Momen Terlupakan Olahraga di 2025, Ada Pelatih Dipecat Sebelum Kerja

- Mario Aji catat sejarah di Moto2
- Huang Yaqiong pensiun dari bulu tangkis
- Debut Pratama Arhan di luar negeri
Sejumlah momen penting terjadi sepanjang 2025, termasuk dalam bidang olahraga. Ada yang diingat, sebagian justru dilupakan.
Padahal, momen tersebut memiliki arti penting dalam olahraga nasional maupun internasional. Banyak alasan mengapa sederet momen itu dilupakan publik, mulai dari promosi event yang kurang, prestasi para atlet tak terlalu menonjol, dan lainnya.
Berikut adalah daftar momen terlupakan di olahraga sepanjang Januari hingga April 2025, yang sudah dirangkum IDN Times.
1. Mario Aji catat sejarah di Moto2

Pada 31 Maret 2025 dini hari waktu Indonesia, Mario Aji menorehkan sejarah. Dia sukses finis di posisi 10 besar Moto2 Amerika Serikat 2025, tepatnya finis di posisi kesembilan.
Capaian ini jadi sejarah tersendiri bagi olahraga Indonesia. Mario Aji jadi pembalap Indonesia pertama yang mampu finis di posisi 10 besar balapan Grand Prix, dalam hal ini Moto2.
2. Huang Yaqiong pensiun dari bulu tangkis
Awal tahun 2025, tepatnya 1 Januari 2025, tak ada yang menyangka kabar ini akan datang. Atlet bulu tangkis kenamaan China, Huang Yaqiong, memutuskan untuk pensiun dari dunia bulu tangkis.
Keputusan ini diambil tak lama setelah Huang meraih medali emas Olimpiade 2024 di Paris. Alasan sering cedera jadi dasar atlet spesialis ganda campuran itu memutuskan untuk pensiun dari dunia bulu tangkis.
3. Debut Pratama Arhan di luar negeri
Pratama Arhan menorehkan debut bersama Bangkok United di Thai Premier League. Debutnya ini berakhir manis dengan kemenangan 3-2 atas Buriram United. Itu terjadi pada 12 Januari 2025.
Lewat debut ini, Arhan membuktikan kualitasnya. Dia jadi pemecah kebuntuan tim. Debut ini pun jadi awal dari perjalanan Arhan di Bangkok United sampai sekarang.
4. Liverpool tentukan gelar di Anfield
Liverpool sudah lama tidak mengunci gelar di Anfield, dan merayakannya bersama fans. Hal itu terwujud pada 27 April 2025, tatkala mereka mengunci gelar Premier League berkat kemenangan 5-1 atas Tottenham Hotspur.
Atmosfer Anfield pun langsung berubah geegap gempita. Bahkan, atmosfer luar biasa ini sudah terasa sebelum laga. Setelah 1990, akhirnya Anfield bisa jadi tempat perayaan pesta gelar liga lagi.
5. Malaysia catat sejarah di BAC 2025

Malaysia menorehkan sejarah di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2025. Lewat Aaron Chia/Soh Wooi Yik, sejarah di dunia bulu tangkis tercipta bagi tim Negeri Jiran pada 13 April 2025.
Kemenangan ini membawa Chia/Soh menyudahi puasa gelar ganda putra Malaysia di panggung Kejuaraan Asia selama 18 tahun terakhir. Gelar juara BAC terakhir ganda putra Malaysia diaih pasangan Choong Tan Fook/Lee Wan Wah pada edisi 2007.
6. Djenna de Jong batal dinaturalisasi
Kisaran 27 sampai 29 April 2025, fans Timnas Indonesia sempat dihebohkan kegagalan naturalisasi pemain Timnas Putri, Djenna de Jong. Dia bahkan sampai bersuara di media sosial, mengkritik tidak profesionalnya PSSI.
PSSI membela diri. Ketua Umum Erick Thohir menyebut, gagalnya naturalisasi Djenna ini bukanlah bagian dari agenda terselubung, hanya perkara administrasi saja. Namun tetap, kegagalan ini jadi pertanyaan.
7. Timnas U-17 pastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2025

Kalian semua tentu tahu Timnas U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025. Namun, tahukah kalian cara mereka lolos? Itu terjadi pada April 2025 silam. Mereka tampil gemilang di fase grup Piala Asia U-17 2025.
Pada 10 April 2025, kelolosan Timnas U-17 ke Piala Dunia U-17 2025 dipastikan dengan kemenangan lawan Afghanistan. Mereka dipastikan lolos ke fase gugur ajang itu, sekaligus memastikan tiket Piala Dunia.
8. Formula E Jakarta yang kurang meriah

