Tottenham Hotspur bergerak sangat agresif dengan memecahkan rekor transfer klub dua kali berturut-turut demi mengamankan jasa Mateus Fernandes senilai 85 juta pound sterling (Rp2,051 triliun) dari West Ham United serta Sandro Tonali seharga 100 juta pound sterling (Rp2,413 triliun) dari Newcastle United. Lini pertahanan juga mendapat suntikan tenaga baru dengan kedatangan Jan Paul van Hecke dari Brighton & Hove Albion dengan biaya 52 juta pound sterling (Rp1,254 triliun). Selain pengeluaran besar tersebut, Spurs sukses merekrut tiga pemain berpengalaman secara gratis, yakni Marcos Senesi, Andrew Robertson, dan penjaga gawang veteran Martin Dubravka.
Perekrutan deretan pemain ini didasari oleh kebutuhan taktis Roberto De Zerbi untuk memperbaiki sirkulasi bola yang lambat dan terbiasa mengalir ke samping atau ke belakang pada era Thomas Frank. Marcos Senesi yang mencatatkan progressive passes terbanyak di English Premier League (EPL) 2025/2026 bersama Van Hecke selaku pemimpin line-breaking passes dihadirkan untuk membelah garis pertahanan lawan langsung dari area belakang. Di sektor tengah, Mateus Fernandes menjanjikan perlindungan terhadap tekanan lawan, sedangkan Sandro Tonali menyumbang mobilitas, kualitas teknis, dan daya tarung fisik sebagai mitra idealnya.
Kehadiran sosok senior seperti Robertson dan Dubravka menambah kedalaman skuad sekaligus menyuntikkan kedewasaan serta mentalitas pemenang ke ruang ganti Spurs. Sementara itu, De Zerbi kini harus membenahi lini serang akibat badai cedera yang menimpa Dejan Kulusevski, Wilson Odobert, dan Xavi Simons. Klub tengah merampungkan kesepakatan bernilai sekitar 60 juta pound sterling untuk memboyong penyerang sayap Manchester City, Savinho, guna menutupi kekosongan di lini depan.
Tak berhenti di situ, De Zerbi secara terbuka berburu rekrutmen bernilai fantastis yang ia sebut sebagai penyerang berprofil bomba. Radar transfer Tottenham kini mengarah kepada deretan penyerang beken seperti Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain (PSG), Amine Gouiri dari Olympique Marseille, serta Ferran Torres dari FC Barcelona. Pelatih Italia itu dikabarkan juga memantau bakat muda meliputi Can Uzun dari Eintracht Frankfurt, Christian Kofane dari Bayer Leverkusen, Nico Paz dari Como, hingga Abde Ezzalzouli dari Real Betis.