batas pemain veteran untuk mendapatkan kontrak supermax berdurasi 5 musim dengan nilai 353 juta dolar atau sekitar Rp6,3 triliun. Statistik Mitchell membuktikan jika ia layak mendapat kontrak fantastis tersebut.
Namun, Mitchell tak mengambil opsi tersebut agar bisa membuka ruang gaji Cavaliers. Mereka akan memiliki tambahan 80 juta dolar atau sekitar Rp1,4 triliun untuk memperkuat tim. Terlebih, Cavaliers juga telah memiliki pemain bergaji tinggi lain seperti Evan Mobley, James Harden, dan Jarrett Allen.
3. Cleveland Cavaliers bisa meniru New York Knicks
Situasi serupa dengan Donovan Mitchell juga terjadi pada New York Knicks pada 2024 lalu. Jalen Brunson yang merupakan bintang utama Knicks menolak kontrak supermax berdurasi 5 musim dengan nilai mencapai 323 juta dolar atau sekitar Rp5,8 triliun. Ia lebih memilih perpanjangan kontrak berdurasi 4 musim dengan nilai 156,5 juta dolar atau sekitar Rp2,8 triliun.
Selisih nilai kontrak tersebut membuat Knicks bisa membangun skuad lebih baik. Knicks bisa mendatangkan Karl-Anthony Towns dan Mikal Bridges serta mempertahankan OG Anunoby dan Josh Hart. Skuad tersebut sukses membawa Knicks menjadi juara NBA pada 2025/2026.
4. Cavaliers membuka peluang untuk memulangkan LeBron James
Waktu penandatangan kontrak baru Donovan Mitchell bertepatan dengan keputusan LeBron James meninggalkan Los Angeles Lakers. Cavaliers dinilai menjadi salah satu tim sebagai pelabuhan bagi peraih empat MVP NBA tersebut. Kontrak baru Mitchell memungkinkan kedatangan LeBron terlebih jika mau memangkas gajinya.
Kembalinya LeBron ke Cleveland bisa cerita indah sebelum menutup kariernya. Cavaliers merupakan tim memilih LeBron pada posisi pertama di NBA draft 2003. Ia bahkan sukses mengantar Cavaliers menjadi juara NBA untuk kali pertama pada 2015/2016.
LeBron mungkin tak lagi menjadi pemain terbaik di lapangan karena telah termakan usia. Namun, ia bisa menjadi pemimpin bagi para pemain muda Cavaliers. Dengan skuad Cavaliers yang cukup mumpuni, bukan tak mungkin LeBron bisa menutup kariernya dengan cincin juara NBA.
Cleveland Cavaliers berhasil memperpanjang kontrak Donovan Mitchell. Keputusan tersebut terbilang bagus karena berhasil membuka ruang gaji secara signifikan. Apalagi jika Cavaliers bisa memulangkan LeBron James.