Formula E digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) Ancol pada Juni 2025 lalu. Ini jadi ketiga kalinya Jakarta menjadi tuan rumah setelah 2022 dan sempat absen di 2024 karena jadwalnya berbenturan dengan agenda Pemilihan Presiden. Namun, euforia Formula E 2025 terbilang kurang meriah.
Bahkan, Formula E sempat masuk pembahasan DPRD DKI Jakarta. Ini lantaran gelaran balap mobil listrik tersebut masih punya utang meski mengklaim untung Rp5,29 miliar.
9. Potong generasi di PBSI usai Chico Aura keluar Pelatnas

Pelatnas PBSI memberikan kabar mengejutkan pada pertengahan Mei 2025. Sebanyak dua tunggal putra elite mereka, Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo, memutuskan keluar dari pelatnas.
Jonatan Christie yang berstatus lebih senior dan punya ranking lebih tinggi mendapat sorotan. Namun, perhatian yang sama tak didapatkan Chico. Padahal Chico cukup lama menjadi pemain pelapis untuk elite tunggal putra Indonesia. Sederet prestasi diraih Chico mulai dari perak Kejuaraan Dunia Junior 2016, perunggu Kejuaraan Asia 2022, dan beberapa gelar dari BWF World Tour hingga menjadi bagian tim pemenang Piala Thomas 2020.
Keluarnya Chico juga secara tak langsung membuat PBSI terpaksa potong generasi di Pelatnas. Kala itu, Anthony Ginting yang tengah cedera tak bisa dipaksakan menjadi andalan. Setelah keluarnya Chico, PBSI mau tak mau harus bergantung pada pemain muda. Memupuk nama-nama seperti Alwi Farhan, Saut Yohanes Marcellyno untuk menjadi andalan.
10. Piala Dunia Panjat Tebing di Bali
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sukses menggelar Piala Dunia Panjat Tebing (IFSC World Cup 2025) seri Indonesia. Kali ini, perhelatan tak digelar di Jakarta namun Peninsula Island, Nusa Dua, Bali pada awal Mei 2025.
Meski perhelatan berlangsung sukses, ajang ini tak meninggalkan kesan mendalam. Apalagi skuad Indonesia hanya meraih dua medali perunggu di nomor speed yakni Kadek Adi Asih (speed putri) dan Kiromal Katibin (speed putra). Pada edisi 2023 sebelumnya, gelaran ini berlangsung di Lot 6 Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Kala itu, atlet speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa, memberikan kejutan dengan meraih medali emas di debutnya.
11. The World Games 2025

Tim Indonesia berpartisipasi dalam The World Games 2025 pada 7-17 Agustus 2025 lalu. Tim Indonesia membawa pulang total sembilan medali dengan rincian empat emas, empat perak, dan satu perunggu.
Namun, karena perhelatan ini menyuguhkan sebagian besar cabang olahraga yang tak masuk dalam Olimpiade dan bukan yang paling dikenal di Tanah Air, tak banyak yang membahas The World Games 2025.
Indonesia cukup berprestasi melalui tim Dragon Boat yang meraih tiga medali emas lewat Open 8 seater 2.000m campuran, 8 seater 200m campuran, dan nomor 10 seater 500m campuran serta dari speed single 4 putri cabor panjat tebing, Desak Made Rita Kusuma Dewi.
12. Piala Eropa putri yang terpinggirkan
Sepak bola putri sempat menggelar pesta besar di Eropa lewat UEFA European Women's Championship 2025. Perhelatan ini berlangsung di Swiss pada 2-27 Juli 2025 lalu.
Inggris keluar sebagai juara setelah membekuk Spanyol di. Namun, perhelatan ini tak sepamor Piala Eropa putra. Padahal sederet bintang sepak bola putri tampil di ajang tersebut. Seperti Chloe Kelly, Alessia Russo, hingga Alexia Putellas.
Menurut jurnal berjudul Gender Inequality in European Football: Evidence from Competitive Balance and Competitive Intensity in the UEFA Men’s and Women’s Champions League, yang ditulis Aurelien Francois, Nicolas Schelles, dan Maurizio Valenti, mengindikasikan jika memang ada ketidakseimbangan antara sepak bola putra dan putri, baik Eropa hingga dunia.
Secara historis, keseimbangan gender dalam sepak bola juga masih belum terlihat. Selain itu, dari aspek bisnis, sepak bola putri masih belum dieksplorasi serta sorotan media yang kurang.
13. Janice Tjen dan deretan prestasi mengilap

