Kenapa Michael Carrick Bisa Bikin Manchester United Jadi Mengerikan?

Michael Carrick membuat sektor tengah MU solid
Carrick mengorganisasi lini serang yang fleksibel
Carrick memberikan kepercayaan penuh kepada pemain MU
Hingga awal Februari 2026, Michael Carrick masih menorehkan kemenangan sejak diangkat menjadi manajer sementara Manchester United menggantikan Ruben Amorim pada Januari 2026. Sebelumnya, ia juga mencatatkan 2 kemenangan dan 1 keimbangan ketika menjadi caretaker pada November 2021 lalu. Jadi, selama ditangani Carrick, Setan Merah belum tersentuh kekalahan.
Lawan-lawan yang dikalahkan Manchester United bahkan bukan tim sembarangan. Mereka memukul Manchester City serta mempermalukan Arsenal di kandangn sekaligus mengantarkan Setan Merah bersaing di papan atas English Premier League (EPL) 2025/2026. Jadi, apa rahasia Carrick bisa melaju sejauh ini?
1. Michael Carrick bikin sektor tengah Manchester United solid
Michael Carrick cenderung menempatkan dua gelandang bertahan di lini tengah. Ia menugaskan Kobbie Mainoo untuk memainkan peran tersebut untuk menemani Casemiro. Sebelumnya, Mainoo nyaris tidak mendapatkan kepercayaan semasa kepelatihan Ruben Amorim.
Dengan usia yang masih muda dan tentu lebih bertenaga, Mainoo dibutuhkan untuk mengimbangi Casemiro yang memang telah berumur. Ia pun tidak kagok memberikan umpan-umpan ke depan. Bahkan, gelandang berpaspor Inggris ini sudah menciptakan 2 assist dalam 4 pertandingan.
Dengan organisasi lini tengah yang lebih rapi dan pertahanan yang stabil, Carrick akhirnya lebih tenang saat memberikan kebebasan kepada pemain terbaiknya. Siapa lagi kalau bukan Bruno Fernandes. Gelandang asal Portugal tersebut lebih leluasa bermain di depan. Ia memberikan umpan-umpan manja kepada striker Setan Merah, bahkan tidak jarang menyelesaikan peluangnya sendiri.
Menurut Transfermarkt, dalam 4 laga di bawah arahan Carrick, Fernandes sukses membuat 4 assist dan 1 gol. Dua assist dikirimkan saat menghadapi Fulham. Masing-masing sebiji assist lagi ketika melawan Manchester City dan Arsenal. Sementara itu, gol ia cetak ketika berhadapan dengan Tottenham Hotspur.
2. Michael Carrick mengorganisasi lini serang yang fleksibel
Biasanya, Matheus Cunha atau Bryan Mbeumo akan memulai pertandingan sebagai pemain nomor 9. Namun, baik Cunha maupun Mbeumo tidak benar-benar bermain sebagai penyerang utama. Mereka bergerak dengan cair, dari kiri ke kanan atau sebaliknya, menyeret bek lawan sekaligus membuka ruang bagi rekan mereka di lini tengah.
Tidak heran jika kemudian pemain dari lini kedua Manchester United tidak kagok untuk mencetak gol. Selain Bruno Fernandes, Casemiro juga sudah bikin gol dan assist. Patrick Dorgu malah sudah membuat dua gol, masing-masing saat melawan Manchester City dan Arsenal selama d bawah asuhan Michael Carrick.
3. Michael Carrick memberikan kepercayaan penuh kepada pemain Manchsster United
Sebelum menjadi juru taktik, Michael Carrick pernah bermain untuk Manchester United selama 12 musim. Ia datang ketika Setan Merah ditangani Alex Ferguson dan berada di bawah asuhannya selama 7 musim. Jadi, tidak heran jika Carrick sedikit banyak mewarisi gaya kepelatihan manajer asal Skotlandia tersebut,
Seperti Ferguson, Carrick menempatkan pemain di posisi terbaik mereka. Ia memberikan pemainnya kebebasan yang cukup. Carrick juga memiliki kesabaran untuk menyelesaikan pertandingan.
Bryan Mbeumo dibiarkan menguasai bola beberapa detik lebih lama, sambil mengandalkan Benjamin Sesko untuk mengecoh pertahanan lawan. Luke Shaw menikmati peran yang lebih maju, yang terlihat saat laga melawan Tottenham Hotspur. Sementara itu, Patrick Dorgu tampak menikmati waktunya dengan peran barunya sebagai pemain sayap.
Jelas Michael Carrick telah mengubah nasib Manchester United sejak datang pada awal 2026 lalu. Empat kemenangan beruntun bukan suatu kebetulan. Namun, seperti dilansir Sky Sports, ia memilih tidak berpuas diri dan mengakui timnya belum menemukan ritme permainan yang tepat.



















