7 Penjualan Pertama Brighton & Hove Albion di Posisi Kiper

Brighton & Hove Albion dikenal sebagai klub yang handal dalam transfer pemain. Namun, kemampuan tersebut tampaknya belum teraplikasikan dengan maksimal untuk posisi kiper. Berdasarkan data dari Transfermarkt, tercatat baru ada tujuh penjaga gawang yang mendatangkan pemasukan untuk The Seagulls per 5 Agustus 2026.
1. Brighton & Hove Albion menjual Dave Hollins kepada Newcastle United pada 1961
Kiper pertama yang mendatangkan pemasukan bagi Brighton & Hove Albion adalah Dave Hollins. Penjaga gawang asal Wales setinggi 1,82 meter ini dijual kepada Newcastle United pada musim panas 1961 dengan harga Rp191,2 juta. Hollins sendiri membela Brighton dari 1955. Namun, pria yang lahir pada 4 Februari 1938 tersebut hanya membuat 4 penampilan dan kemasukan 9 gol.
2. Mark Beeney dilepas Brighton & Hove Albion kepada Leeds United pada 1992
Setelah Dave Hollins pada 1961, Brighton & Hove Albion baru kembali mendapat uang dari hasil penjualan seorang kiper pada 1992. Mereka melepas Mark Beeney kepada Leeds United dengan biaya ganti Rp6,08 miliar. Brighton sendiri membeli penjaga gawang asli Inggris setinggi 1,93 meter ini dari Maidstone United 2 tahun sebelumnya dengan mahar Rp521,45 juta. Sosok yang lahir pada 30 Desember 1967 itu cuma bermain 8 kali bersama Brighton dan kebobolan 13 gol.
3. Preston North End merekrut Wayne Henderson dari Brighton & Hove Albion pada 2006
Wayne Henderson bermain 56 kali dan membuat 11 clean sheet serta kebobolan 78 gol selama membela Brighton & Hove Albion pada 2005—2007. Kiper setinggi 1,86 meter yang lahir di Irlandia pada 16 September 1983 ini ditebus dari Aston Villa dengan biaya Rp869,08 juta. Brighton lantas menerima uang Rp,391 miliar dari hasil menjualnya kepada Preston North End.
4. David Button bergabung dengan West Bromwich Albion dari Brighton & Hove Albion pada 2020
Brighton & Hove Albion harus mengeluarkan dana mencapai Rp78,22 miliar untuk mendapatkan David Button dari Fulham pada musim panas 2018. Sayangnya, mereka cuma menerima pemasukan Rp19,12 miliar ketika menjualnya kepada West Bromwich Albion 2 tahun kemudian. Padahal, kiper setinggi 1,91 meter yang lahir di Inggris pada 27 Februari 1989 tersebut cuma bermain 11 kali, membuat 2 clean sheet, serta kebobolan 13 gol.
5. Chelsea membeli Robert Sanchez dari Brighton & Hove Albion pada 2023
Robert Sanchez bergabung dengan Brighton & Hove Albion dari Levante saat masih berusia 15 tahun pada 2013. Kiper setinggi 1,97 meter ini mulai menjadi andalan di tim utama setelah berproses di akademi dan dipinjamkan kepada Forest Green Rovers (2018—2019) serta Rochdale (2019—2020). Performa impresif Sanchez pada akhirnya membuat Chelsea bersedia menebusnya dengan harga Rp399,78 miliar pada 5 Agustus 2023. Pria yang lahir di Spanyol pada 18 November 1997 tersebut meninggalkan Brighton dengan 90 penampilan, 28 clean sheet, dan kebobolan 102 gol.
6. Brighton & Hove Albion menjual Kjell Scherpen kepada Union Saint-Gilloise pada 2025
Kjell Scherpen hanya bermain sekali selama tercatat sebagai pemain Brighton & Hove Albion pada 2021—2025. Kiper setinggi 2,06 meter ini tampil penuh saat mereka menang 2-1 atas West Bromwich Albion 2-1 lewat babak tambahan di Piala FA pada 7 Januari 2022. Sisanya, pria yang lahir di Belanda pada 23 Januari 2006 tersebut menghabiskan waktunya sebagai cadangan dan pinjaman di KV Oostende (Januari—Juni 2022), Vitesse Arnhem (2022/2023), serta Sturm Graz (2023—2025). Setelahnya, Brighton menjualnya kepada Union Saint-Gilloise dengan harga Rp104,29 miliar. Mereka membelinya dari Ajax Amsterdam dengan uang sebesar Rp86,91 miliar.
7. Coventry City memecahkan rekor transfer usai membeli Carl Rushworth dari Brighton & Hove Albion
Carl Rushworth merupakan kiper ketujuh yang dijual Brighton & Hove Albion. Penjaga gawang setinggi 1,91 meter ini dilepas kepada Coventry City dengan harga Rp446,71 miliar pada 4 Agustus 2026. Nilai tersebut memecahkan rekor transfer Coventry. Coventry tidak keberatan untuk melakukannya karena sudah merasakan dampak kehadiran pria yang lahir pada 2 Juli 2001 itu. Rushworth tampil apik sebagai pinjaman sepanjang Championship Inggris 2025/2026 sehingga mereka sukses promosi ke English Premier League. Brighton sendiri mendapat keuntungan maksimal mengingat mereka tidak mengeluarkan uang sepeser pun ketika merekrutnya dari Halifax Town pada Januari 2019. Rushworth meninggalkan Brighton secara permanen tanpa pernah merasakan bermain di tim utama.
Meski baru ada tujuh kiper yang berhasil mendatangkan pemasukan, aktivitas transfer Brighton di atas ternyata tidak kalah apiknya dengan penjualan pemain di posisi lain. Hanya David Button yang membuat mereka merugi karena dilepas dengan harga yang lebih rendah dibanding saat dibeli. Sisanya, Brighton selalu mendapat keuntungan yang signifikan.


