Sejak April 2025, nama Janice Tjen mulai bergerak dari sekadar prospek menjadi kekuatan nyata di tenis putri dunia. Pada periode itu Janice menjuarai turnamen ITF W50, sebuah titik penting yang menandai lonjakan level kompetisinya.
Gelar tersebut bukan sekadar trofi, tapi bukti Janice mampu bersaing dan mendominasi lawan-lawan dengan peringkat jauh lebih tinggi. Konsistensi permainannya membuatnya cepat keluar dari zona ITF menengah menuju jalur profesional utama.
Momentum itu berlanjut kuat pada Mei hingga Juni 2025, saat Janice meraih gelar ITF W75 sebelum menembus panggung yang lebih prestisius di WTA 125 Jinan Open. Di Jinan, Janice mencetak sejarah pribadi dengan meraih gelar WTA pertamanya.
Memasuki Juli 2025, Janice kembali menunjukkan diri bukan hanya "one-tournament wonder". Dia melaju hingga final WTA 250 São Paulo Open, menghadapi pemain-pemain mapan yang sudah lama menghuni papan atas WTA.
Puncak performa Janice terjadi pada Agustus 2025 di WTA 250 Chennai Open, ketika mencetak sejarah dengan menjuarai tunggal putri, sekaligus menambah gelar ganda bersama Aldila Sutjiadi.
14. Ada pelatih Timnas yang dipecat sebelum bekerja

Di sepak bola, salah satu momen yang lepas dari sorotan dalam triwulan terakhir tahun ini adalah Timnas Indonesia U-20. Setelah gagal total di Piala Asia U-20 pada Februari 2025, Garuda Muda tidak ada kegiatan.
Indra Sjafri juga dibebastugaskan PSSI buntut hasil buruk tersebut. Berselang lima bulan, Timnas U-20 baru memiliki pelatih setelah federasi mendatangkan Frank van Kempen.
Van Kempen dipilih karena punya pengalaman kaya di level kelompok umur. Ia pernah menjadi asisten pelatih Belanda U-20, pelatih kepala Sparta U-19, U-21, hingga NAC Breda U-21. Pengalaman itu cukup menarik sejauh apa Timnas U-20 bisa terbang di bawah arahannya.
Namun ternyata, kerja sama Van Kempen dengan PSSI hanya seusia jagung. Arsitek berusia 53 tahun justru angkat koper dari Indonesia pada Oktober 2025, meski belum melatih Timnas U-20 sekalipun.
Van Kempen mendapati nasib itu buntut PSSI mendepak Patrick Kluivert yang gagal total di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Van Kempen merupakan satu paket bersama Gerald Vanenburg dan Kluivert, karena PSSI ingin membentuk sinergitas dari level kelompok umur ke senior.
15. "Menghilangnya" Ketua Umum PSSI

Masih di sepak bola, momen yang hilang adalah kehadiran Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI. Itu setelah Erick dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menggantikan Dito Ariotedjo.
Erick lebih sering muncul ke publik sebagai Menpora. Terakhir kali Erick muncul sebagai Ketum PSSI adalah ketika menggelar jumpa pers pada 26 Oktober 2025, terkait gejolak setelah Timnas gagal ke Piala Dunia 2026.
Setelah itu, Erick enggan membicarakan sepak bola di depan awak media, dengan dalih kehadirannya sebagai Menpora. Erick juga tidak hadir saat PSSI menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U-22 di SEA Games 2025, dan saat mengangkat Nova Arianto ke Timnas U-20.
Fenomena lebih menarik terlihat setelah Timnas U-22 tumbang di fase grup SEA Games 2025. Sejumlah pengamat justru ramai-ramai menyalahkan dan meminta pertanggungjawaban, di tengah menghilangnya Erick sebagai Ketum PSSI.
16. Kualifikasi Piala Dunia Amputasi 2026

Pada November 2025, Indonesia juga menjadi tuan rumah Kualifikasi Piala Dunia Amputasi 2026 zona Asia. Namun, ajang yang dihelat di Stadion Madya, Senayan itu jauh dari sorotan publik. Tribune stadion sepi penonton.
Kendati tampil sebagai tuan rumah, Timnas Amputasi Indonesia gagal mengamankan tiket ke Kosta Rika. Itu karena Aditya dan kawan-kawan hanya mampu finis sebagai peringkat ketiga Grup A.
Hasil itu amat disayangkan karena Garuda INAF tampil di Piala Dunia edisi sebelumnya. Misi Timnas Amputasi terbang ke Kosta Rika dijegal Iran dengan skor 0-3, pada laga pamungkas.



















