Malu Tapi Mau, Erick Thohir Ingin Ikut Urus GBK Bersama Danantara

- Erick Thohir menyatakan keinginan Kemenpora untuk ikut terlibat dalam pengelolaan kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang kini resmi dikelola oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara).
- Kemenpora di bawah Erick mulai fokus memperbaiki dan mengelola fasilitas olahraga yang terbengkalai pasca PON, agar sarana tersebut bisa kembali dimanfaatkan secara optimal.
- Pemerintah berencana membentuk Badan Layanan Umum untuk bekerja sama dengan Danantara dalam mengelola Rumah Sakit Olahraga Nasional dan fasilitas latihan atlet muda di Cibubur.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menunjukkan sikap unik tatkala ditanya soal pengelolaan kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Secara tersirat, dia ingin Kemenpora bisa ikut terlibat.
Per 2025, pengelolaan kompleks GBK sudah tidak lagi berada di bawah Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg). Kini, kompleks olahraga bersejarah itu sudah dikelola Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Alhamdulillah kalau Kemenpora dilibatkan (soal pengelolaan GBK). Saat ini, pengelolaan GBK Senayan sudah diambil alih oleh Danantara," ujar Erick kepada awak media di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
1. Kemenpora mulai memperhatikan fasilitas olahraga

Di bawah kepemimpinan Erick, Kemenpora tidak cuma fokus pada peningkatan prestasi atlet. Mereka juga fokus pada pengelolaan fasilitas olahraga, terutama yang terbengkalai usai Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Banyak sarana olahraga yang terbengkalai usai pelaksanaan PON. Semua ini terjadi karena biaya perawatannya cukup tinggi. Makanya, kita harus mencari jalan keluar sehingga masalah ini bisa teratasi,” kata Erick.
2. Danantara juga akan mengelola RSON

Erick juga mengungkapkan, pengelolaan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur, bakal dikerjasamakan juga dengan Danantara agar bisa dimanfaatkan secara produktif.
Erick juga menjelaskan, pemerintah telah membangun Cibubur Youth Elit Sport Center (CYESC) untuk pemusatan latihan bagi atlet muda nasional di Cibubur yang didukung dengan keberadaan RSON.
Namun, untuk merawat fasilitas tersebut, dibutuhkan anggaran yang cukup besar mencapai Rp6 miliar per tahun. Oleh sebab itu, dia menginginkan agar fasilitas RSON dapat dikelola secara lebih produktif.
"Kami akan membentuk Badan Layanan Umum (BLU) untuk nanti bekerja sama dengan Danantara mengelola RSON. Jadi nanti rumah sakit juga jalan dan fasilitas olahraga juga bisa dirawat secara baik," kata Erick.
3. GBK resmi dikelola Danantara

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani sebelumnya mengumumkan Danantara akan mengelola aset GBK. Dia juga mengatakan, Danantara akan melakukan perencanaan yang matang agar GBK jadi aset produktif.
“Jadi GBK dan seluruh lokasi yang ada di sini akan dimasukkan ke dalam Danantara. Aset yang bisa menghasilkan baik dari return of asset atau return of investment," kata Rosan pada April 2025 lalu.
















