- Posisi pertama: 12 poin;
- Posisi kedua: 9 poin;
- Posisi ketiga: 7 poin;
- Posisi keempat: 6 poin;
- Posisi kelima: 5 poin;
- Posisi keenam: 4 poin;
- Posisi ketujuh: 3 poin:
- Posisi kedelapan: 2 poin; dan
- Posisi kesembilan: 1 poin.
Pandangan Massimo Rivola soal Rencana MotoGP Gelar Sprint Race

MotoGP 2023 bakal menyajikan sejumlah hal baru. Salah satunya adalah sprint race. Format balap itu nantinya akan digelar pada Sabtu tepat setelah sesi kualifikasi Moto2.
Munculnya sprint race di kelas utama MotoGP masih menuai pro dan kontra. Massimo Rivola termasuk yang mendukung adanya sprint race. Namun, CEO Aprilia Racing itu memberi sejumlah catatan tentang pelaksanaan sprint race.
1. Hanya sembilan pembalap teratas yang berhak dapat poin saat sprint race

Sprint race MotoGP akan menggunakan konsep yang serupa dengan Formula 1. Selain digelar pada Sabtu, sesi tersebut nantinya berdurasi setengah dari total jumlah lap balapan utama.
Melansir MotoGP, pembalap yang finis di posisi sembilan besar yang berhak mendapat poin di sprint race. Adapun perincian poin yang diperoleh sebagai berikut.
2. Posisi start sprint race ditentukan berdasarkan hasil sesi kualifikasi

Penentuan posisi start sprint race akan menggunakan hasil sesi kualifikasi yang digelar pada hari yang sama. Format sesi kualifikasi tetap sama seperti musim sebelumnya yang terdiri dari Q1 dan Q2 dengan durasi masing-masing selama 15 menit.
Pembalap yang langsung lolos ke Q2 adalah mereka yang meraih posisi sepuluh besar berdasarkan catatan kombinasi sesi latihan pertama (P1) dan kedua (P2). Sesi latihan bebas keempat (FP4) yang dulu digelar sebelum Q1 kini berganti menjadi sesi latihan bebas, tapi tak lagi disebut FP3.
3. Rivola dukung adanya sprint race, tapi dengan sejumlah catatan. Apa saja itu?

Penerapan sprint race di MotoGP mulai tahun ini bertujuan untuk meningkatkan antusiasme penonton yang perlahan menurun dalam beberapa tahun terakhir. Harapan ini juga disuarakan oleh Massimo Rivola.
Hanya saja, pria asal Italia itu kurang sepakat jika sprint race digelar pada seluruh pekan balap MotoGP 2023. Pasalnya, jumlah balapan akan berlipat ganda menjadi total 42 kali dalam 21 seri balap. Kondisi tersebut dirasa terlalu memberatkan bagi pembalap yang berjibaku di atas lintasan.
"Mungkin, kami seharusnya memulai dengan beberapa sprint race pada tahun pertama untuk mengujinya. Aku pikir dengan dua balapan per pekan balap, kami seharusnya memiliki jumlah seri yang lebih sedikit. Katakanlah hanya 18 seri," jelas Rivola dilansir Speedweek.
4. Rivola terang-terangan dukung penghapusan sesi warm-up

Selain sebagai pendukung sprint race, Rivola secara terang-terangan menyebut dirinya ada di pihak yang ingin sesi warm-up sebelum balapan utama dihilangkan. Sesi tersebut musim ini mengalami pemangkasan durasi dari 20 menit menjadi 10 menit.
Sementara itu, sesi warm-up untuk kelas Moto2 dan Moto3 dihilangkan. Sebagai gantinya akan ada Rider Fan Show yang dilangsungkan selama 30 menit sebelum balapan kelas Moto3 dimulai.
"Aku rasa warm-up membuang-buang waktu. Secara statistik, itu hanya sesi di mana para pembalap paling sering mengalami insiden. Itu seharusnya menjadi sebuah sesi saat Anda membuat penyesuaian terakhir untuk balapan," jelas Rivola.
5. Rivola dukung ekspansi pasar MotoGP dengan gelar balapan di sejumlah negara

Rivola turut mendukung langkah Dorna menggelar balapan di luar Eropa dengan tujuan ekspansi pasar. Ia tahu bahwa Italia dan Spanyol masih jadi pasar utama MotoGP. Namun, Rivola menilai ada beberapa negara potensial bagi pertumbuhan ajang balap motor tersebut dalam beberapa waktu ke depan.
"Aku tahu di Spanyol dan Italia pasarnya masih ada di sana. Namun, untuk membuka sebuah bisnis Anda harus keliling dunia. Contohnya, aku benar-benar menantikan pergi ke India. Aku juga senang saat kami ke Indonesia. Itu adalah negara-negara di mana pasar bisa benar-benar tumbuh," pungkas Rivola.
Seri pertama MotoGP 2023 akan digelar pada 24--26 Maret 2023 di Sirkuit Algarve, Portugal. Sebelum itu, para tim dan pembalap akan mengikuti sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang pada 10--12 Februari 2023 dan Sirkuit Algarve pada 11--12 Maret 2023.

















