Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menelaah Cara Kerja F-Duct pada Motor RS-GP Aprilia di MotoGP 2026
Marco Bezzecchi saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)
  • Aprilia memperkenalkan sistem F-Duct pada motor RS-GP 2026, terinspirasi dari teknologi McLaren F1 2010 namun dengan mekanisme lebih sederhana dan sesuai regulasi aerodinamika MotoGP.
  • Penerapan F-Duct terbukti efektif di GP Thailand 2026, membawa Marco Bezzecchi meraih kemenangan dan seluruh pembalap Aprilia finis di lima besar tanpa adanya protes dari tim lain.
  • CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut keberhasilan F-Duct bisa menginspirasi pabrikan lain meniru konsep serupa meski pembaruan aero tiap tim dibatasi oleh aturan konsesi MotoGP.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aspek aerodinamika pada motor MotoGP telah mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Tim terus berinovasi mencari cara agar performa motor dapat optimal saat melaju di trek. Salah satu yang menarik perhatian adalah F-Duct pada motor RS-GP di MotoGP 2026.

Motor milik Aprilia itu menerapkan sistem aliran udara seperti yang pernah diterapkan pada mobil McLaren MP4-25 pada 2010. Keduanya menggunakan metode dasar yang sama dalam penggunaan F-Duct. Namun, cara kerja F-Duct pada RS-GP lebih sederhana ketimbang pada mobil McLaren versi 2010.

1. Aprilia menerapkan metode dasar F-Duct seperti pada mobil McLaren F1 2010 dengan sistem yang lebih sederhana

Kemunculan F-Duct pada RS-GP 2026 terungkap pada hari terakhir tes pramusim di Buriram, Thailand, pada 22 Februari 2026. Sebuah lubang saluran udara tampak tersembunyi di bawah fairing depan motor. Aprilia juga menerapkan F-Duct pada pekan balap GP Thailand yang dihelat pada 27 Februari--1 Maret 2026.

Penerapan sistem F-Duct memang menjadi hal baru di MotoGP. Namun, McLaren pernah menerapkan sistem tersebut di Formula 1 2010 sebelum adanya DRS. Saat itu, Formula 1 melarang penggunaan permukaan aero yang dapat digerakkan.

Tak kehabisan akan, McLaren dengan cerdik menciptakan sistem yang memanfaat pengemudi membuka dan menutup saluran kontrol. Itu bertujuan agar hambatan udara dari sayap belakang saat mobil melaju di trek lurus dapat berkurang. Namun, sistem saluran F-Duct pada McLaren MP4-25 terbilang rumit.

Di sisi lain, Aprilia menerapkan sistem yang lebih sederhana dengan berakar pada metode dasar yang sama. Pabrikan asal Italia itu tetap mempertahankan interaksi pembalap dengan sistem F-Duct. Sebab, MotoGP juga memiliki aturan yang melarang penggunaan perangkat aerodinamika bergerak.

Motorsport Technology melansir, dua saluran masuk F-Duct masuk ke bagian dalam fairing yang bermuara pada sisi samping tangki bahan bakar. Pembalap dapat menutup lubang dekat tangki bahan bakar saat melaju di trek lurus. Tindakan ini menyebabkan aliran udara bergerak menuju tiga slot yang berposisi sejajar dengan tiga saluran pembuangan udara panas.

Udara yang mengalir ke arah slot dapat menghalangi udara panas dari radiator agar tidak keluar melewati area tersebut. Hasilnya, hambatan saat melaju di trek lurus berkurang. Pembalap dapat dengan optimal memacu motor mereka dengan kecepatan lebih tinggi.

Sementara itu, lubang F-Duct dalam posisi terbuka ketika pembalap sedang berbelok. Kondisi ini menyebabkan udara bergerak ke arah bagian belakang motor melalui saluran tersebut. Mekanisme tersebut dapat membantu sayap belakang untuk meningkatkan downforce.

2. Penerapan sistem F-Duct pada motor Aprilia RS-GP berbuah hasil mengesankan di GP Thailand 2026

Penerapan sistem F-Duct pada motor RS-GP membawa hasil bagus untuk Aprilia di GP Thailand 2026. Marco Bezzecchi mampu mengonversi posisi start terdepan menjadi kemenangan pada balapan utama. Pembalap bernomor motor 72 itu finis di depan Pedro Acosta dengan keunggulan 5,543 detik.

Tak hanya itu, ketiga pembalap bermotor Aprilia lainnya juga berhasil finis di zona lima besar. Raul Fernandez naik podium di Chang International Circuit setelah finis ketiga. Pembalap Trackhouse Racing itu mengungguli Jorge Martin dan Ai Ogura yang masing-masing menyudahi balapan utama di posisi keempat serta kelima.

Tak ada protes dari pabrikan lain perihal F-Duct motor RS-GP selepas GP Thailand. Hal ini membuat Massimo Rivola selaku CEO Aprilia Racing tenang karena sistem tersebut sepenuhnya legal untuk digunakan. Ia senang paket aerodinamika yang diterapkan berjalan dengan efektif.

"Hal yang aku suka adalah kenyataan bahwa tiap kali kami memperkenalkan inovasi pada bidang ini hasilnya selalu efektif meskipun sangat sulit membuat pembalap memahami paket baru tersebut. Itu berarti model CFD dan terowongan angin kami bekerja dengan baik. Metode kerja kami juga terus membaik dari waktu ke waktu," kata Massimo Rivola dilansir Crash.

3. Massimo Rivola tak terkejut apabila ada pabrikan lain yang mengadopsi sistem F-Duct Aprilia

Sistem F-Duct pada motor Aprilia RS-GP yang berjalan efektif membuka peluang bagi tim lain meniru hal serupa. Massimo Rivola tak terkejut apabila hal tersebut terjadi. Ia sadar cara semacam itu bukan pertama kali terjadi di MotoGP.

"Aku melihat banyak media, terutama fotografer, sangat senang mengamati motor kami dari dekat. Aku tak tahu apakah pabrikan lain akan meniru teknologi ini. Apalagi, hal ini bukan pertama kali terjadi," ujar Massimo Rivola dikutip Crash.

Potensi pabrikan lain untuk menggunakan sistem F-Duct seperti Aprilia masih terbuka. Namun, mereka perlu cermat mengambil keputusan mengingat sejumlah pabrikan, seperti Ducati, Honda, dan KTM hanya dapat melakukan pembaruan aero sebanyak satu kali dalam semusim mengikuti posisi mereka dalam peringkat konsesi.

Yamaha yang menjadi satu-satunya pabrikan pada peringkat konsesi D bisa melakukan pembaruan aero sebanyak dua kali. Itu dengan catatan Yamaha harus melepas spesifikasi aero sebelumnya. Terlepas dari itu, penerapan F-Duct yang dilakukan Aprilia menunjukkan perubahan sederhana pada aspek aerodinamika memberi dampak signifikan terhadap performa motor di lintasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team