Vianles Ungkap Sisi Ekstrem MotoGP: Kecepatan dan Risiko Tinggi
- Maverick Vinales menegaskan MotoGP adalah olahraga ekstrem yang menuntut keberanian tinggi dan kemampuan melaju di batas kecepatan tanpa ruang untuk rasa takut.
- Ia menyebut balapan sempurna justru penuh momen nyaris jatuh, karena setiap tikungan menguji fokus dan mental pembalap di tengah risiko besar.
- Vinales mengakui faktor motor sering menentukan hasil, namun tetap menilai semua risiko sepadan demi sensasi kemenangan di level tertinggi MotoGP.
Jakarta, IDN Times - Meski harus absen dalam balapan MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez akibat cedera, Maverick Vinales mengumbar pernyataannya tentang ajang balap motor bergengsi ini yang penuh risiko dan adrenalin.
Pembalap Tech3 KTM itu menggambarkan MotoGP bukan sekadar olahraga, melainkan olahraga ekstrem yang hanya bisa dipahami mereka yang menjalaninya langsung.
“Memakai helm dan hanya berpikir untuk melaju secepat mungkin. Seperti masuk ke dunia lain. Kalau tidak terbiasa dengan kecepatan, kamu tidak bisa jadi pembalap. Bagi saya, menjadi pembalap adalah kebebasan,” kata Vinales dikutip laman resmi MotoGP.
1. Tak ada ruang untuk rasa takut jika ingin balapan di MotoGP
Pernyataan itu menegaskan MotoGP bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga keberanian untuk terus berada di batas kemampuan manusia saat melahap tikungan.
Vinales menyebut, seorang pembalap harus siap berada di atas limit sepanjang balapan tanpa ada ruang untuk rasa takut.
“Kalau kamu tidak terbiasa dengan kecepatan, kamu tidak bisa jadi rider karena kamu harus selalu berada di atas limit,” ujar pembalap asal Spanyol itu.
2. Vinales menilai balapan yang sempurna adalah penuh momen nyaris jatuh
Vinales juga menyoroti aspek mental yang sangat menentukan. Menurutnya, seorang rider tak bisa memikirkan risiko saat berada di atas motor.
“Begitu memakai helm, kamu tidak memikirkan risiko. Kamu hanya fokus balapan. Di setiap tikungan kamu merasa hampir jatuh, tapi itu bagian dari permainan,” beber pembalap berusia 31 tahun tersebut.
Menariknya, Vinales menggambarkan balapan yang sempurna bukanlah mengintari lap tanpa kesalahan, melainkan justru penuh momen nyaris jatuh.
“Lap terbaik adalah ketika kamu melewati 14 tikungan dan hampir jatuh, tapi tetap bertahan. Itu yang sempurna,” katanya.
3. Kadang pembalap kalah karena motor
Namun di balik adrenalin tinggi tersebut, Vinales juga tak menutup mata terhadap sisi keras MotoGP. Ketidakpastian performa motor sering kali menjadi faktor yang tak bisa dikendalikan pembalap.
“Kadang kamu kalah bukan karena balapan, tapi karena motor. Itu bagian paling frustrasi,” katanya.
Meski begitu, bagi Vinales, semua risiko tersebut sepadan dengan satu hal, yakni kemenangan.
“Tidak masuk akal berada di level ini jika tidak ingin merasakan kemenangan. Namun, sensasi menang itu tidak bisa dijelaskan. MotoGP tidak bisa dijelaskan, kamu harus merasakannya,” ujarnya lagi.
Dengan pandangan tersebut, Maverick Vinales kembali menegaskan MotoGP adalah kombinasi antara keberanian, risiko ekstrem, dan hasrat tanpa batas untuk meraih kemenangan di level tertinggi balap motor dunia.


















