Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mesin V4 Masih Jadi Omong Kosong Bagi Yamaha di MotoGP 2026
ilustrasi MotoGP (pexels.com/jilu jily)
  • Yamaha gagal tampil impresif di seri perdana MotoGP Thailand 2026, dengan hasil terbaik hanya posisi ke-16 lewat Fabio Quartararo.
  • Mesin V4 terbaru Yamaha terbukti belum kompetitif, kalah dalam aspek kecepatan, grip belakang, dan kelincahan dibanding mesin lama.
  • Pimpinan tim Paolo Pavesio mengakui tantangan besar menanti Yamaha untuk mengejar ketertinggalan dari tim-tim papan atas musim ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Yamaha sempat menguarkan optimisme lewat sebuah mesin bernama V4 jelang MotoGP 2026. Namun, dalam seri perdana di Buriram, Thailand, mesin itu masih omong kosong.

Para pembalap Yamaha meraih hasil kurang mengesankan dalam seri perdana MotoGP Thailand 2026 yang dihelat akhir pekan lalu. Baik itu tim utama maupun tim satelit, mereka semua terkapar keluar dari 10 besar.

1. Peringkat terbaik adalah posisi 16

Peringkat terbaik pembalap Yamaha di Buriram adalah posisi 16. Tempat itu digapai oleh pembalap terbaik mereka, Fabio Quartararo. Tepat di bawah Quartararo, ada Alex Rins.

Nasib dari dua pembalap tim satelit, yakni Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller lebih sial lagi, Mereka finis di posisi 19 dan 20, betul-betul kesulitan bersaing dengan pembalap lain.

2. Mesin V4 yang belum kompetitif

Apa yang terjadi di Buriram mempertontonkan belum kompetitifnya mesin V4 ciptaan Yamaha ini. Speed trap, rear grip, dan juga kelincahan mesin baru ini masih kalah dengan mesin Yamaha yang lama.

Soal ini memang sudah Quartararo prediksi sejak tes pramusim. Namun, siapa sangka hasilnya bisa sebegitu buruk, dan membuat Yamaha mendapatkan pekerjaan rumah yang sangat banyak.

3. Gunung yang harus Yamaha daki

Managing Director Team Yamaha, Paolo Pavesio, mengakui ada gunung yang harus didaki timnya, berkaca dari hasil di Buriram ini. Tidak ada magis, karena perbedaan dengan tim-tim lain itu sudah kentara terlihat.

"Kami sekarang tahu beda kami dengan yang tercepat, dan beda ini tak bisa dihilangkan dalam waktu semalam. Ada gunung tinggi yang harus Yamaha daki di MotoGP 2026 ini," kata Pavesio, dilansir Crash.

Editorial Team