Kemunculan F-Duct pada RS-GP 2026 terungkap pada hari terakhir tes pramusim di Buriram, Thailand, pada 22 Februari 2026. Sebuah lubang saluran udara tampak tersembunyi di bawah fairing depan motor. Aprilia juga menerapkan F-Duct pada pekan balap GP Thailand yang dihelat pada 27 Februari--1 Maret 2026.
Penerapan sistem F-Duct memang menjadi hal baru di MotoGP. Namun, McLaren pernah menerapkan sistem tersebut di Formula 1 2010 sebelum adanya DRS. Saat itu, Formula 1 melarang penggunaan permukaan aero yang dapat digerakkan.
Tak kehabisan akan, McLaren dengan cerdik menciptakan sistem yang memanfaat pengemudi membuka dan menutup saluran kontrol. Itu bertujuan agar hambatan udara dari sayap belakang saat mobil melaju di trek lurus dapat berkurang. Namun, sistem saluran F-Duct pada McLaren MP4-25 terbilang rumit.
Di sisi lain, Aprilia menerapkan sistem yang lebih sederhana dengan berakar pada metode dasar yang sama. Pabrikan asal Italia itu tetap mempertahankan interaksi pembalap dengan sistem F-Duct. Sebab, MotoGP juga memiliki aturan yang melarang penggunaan perangkat aerodinamika bergerak.
Motorsport Technology melansir, dua saluran masuk F-Duct masuk ke bagian dalam fairing yang bermuara pada sisi samping tangki bahan bakar. Pembalap dapat menutup lubang dekat tangki bahan bakar saat melaju di trek lurus. Tindakan ini menyebabkan aliran udara bergerak menuju tiga slot yang berposisi sejajar dengan tiga saluran pembuangan udara panas.
Udara yang mengalir ke arah slot dapat menghalangi udara panas dari radiator agar tidak keluar melewati area tersebut. Hasilnya, hambatan saat melaju di trek lurus berkurang. Pembalap dapat dengan optimal memacu motor mereka dengan kecepatan lebih tinggi.
Sementara itu, lubang F-Duct dalam posisi terbuka ketika pembalap sedang berbelok. Kondisi ini menyebabkan udara bergerak ke arah bagian belakang motor melalui saluran tersebut. Mekanisme tersebut dapat membantu sayap belakang untuk meningkatkan downforce.